Rekayasa Lalu Lintas CFD Rasuna Said dan Aturannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said mulai diterapkan bersamaan dengan pengoperasian kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap Minggu pagi di Jakarta Selatan.
Pengaturan arus kendaraan dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung aktivitas masyarakat pada koridor utama kawasan Kuningan.
Penyesuaian rute perjalanan menjadi penting karena sejumlah ruas jalan akan mengalami penutupan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Rekayasa Lalu Lintas CFD Rasuna Said Berlaku Minggu, 7 Juni 2026
Dikutip dari Instagram @dkijakarta, berikut adalah rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said yang diberlakukan selama pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan kawasan Rasuna Said sebagai lokasi pelaksanaan CFD yang dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan berlangsung setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.
Pada pelaksanaan khusus yang bertepatan dengan agenda besar daerah, waktu penutupan dapat diperpanjang hingga pukul 10.00 WIB untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan yang berlangsung di lokasi.
Pemberlakuan CFD dilakukan pada koridor utama Jalan H.R. Rasuna Said yang selama ini menjadi salah satu jalur tersibuk di Jakarta Selatan.
Kawasan tersebut dipilih karena memiliki ruang yang cukup luas untuk kegiatan olahraga, jalan santai, bersepeda, dan berbagai aktivitas masyarakat pada akhir pekan.
Selama pelaksanaan CFD, petugas melakukan penutupan jalan pada dua sisi utama. Pada sisi timur, penutupan dimulai dari Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca.
Pada sisi barat, penutupan diberlakukan mulai Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio sampai Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya.
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi, arus lalu lintas dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif.
Kendaraan dari arah Manggarai menuju Tanah Abang atau Karet diarahkan melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan Karet Pasar Baru Timur, Jalan Karet Pasar Baru Timur II, kemudian menuju Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo.
Sementara itu, kendaraan dari arah Tanah Abang atau Karet menuju Manggarai menggunakan jalur Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo, Jalan Galunggung, dan Jalan Sultan Agung. Pengalihan ini dilakukan agar kendaraan tidak memasuki area penutupan CFD.
Arus kendaraan dari arah Menteng menuju Kuningan dialihkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, Jalan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulya, Jalan Achmad Bakrie Barat, hingga tersambung ke Jalan Casablanca.
Jalur tersebut menjadi akses utama bagi pengendara yang hendak menuju kawasan bisnis Kuningan dari arah pusat kota.
Untuk kendaraan dari arah Kuningan menuju Menteng, rute alternatif yang digunakan meliputi Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan Jalan Galunggung.
Pengaturan ini dirancang agar pergerakan kendaraan tetap berjalan lancar meskipun koridor utama ditutup sementara.
Pengendara dari arah Tanah Abang atau Karet menuju Kampung Melayu diarahkan melalui Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Raya Casablanca.
Sebaliknya, kendaraan dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang atau Karet menggunakan jalur Jalan Raya Casablanca, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan K.H. Mas Mansyur.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan CFD, tersedia sekitar 3.687 satuan ruang parkir di beberapa lokasi strategis.
Area parkir tersebut berada di Pasar Festival dan GOR Soemantri, kawasan Rasuna Epicentrum, Setiabudi One, serta Gedung Nyi Ageng Serang. Lokasi parkir tersebut dipilih karena memiliki akses yang relatif dekat dengan area kegiatan.
Layanan transportasi umum tetap beroperasi normal selama CFD berlangsung. Transjakarta dan LRT Jabodebek dapat dimanfaatkan untuk mencapai kawasan Rasuna Said tanpa perlu membawa kendaraan pribadi.
Pilihan ini dinilai lebih praktis karena dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Petugas juga memastikan kendaraan darurat seperti ambulans tetap memperoleh akses menuju rumah sakit di sekitar kawasan, termasuk rumah sakit yang berada di koridor Kuningan.
Pengaturan khusus tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu selama penutupan jalan berlangsung.
Rekayasa lalu lintas CFD Rasuna Said menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Jakarta Selatan.
Penyesuaian rute, penyediaan area parkir, serta dukungan transportasi umum diharapkan membantu mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama kegiatan berlangsung. (Khoirul)
Baca Juga: Apakah Ada CFD Rasuna Said Hari Ini? Ini Informasi Lengkapnya
