Puasa Ramadhan: Pengertian, Rukun, hingga Sunnahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan termasuk ibadah wajib yang sudah dijelaskan melalui firman Allah SWT. Apa sebenarnya pengertian puasa Ramadhan menurut syariat Islam? Puasa dalam Islam sering disebut dengan shaum atau shiyam yang berarti menahan.
Mengutip dalam buku Bekal Ramadhan dan Idul Fitri Menyambut Ramadhan karya Saiyid Mahadir, Lc, MA (2017: 31), puasa Ramadan menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah dalam rangka menahan diri dari segala sesuatu.
Segala sesuatu tersebut termasuk makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.
Dari pengertian puasa di atas, upaya menahan diri yang dilakukan seorang Muslim bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan. Selain itu, dalam kitab Subul Al Salam dijelaskan bahwa puasa dilakukan dengan cara:
"Menahan diri dari makan, minum, jima' (bercampur dengan istri) dan lain-lain yang telah diperintahkan kepada umat serta menahannya sepanjang hari menurut cara yang disyariatkan. Demikian pula diperintahkan menahan diri dari ucapan yang diharamkan atau dimakruhkan, karena ada hadits-hadits yang melarang hal itu, itu semua berdasarkan waktu dan syarat-syarat yang telah ditetapkan."
Puasa terbagi menjadi beberapa jenis, akan tetapi puasa yang wajib diamalkan umat Muslim adalah puasa Ramadan. Puasa Ramadan dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia kepada pencipta-Nya, serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yaitu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Lantas, bagaimana syarat, rukun, dan sunnah puasa Ramadan? Selengkapnya ada di bawah ini.
Syarat Wajib Puasa Ramadan
Beragama Islam
Telah melalui masa baligh atau telah mencapai umur dewasa
Mempunyai akal
Sehat jasmani dan rohani
Bukan seorang musafir atau sedang melakukan perjalanan jauh
Suci dari haid dan nifas
Mampu atau kuat melaksanakan ibadah puasa Ramadan
Rukun Puasa Ramadan
Setelah syarat wajib puasa Ramadan terpenuhi, seseorang harus melaksanakan rukun puasa adalah sebagai berikut:
Niat
Niat dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa. Niat puasa Ramadan diucapkan sebelum fajar tiba. Namun, beberapa hadits juga menjelaskan bahwa niat bisa diucapkan malam harinya, yaitu sebelum sahur atau setelah salat tarawih.
Adapun bunyi niatnya, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."
Menahan diri dari kegiatan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Sunnah Puasa Ramadhan
Selain pengertian puasa, syarat, dan rukunnya, ketahui juga sunnah-sunnah puasa Ramadan, agar amalan ibadah semakin maksimal. Hal-hal yang menjadi sunnahnya adalah sebagai berikut:
Sahur
Segera berbuka, ketika waktu telah tiba
Membaca doa buka puasa
Berbuka dengan yang manis-manis
Memberi makan pada orang yang berbuka
Memperbanyak ibadah, berderma, dan masih banyak lagi
(VIO)
