Proses Pengolahan Minyak Bumi dan Bahan Dasar Petrokimia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengolahan minyak bumi merupakan proses yang mengubah minyak bumi menjadi produk-produk bermanfaat, misalnya menjadi bahan bakar minyak (BBM) atau non-BBM sesuai standar yang telah ditentukan.
Proses ini meliputi beberapa tahapan, termasuk pemisahan senyawa yang tak diinginkan (impurities) dan senyawa lainnya. Adapun proses pengolahan minyak bumi akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.
Pengolahan Minyak Bumi
Minyak bumi atau crude oil adalah campuran kompleks senyawa hidrokarbon. Senyawa ini didominasi unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Dalam jumlah sedikit, minyak bumi juga mengandung oksigen (O), nitrogen (N), sulfur (S), dan beberapa metal seperti besi (Fe) dan natrium (Na).
Pengolahan minyak bumi bertujuan untuk menghasilkan berbagai bahan yang berguna untuk masyarakat, seperti bahan bakar, bahan petrokimia, dan lainnya.
Merangkum e-Modul Kimia XI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019, proses pengolahan minyak bumi melalui dua tahap, yaitu distilasi dan lanjutan. Berikut ini uraian lengkapnya:
Tahap Pertama
Proses pengolahan minyak bumi tahap pertama adalah distilasi bertingkat. Proses distilasi adalah memisahkan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing komponen yang ada pada campuran.
Pada proses tersebut, semakin besar perbedaan titik didih pada komponen-komponen yang terkandung, semakin tinggi kemurnian dari hasil yang diperoleh.
Proses distilasi minyak bumi dilakukan secara berulang-ulang, sehingga hasilnya ada beberapa jenis, berdasarkan perbedaan titik didihnya. Berikut ini hasil proses distilasi dari pengolahan minyak bumi:
Gas minyak bumi cair
Bahan kimia
Bensin untuk kendaraan
Bahan bakar jet
Parafin untuk penerangan dan pemanas
Bahan bakar diesel
Minyak Pelumas
Lilin
Bahan bakar untuk kapal, pabrik, dan pemanas sentral
Bitumen untuk jalan dan atap
Tahap Kedua
Setelah melalui tahap pertama, pengolahan minyak bumi dilanjutkan ke tahap kedua, yaitu proses lanjutan dari hasil penyulingan. Proses-proses tahap kedua meliputi:
1. Perengkahan (cracking)
Proses pertama di tahap kedua ini adalah craking atau perengkahan (mengubah struktur kimia dari senyawa-senyawa hidrokarbon), yaitu:
Memecahkan rantai
Alkilasi (pembentukan gugus alkali)
Polimerisasi (penggabungan rantai karbon)
Reformasi (perubahan struktur)
Isomerisasi (perubahan isomer)
2. Proses Ekstraksi
Ekstraksi adalah pembersihan produk menggunakan pelarut. Hasil yang diharapkan pada proses ekstraksi adalah produk dengan mutu lebih baik.
3. Proses Kristalisasi
Kemudian, dilanjutkan proses kritalisasi untuk memisahkan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya. Contoh proses kristalisasi adalah pemurnian solar melalui proses pendinginan, penekanan, dan penyaringan yang nantinya menghasilkan lilin.
Produk hasil proses kristalisasi dapat dijadikan sebagai bahan dasar petrokimia, misalnya untuk produksi bahan plastik, bahan dasar kosmetik, penolak serangga, dan lainnya.
4. Pembersihan dari Kontaminasi (Treating)
Hasil proses kristalisasi umumnya terdapat kontaminasi, sehingga harus dibersihkan dengan menambahkan soda kaustik (NaOH) atau tanah liat. Cara lain untuk membersihkan kontaminasi adalah melalui proses hidrogenasi.
Berikut ini beberapa jenis proses pembersihan kontaminasi minyak bumi:
Copper sweetening dan doctor treating: menghilangkan pengotor yang menimbulkan bau tak sedap.
Acid tratment: menghilangkan lumpur dan sejenisnya, serta memperbaiki warna.
Dewaxing: menghilangkan atau memisahkan wax (semacam lilin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi pelumas untuk menghasilkan minyak pelumas di suhu terendah.
Deasphalting: menghilangkan aspal.
Desulfurizing: menghilangkan unsur belerang atau sulfur agar tak menimbulkan korosi, menggangu katalisator, bau tak sedap, dan beracun.
Baca Juga: Mengenal Komponen Minyak Bumi yang Terdiri dari Empat Senyawa
Hasil Pengolahan Minyak Bumi
Setelah melalui dua proses seperti yang dijelaskan di atas, hasil pengolahan minyak bumi dikelompokkan berdasarkan titik didih dan jumlah atom karbon pembentuk rantai karbonnya.
Masih dirangkum dari buku yang sama, berikut ini beberapa hasil pengolahan minyak bumi:
LPG untuk bahan bakar kompor gas: jumlah atom karbon 1 sampai 4, titik didih yang kurang dari 20 derajat Celcius.
Bensin untuk bahan bakar kendaraan: jumlah atom karbon 5 sampai 12, titik didih 30 sampai 180 derajat Celcius.
Kerosin untuk bahan bakar kompor minyak: jumlah atom karbon 11 sampai 16, titik didih 170 sampai 290 derajat Celcius.
Solar untuk bahan bakar mesin diesel: jumlah atom karbon 14 sampai 18, titik didih 260 sampai 350 derajat Celcius.
Oli untuk pelumas: jumlah atom karbon 15 sampai 24, titik didih 300 sampai 370 derajat Celcius.
Bahan Dasar Petrokimia
Petrokimia adalah bahan kimia yang berasal dari minyak bumi atau gas alam. Petrokimia digunakan dalam produksi berbagai macam produk, termasuk serat sintetis, plastik, pelarut, karet, dan deterjen.
Industri petrokimia melalui tiga tahap hingga menghasilkan produk yang berguna untuk masyarakat, yaitu mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia, mengubah bahan dasar menjadi produk antara, dan mengubah produk antara menjadi produk akhir.
Mengutip e-Modul Kimia XI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019, berikut ini beberapa bahan dasar yang dikelola industri petrokimia:
1. Olefin
Bahan dasar olefin adalah etana, propana, nafta, atau minyak dan gas bumi yang melalui proses perengkahan atau cracking. Contoh produk olefin, yaitu etanol, PVC, glikol, propilena.
2. Aromatik
Aromatik terdiri dari benzena dan turunannya. Aromatik dibuat melalui proses reforming. Contoh aromatik adalah benzena, toluena, dan xilena.
3. Gas Sintetis
Gas sintesis adalah campuran gas karbon oksida (CO) dan dihidrogen (H2). Gas sintetis dibuat dari LPG melalui proses steam reforming atau oksidasi parsial. Contoh produk gas sintesis adalah ammonia dan methanol.
(NSF)
