Konten dari Pengguna

Puasa Ramadhan: Pengertian, Rukun, hingga Sunnahnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa Ramadan yang menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa Ramadan yang menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim. Foto: Pixabay

Puasa Ramadhan termasuk ibadah wajib yang sudah dijelaskan melalui firman Allah SWT. Apa sebenarnya pengertian puasa Ramadhan menurut syariat Islam? Puasa dalam Islam sering disebut dengan shaum atau shiyam yang berarti menahan.

Mengutip dalam buku Bekal Ramadhan dan Idul Fitri Menyambut Ramadhan karya Saiyid Mahadir, Lc, MA (2017: 31), puasa Ramadan menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah dalam rangka menahan diri dari segala sesuatu.

Segala sesuatu tersebut termasuk makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.

Dari pengertian puasa di atas, upaya menahan diri yang dilakukan seorang Muslim bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Selain itu, dalam kitab Subul Al Salam dijelaskan bahwa puasa dilakukan dengan cara:

"Menahan diri dari makan, minum, jima' (bercampur dengan istri) dan lain-lain yang telah diperintahkan kepada umat serta menahannya sepanjang hari menurut cara yang disyariatkan. Demikian pula diperintahkan menahan diri dari ucapan yang diharamkan atau dimakruhkan, karena ada hadits-hadits yang melarang hal itu, itu semua berdasarkan waktu dan syarat-syarat yang telah ditetapkan."

Ilustrasi melafalkan niat sebagai rukun puasa Ramadhan. Foto: Pixabay

Puasa terbagi menjadi beberapa jenis, akan tetapi puasa yang wajib diamalkan umat Muslim adalah puasa Ramadan. Puasa Ramadan dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia kepada pencipta-Nya, serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Lantas, bagaimana syarat, rukun, dan sunnah puasa Ramadan? Selengkapnya ada di bawah ini.

Ilustrasi menyegarakan berbuka puasa sebagai sunnah puasa Ramadan. Foto: Pixabay

Syarat Wajib Puasa Ramadan

  • Beragama Islam

  • Telah melalui masa baligh atau telah mencapai umur dewasa

  • Mempunyai akal

  • Sehat jasmani dan rohani

  • Bukan seorang musafir atau sedang melakukan perjalanan jauh

  • Suci dari haid dan nifas

  • Mampu atau kuat melaksanakan ibadah puasa Ramadan

Rukun Puasa Ramadan

Setelah syarat wajib puasa Ramadan terpenuhi, seseorang harus melaksanakan rukun puasa adalah sebagai berikut:

  • Niat

Niat dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa. Niat puasa Ramadan diucapkan sebelum fajar tiba. Namun, beberapa hadits juga menjelaskan bahwa niat bisa diucapkan malam harinya, yaitu sebelum sahur atau setelah salat tarawih.

Adapun bunyi niatnya, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

  • Menahan diri dari kegiatan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Sunnah Puasa Ramadhan

Selain pengertian puasa, syarat, dan rukunnya, ketahui juga sunnah-sunnah puasa Ramadan, agar amalan ibadah semakin maksimal. Hal-hal yang menjadi sunnahnya adalah sebagai berikut:

  • Sahur

  • Segera berbuka, ketika waktu telah tiba

  • Membaca doa buka puasa

  • Berbuka dengan yang manis-manis

  • Memberi makan pada orang yang berbuka

  • Memperbanyak ibadah, berderma, dan masih banyak lagi

(VIO)