Konten dari Pengguna

Rahinan Bulan Mei 2026, Hari Suci dan Maknanya untuk Umat Hindu

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi rahinan bulan mei 2026. Unsplash/Aditya Nara
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi rahinan bulan mei 2026. Unsplash/Aditya Nara

Rahinan bulan Mei 2026 menjadi bagian penting dalam praktik kehidupan spiritual umat Hindu di Bali.

Rangkaian hari suci dalam periode ini mencerminkan nilai filosofis dan religius tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga berperan dalam membentuk kesadaran spiritual.

Rahinan Bulan Mei 2026 di Pulau Bali

ilustrasi rahinan bulan mei 2026. Unsplash/rubenhutabarat

Rahinanan bulan Mei 2026 terdiri dari berbagai hari suci yang tersebar sepanjang bulan dengan makna yang berbeda-beda. Rahinan ini mencerminkan siklus spiritual yang mengajarkan keseimbangan hidup melalui berbagai bentuk pemujaan dan penyucian diri.

Terdapat sejumlah hari suci yang memiliki makna mendalam, mulai dari Purnama, Tilem, hingga Tumpek Uduh. Setiap rahinan tidak hanya sekadar penanda waktu.

Rahinan juga menjadi momentum untuk melakukan penyucian diri, memperkuat hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi, serta menjaga keharmonisan alam semesta.

Berdasarkan jurnal journal.stahnmpukuturan.ac.id, rahinan dalam tradisi Hindu Bali memiliki keterkaitan erat dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Rahinan bukan hanya ritual, melainkan juga sarana internalisasi nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Berikut daftar rahinan bulan Mei tahun 2026:

  • 01-05-2026: Purnama

  • 04-05-2026: Soma Umanis Tolu, memuja Bhatara-Bhatari di merajan atau paibon

  • 13-05-2026: Kajeng Keliwon Uwudan

  • 13-05-2026: Buda Keliwon Gumbreg

  • 16-05-2026: Tilem

  • 23-05-2026: Tumpek Uduh/Pengatag/Pengarah/Bubuh, sebagai peringatan kemakmuran

  • 25-05-2026: Soma Paing Warigadean, memuja Ida Sang Hyang Widhi/Bhatara Brahma dan menghaturkan sesaji di merajan atau sanggah kemulan

  • 27-05-2026: Buda Wage Warigadean

  • 28-05-2026: Kajeng Keliwon Enyitan

  • 29-05-2026: Hari Bhatara Sri

  • 31-05-2026: Purnama

Setiap rahinan memiliki fungsi religius dan sosial yang kuat. Purnama dimaknai sebagai simbol kesempurnaan dan waktu untuk meningkatkan kesucian pikiran melalui persembahyangan.

Sementara itu, Tilem menjadi momen untuk melakukan introspeksi diri serta pengendalian terhadap sifat negatif dalam diri manusia.

Hari Suci Tilem memiliki makna sebagai waktu untuk menyucikan diri lahir dan batin. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas melalui doa serta pengendalian pikiran.

Di tengah rangkaian tersebut, Kajeng Keliwon dikenal sebagai hari penyucian yang diyakini memiliki kekuatan dalam menetralisir pengaruh negatif. Rahinan ini memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Tumpek Uduh atau Tumpek Pengatag memiliki makna yang berkaitan dengan kemakmuran dan penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan.

Rahinan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai kehidupan. Setiap hari suci mengajarkan etika, keseimbangan, serta tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dan spiritualitas.

Rahinan bulan Mei 2026 mencerminkan kekayaan ajaran Hindu yang sarat makna filosofis. Dengan memahami nilai di balik setiap rahinan, kehidupan dapat dijalani dengan lebih selaras antara aspek lahir dan batin.

Rahinan bulan Mei tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga pedoman dalam mencapai keharmonisan hidup yang berkelanjutan. (Rahma)

Baca juga: Solusi Pemerataan Pembangunan agar Tidak Menimbulkan Konflik pada Masyarakat