Konten dari Pengguna

Proses Scan Hanya Koli Kontainer dan Carton Dilakukan pada Alur Unchecking

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item?. Unsplash/Fejuz
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item?. Unsplash/Fejuz

Mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item? Pertanyaan ini kerap muncul dalam proses operasional pergudangan dan distribusi barang.

Pemahaman mengenai mekanisme pemindaian pada tahap unchecking menjadi penting karena berkaitan dengan prosedur penerimaan barang yang diterapkan dalam sistem logistik modern.

Proses Scan Hanya Koli Kontainer dan Carton Dilakukan pada Alur Proses Toko Unchecking

ilustrasi mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item?. Unsplash/thestandingdesk

Mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item? Hal ini berkaitan dengan mekanisme penerimaan barang yang diterapkan dalam operasional gudang dan distribusi.

Berdasarkan informasi mintsoft.com, pada tahap unchecking, proses pemindaian difokuskan untuk mencocokkan barang yang diterima dengan dokumen pengiriman atau purchase order.

Karena informasi barang umumnya sudah terintegrasi pada barcode kemasan seperti kartun atau kontainer, proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih efektif tanpa harus memindai setiap unit produk secara terpisah.

Metode ini memberikan keuntungan dari sisi kecepatan. Jika satu karton berisi puluhan produk dengan SKU yang sama, melakukan scan per item akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan memindai barcode pada carton.

Karena itu, banyak perusahaan menggunakan pemindaian pada level kemasan induk untuk mempercepat proses receiving dan mengurangi antrian di area bongkar muat.

Teknologi batch scan yang digunakan dalam sistem gudang modern memungkinkan beberapa barcode dibaca sekaligus dalam satu proses pemindaian.

Sistem kemudian mencocokkan data tersebut dengan informasi yang tersimpan pada Warehouse Management System (WMS). Cara ini membantu meningkatkan akurasi penerimaan barang sekaligus mempercepat proses verifikasi.

Proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item? Karena fokus unchecking adalah memastikan pengiriman sesuai dokumen, bukan memeriksa setiap unit produk secara rinci.

Pemeriksaan per item biasanya hanya dilakukan pada kondisi tertentu, seperti quality control, audit stok, investigasi selisih barang, atau pengecekan produk yang menggunakan nomor seri.

Penggunaan scan pada level carton atau kontainer juga membantu mengurangi risiko human error. Semakin banyak aktivitas scan manual yang dilakukan, semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan pencatatan.

Mengapa proses scan hanya koli kontainer dan carton dilakukan pada alur proses toko unchecking, bukan scan per item? Metode ini dipilih karena dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses penerimaan barang, dan membantu menjaga akurasi data inventori.

Selain itu, pemindaian pada level kemasan induk juga mendukung kelancaran operasional gudang tanpa mengurangi kemampuan pelacakan barang dalam sistem logistik. (Rahma)

Baca juga: Peran Jalur Rempah Nusantara pada Abad ke-7 hingga ke-15 dalam Perdagangan Dunia