Konten dari Pengguna

Proses untuk Mengukur Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa dalam Sistem Pendidikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses untuk Mengukur Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa dalam Sistem Pendidikan, Foto:Unsplash/Susan Q Yin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses untuk Mengukur Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa dalam Sistem Pendidikan, Foto:Unsplash/Susan Q Yin

Proses untuk mengukur pencapaian hasil belajar mahasiswa merupakan bagian dari kegiatan akademik yang dilakukan oleh dosen untuk melihat perkembangan belajar mahasiswa.

Melalui evaluasi, dosen dapat mengetahui sejauh mana proses pembelajaran telah berjalan serta memperoleh gambaran mengenai hasil belajar mahasiswa.

Pelaksanaannya dapat dilakukan dalam berbagai bentuk evaluasi yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

Proses untuk Mengukur Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa

Ilustrasi Proses untuk Mengukur Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa dalam Sistem Pendidikan, Foto:Unsplash/Kimberly Farmer

Berdasarkan penjelasan jurnaldikbud.kemendikdasmen.go.id, proses untuk mengukur pencapaian hasil belajar mahasiswa mencakup beberapa tahapan, mulai dari membuat kisi-kisi tes, menyusun soal, melakukan pengukuran, melaksanakan penskoran, hingga melakukan penilaian dan mengadministrasikan hasil belajar.

Setiap tahapan menjadi bagian dari pelaksanaan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan belajar mahasiswa. Dosen sebagai tenaga pendidik memiliki tugas utama mengajar.

Dalam memberikan perkuliahan atau praktikum, dosen perlu mempersiapkan bahan yang akan digunakan serta melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal akademik. Selain menjalankan proses pembelajaran, dosen juga bertugas melakukan evaluasi terhadap kemajuan belajar mahasiswa.

Evaluasi menjadi salah satu alat untuk mengetahui kemajuan belajar mahasiswa. Kegiatan tersebut juga bertujuan mengetahui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan akademik. Hasil evaluasi dapat memberikan umpan balik yang berguna bagi mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran.

Tahap awal dalam evaluasi adalah membuat kisi-kisi tes. Kisi-kisi menjadi bagian dari persiapan sebelum soal diberikan kepada mahasiswa. Setelah itu, dosen menyusun soal dengan memperhatikan kriteria dalam pembuatan soal.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pengukuran. Pengukuran dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Bentuk evaluasi dapat berupa ujian tertulis, ujian lisan, tugas rumah, ujian keterampilan, ujian akhir semester, maupun bentuk ujian lainnya.

Setelah pengukuran dilakukan, tahap selanjutnya adalah penskoran. Hasil pekerjaan mahasiswa diberikan skor sesuai dengan pelaksanaan penilaian yang dilakukan. Selanjutnya, dosen melaksanakan penilaian dan mengadministrasikan hasil belajar mahasiswa..

Evaluasi hasil belajar juga dapat digunakan untuk kebutuhan remedial ataupun menentukan keberhasilan belajar mahasiswa. Karena itu, pelaksanaan evaluasi tidak berhenti pada pemberian ujian, tetapi mencakup rangkaian kegiatan yang perlu dilakukan secara terarah.

Proses untuk mengukur pencapaian hasil belajar mahasiswa meliputi pembuatan kisi-kisi tes, pembuatan soal, pelaksanaan pengukuran, penskoran, penilaian, serta pengadministrasian hasil belajar.

Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan akademik karena dapat membantu mengetahui kemajuan dan keberhasilan belajar mahasiswa sekaligus memberikan umpan balik bagi mahasiswa dan dosen. (Rahma)

Baca juga: Materi Cara Belajar Efektif untuk MPLS SMP 2026 dan Rangkuman