Konten dari Pengguna

Program Traktir Kucing Pemprov DKI Jakarta Ramah Hewan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Program Traktir Kucing Pemprov DKI Jakarta. Foto: Unsplash/ Yuriy Vertikov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Program Traktir Kucing Pemprov DKI Jakarta. Foto: Unsplash/ Yuriy Vertikov

Program traktir kucing Pemprov DKI merupakan inisiatif yang menarik perhatian masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi hewan.

Kehadiran program ini disambut positif oleh berbagai kalangan, mulai dari pencinta kucing, komunitas penyayang hewan, hingga warga yang sehari-hari berinteraksi dengan kucing jalanan di wilayah Jakarta.

Program Traktir Kucing Pemprov DKI untuk Lingkungan Ramah Hewan

Ilustrasi Program Traktir Kucing Pemprov DKI Jakarta. Foto: Unsplash/ khaled khazna

Berdasarkan informasi dari laman Instagram @francinewidjojo, program traktir kucing Pemprov DKI Jakarta menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan ibu kota yang lebih ramah terhadap hewan.

Program ini diwujudkan melalui penyediaan tempat makan atau tempat traktir kucing di kawasan Pasar Santa, Jakarta Selatan, sekaligus diiringi dengan program sterilisasi guna mengendalikan populasi kucing.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, serta Perumda Pasar Jaya.

Selain menyediakan tempat makan bagi kucing, dilakukan pula pendataan atau sensus terhadap kucing yang belum disterilkan sebagai bagian dari persiapan program Trap-Neuter-Return (TNR) atau tangkap-steril-lepaskan.

Tempat traktir kucing di Pasar Santa resmi dibuka pada 24 Juni 2026. Lokasinya berada di area strategis, yakni di dekat pintu masuk kawasan Tuku dan Kawaki Roastery, sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung maupun kucing yang berada di sekitar pasar.

Tidak hanya menyediakan wadah makan, program ini juga dilengkapi dengan banner dan stiker edukasi yang mengimbau pedagang maupun pengunjung agar memberikan makanan di titik yang telah disediakan.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan wadah berbahan kertas dan mengutamakan pemberian makanan kering (kibble) demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, mengapresiasi hadirnya program tersebut. Menurutnya, penyediaan tempat traktir kucing yang disertai program sterilisasi menjadi sinyal positif dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah hewan.

Francine Widjojo juga menekankan bahwa pemberian makan harus berjalan beriringan dengan pengendalian populasi melalui program sterilisasi agar kesejahteraan satwa dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Kuota sterilisasi kucing gratis di Jakarta juga terus meningkat, dari sekitar 9.000 ekor pada 2024 menjadi 21.000 ekor pada 2025 dan kembali naik menjadi 22.000 ekor pada 2026.

Untuk mendukung layanan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menghadirkan enam Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) serta lima Mobil Layanan Veteriner (Moyanvet).

Demikianlah informasi mengenai program traktir kucing Pemprov DKI Jakarta yang menjadi salah satu upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang lebih ramah hewan melalui penyediaan tempat traktir kucing dan program sterilisasi. (Idaf)

Baca juga: Panduan Beli Tiket OTS Planetarium Jakarta, Wisatawan Wajib Tahu