Raja Hyeonjong: Raja Joseon yang Tidak Memiliki Selir

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dinasti Joseon merupakan dinasti kekaisaran Korea terakhir dan terlama. Dinasti tersebut berkuasa dari tahun 1392 hingga 1910, yang didirikan oleh Jenderal Yi Seong-gye setelah jatuhnya Dinasti Goryeo. Dari begitu banyak raja yang berkuasa, terdapat raja Joseon yang tidak memiliki selir.
Dikutip dari buku Peradaban Asia Timur, Anna Mutmainah (2024:366), Dinasti Joseon menganut ajaran Konfusionisme untuk menjadi bagian dari filsafat yang menjadi dasar dalam menjalankan kerajaan.
Ketahui Raja Joseon yang Tidak Memiliki Selir, Hanya Satu Ratu
Setelah Dinasti Goryeo tumbang, dinasti yang baru mulai didirikan oleh Jenderal Yi Seong-gye, yaitu Dinasti Joseon. Ia menamakan kerajaan ini sebagai Joseon untuk memberikan penghormatan terhadap Gojoseon, yang merupakan kerajaan pertama bangsa Korea.
Dinasti Joseon memiliki struktur hierarkis untuk posisi selir. Terdapat delapan tingkatan yang berbeda untuk selir kerajaan, mulai dari Bin (tingkat 1 senior) hingga Suk-won (tingkat 4 junior).
Peringkat tersebut menentukan hak, tanggung jawab, dan bahkan pakaian yang boleh dikenakan oleh para selir. Selain sebagai pendamping pribadi raja, selir juga berperan dalam politik, yaitu untuk memperluas pengaruh kerajaan, serta sebagai alat diplomasi untuk memperkuat aliansi melalui pernikahan dengan keluarga bangsawan.
Menurut data yang tercatat, satu-satunya raja Joseon yang tidak memiliki selir adalah Raja Hyeonjong yang merupakan raja ke-18, ia hanya memiliki satu istri yaitu Ratu Myeongseong.
Ratu Myeonseong memberikan Raja Hyeonjong seorang putra dan tiga orang putri, yaitu Putra Mahkota Myeongbo (bakal Raja Sukjong), Putri Myeongseon, Putri Myeonghee dan Putri Myeongan.
Raja Hyeonjong dari Joseon (1641-1674) memerintah dinasti dari tahun 1659 sampai dengan tahun 1674. Masa pemerintahannya hampir kebanyakan diwarnai oleh konflik besar di antara fraksi-fraksi politik nasional dalam berbagai masalah, terutama masalah pemakaman.
Pada tahun 1666, selama masa pemerintahan Hyeonjong, seorang berkebangsaan Belanda Hendrick Hamel meninggalkan Korea dan kembali ke negara Belanda, dan menulis sebuah buku tentang Dinasti Joseon dan pengalamannya di Korea selama 14 tahun, yang memperkenalkan sebuah kerajaan kecil kepada bangsa Eropa.
Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa raja Joseon yang tidak memiliki selir adalah Raja Hyeonjong yang merupakan raja ke-18.
Baca juga: Mengenal Yeosangun, Raja Tiran Joseon yang Terkenal Kejam
