Konten dari Pengguna

Rekayasa Lalu Lintas Haul Solo 2026 yang Perlu Diperhatikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026. Foto: Unsplash.com/Fikri Rasyid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026. Foto: Unsplash.com/Fikri Rasyid

Rangkaian Haul ke-115 Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi akan berlangsung di Solo pada awal Oktober 2026, sehingga rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026 perlu diperhatikan oleh pengguna jalan.

Aktivitas kendaraan di sejumlah ruas kawasan Pasar Kliwon dan sekitarnya akan mengalami pengaturan selama kegiatan berlangsung.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu menyesuaikan perjalanan, terutama saat melintasi kawasan yang menjadi jalur menuju lokasi haul.

Rekayasa Lalu Lintas Haul Solo 2026, Car Free Day Diliburkan

Ilustrasi rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026. Foto: Unsplash.com/Nishaan ahmed

Dikutip dari Instagram @dishubsurakarta, berikut adalah rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026 yang diterapkan Dinas Perhubungan Kota Surakarta bersama unsur terkait untuk mengatur pergerakan kendaraan selama rangkaian haul.

Pengaturan utama diberlakukan di kawasan Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, serta sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan tersebut.

Jalan Kapten Mulyadi ditutup mulai Simpang Sangkrah hingga Simpang Baturono. Penutupan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB sampai Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB.

Selama ruas tersebut ditutup, kendaraan dari arah utara menuju Sukoharjo atau Wonogiri dialihkan melalui Simpang Loji, Simpang Telkom, Gladag, jalur contra flow BST, Simpang Nonongan, kemudian Simpang Gemblegan.

Pengaturan juga diterapkan di kawasan Jalan Kahar Muzakir. Ruas Jalan Kahar Muzakir dari Simpang Nglebak sampai Simpang Kusumodilagan diberlakukan dua arah selama 2–4 Oktober 2026.

Kendaraan dari Jalan Kyai Mojo yang menuju pusat kota diarahkan belok kiri menuju Jalan Ki Sungai Serang, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kahar Muzakir dan Jalan Brigjen Sudiarto.

Pengguna jalan yang tidak memiliki keperluan menuju kawasan haul dianjurkan memilih rute lain selama periode pengaturan. Masyarakat yang tetap melintasi area tersebut perlu mengikuti rambu, petunjuk, serta arahan petugas di lapangan. Parkir kendaraan juga diarahkan ke lokasi yang sudah disediakan agar badan jalan tidak terganggu.

Terdapat 13 kantong parkir yang disiapkan bagi pengunjung. Lokasinya meliputi Benteng Vastenburg sisi timur dan barat, area dalam serta depan Mako Brimob Mojo, Denbekang depan Asrama CPM Gilingan, PAU Pedaringan, Terminal Tirtonadi, Jalan Juanda sisi utara, Dalem Joyokusuman, kawasan barat Fave Hotel Solo Baru, barat Pandawa Solo Baru, TPM Jurug, eks Pasar Kabangan, serta parkir on street Jalan Alun-alun Utara sisi timur.

Selain pengaturan arus kendaraan, sejumlah kegiatan rutin pada Minggu, 4 Oktober 2026 juga ditiadakan.

Car Free Day Slamet Riyadi, Car Free Day Juanda, dan Zona Olahraga Manahan diliburkan untuk mendukung kelancaran mobilitas selama rangkaian haul.

Pengguna jalan dapat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan jadwal penutupan yang berlaku. Mematuhi arahan petugas serta menggunakan kantong parkir resmi membantu menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan acara.

Seluruh pengaturan tersebut berlaku selama periode yang telah ditetapkan untuk mendukung mobilitas jemaah dan pengguna jalan.

Rekayasa lalu lintas Haul Solo 2026 juga perlu diperhatikan agar perjalanan di kawasan Pasar Kliwon dan ruas sekitarnya tetap tertib. (Khoirul)

Baca Juga: Rangkaian Haul Solo 2026 yang Perlu Diketahui sebelum Berangkat