Konten dari Pengguna

Rekayasa Lalu Lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 Lengkap

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 diterapkan bersamaan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada koridor utama kawasan bisnis Jakarta Selatan.

Penutupan sejumlah ruas utama di koridor Kuningan dan Setiabudi membuat arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Aktivitas olahraga, sepeda santai, dan kegiatan budaya membuat kawasan Jalan H.R. Rasuna Said dipadati warga sejak awal pelaksanaan HBKB berlangsung.

Rekayasa Lalu Lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 dan Penetapan HBKB

Ilustrasi rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026. Foto: Unsplash.com/Reyhan Aviseno

Dikutip dari Instagram @dkijakarta, berikut adalah rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor dalam rangka pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta.

Penutupan ruas utama dilakukan di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said mulai dari simpang Jalan Setiabudi Tengah sampai simpang Jalan Raya Casablanca dan Jalan Prof. Dr. Satrio.

Segmen jalan tersebut dijadikan area utama HBKB sehingga kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas selama kegiatan berlangsung.

Kawasan yang biasanya dipenuhi kendaraan perkantoran berubah menjadi ruang aktivitas masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda, olahraga pagi, hingga menikmati pertunjukan budaya Betawi.

Pengaturan lalu lintas dibagi menjadi beberapa jalur pengalihan sesuai arah kendaraan. Arus kendaraan dari Manggarai menuju Tanah Abang atau kawasan Karet diarahkan melalui Jalan Sultan Agung menuju Jalan Galunggung.

Kendaraan kemudian dialihkan ke Jalan Karet Pasar Baru Timur III dan Jalan Karet Pasar Baru Timur II sebelum kembali menuju jalur utama pusat kota.

Kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Tanah Abang atau Karet juga mengalami perubahan jalur.

Arus lalu lintas diarahkan melewati Jalan Raya Casablanca, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan K.H. Mas Mansyur untuk menghindari area penutupan di koridor Rasuna Said.

Sementara itu, kendaraan dari arah Tanah Abang menuju Manggarai diarahkan melewati Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo lalu menuju Jalan Galunggung dan Jalan Sultan Agung.

Pengalihan tersebut dilakukan agar distribusi kendaraan tidak menumpuk pada titik persimpangan sekitar Setiabudi.

Arus kendaraan dari Tanah Abang menuju Kampung Melayu juga dialihkan melalui Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Raya Casablanca.

Jalur ini dipilih karena memiliki akses langsung menuju kawasan timur Jakarta tanpa harus memasuki ruas HBKB.

Kendaraan dari arah Menteng menuju Kuningan diarahkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulia, hingga Jalan Achmad Bakrie Barat sebelum menuju Casablanca.

Jalur tersebut menjadi salah satu rute alternatif utama selama kegiatan berlangsung.

Pengendara dari arah Kuningan menuju Menteng dialihkan melalui Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, lalu menuju Jalan Galunggung.

Rekayasa tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan bisnis Setiabudi.

Selain pengalihan arus kendaraan, pemerintah juga menyediakan beberapa titik putar balik di ujung area penutupan jalan.

Titik u-turn ditempatkan di sekitar Jalan Galunggung dan Jalan Raya Casablanca agar kendaraan tetap dapat berpindah arah tanpa harus memasuki kawasan inti HBKB.

Pelaksanaan HBKB kali ini turut didukung penyediaan kantong parkir resmi di sekitar Rasuna Said dan Kuningan. Total tersedia 3.687 satuan ruang parkir yang terdiri atas 1.680 ruang mobil dan 2.007 ruang sepeda motor.

Lokasi parkir resmi disiapkan di Parkir Pasar Festival, GOR Soemantri Brodjonegoro, kawasan Rasuna Epicentrum, Setiabudi One, dan Gedung Nyi Ageng Serang.

Seluruh lokasi tersebut dipilih karena memiliki akses langsung menuju jalur pejalan kaki di sekitar area HBKB.

Pengunjung yang datang dari arah Casablanca dapat memanfaatkan akses menuju kawasan Pasar Festival dan Rasuna Epicentrum.

Kendaraan dari arah Menteng dan Setiabudi dapat masuk menuju area parkir melalui Jalan Denpasar Raya dan Jalan Setiabudi Utara Raya.

Transportasi publik masih beroperasi selama pelaksanaan HBKB di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said pada Minggu pagi.

Koridor Transjakarta yang tetap melayani perjalanan mencakup rute 6H Senen–Lebak Bulus, L13 Puri Beta–Flyover Kuningan Express, 6A Ragunan–Balai Kota via Kuningan, 4D Pulo Gadung–Kuningan, 6B Ragunan–Balai Kota via Semanggi, serta rute 6 Ragunan–Galunggung.

Perjalanan LRT Jabodebek juga tetap tersedia melalui lintasan Dukuh Atas–Jati Mulya dan Dukuh Atas–Harjamukti selama kegiatan berlangsung.

Pilihan transportasi tersebut mempermudah mobilitas menuju area HBKB tanpa menambah kepadatan kendaraan di sekitar koridor Rasuna Said.

Koridor Rasuna Said dipilih sebagai lokasi HBKB baru karena dinilai memiliki dukungan transportasi publik yang cukup lengkap.

Kawasan tersebut juga menjadi pusat aktivitas perkantoran, diplomasi, bisnis, dan hunian vertikal sehingga memiliki mobilitas tinggi setiap akhir pekan.

Pelaksanaan HBKB di Rasuna Said juga diharapkan membantu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi titik utama CFD Jakarta.

Penyebaran lokasi HBKB membuat ruang aktivitas masyarakat menjadi lebih luas dan tidak terpusat pada satu koridor saja.

Info rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said 10 Mei 2026 disusun untuk menjaga kelancaran mobilitas selama penutupan ruas utama berlangsung pada Minggu pagi.

Pengaturan jalur alternatif, kantong parkir resmi, dan operasional transportasi umum diterapkan bersamaan agar akses menuju kawasan Kuningan tetap berjalan tertib. (Suci)

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi CFD Jakarta Hari Ini 11 Januari 2026 yang Perlu Diketahui