Konten dari Pengguna

Rekayasa Lalu Lintas Lenteng Agung Terbaru Akibat Jalan Amblas

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas Lenteng Agung, Foto: Fauzan/Antara Foto/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas Lenteng Agung, Foto: Fauzan/Antara Foto/kumparanNEWS

Rekayasa lalu lintas Lenteng Agung menjadi perhatian banyak pengendara setelah terjadinya kerusakan jalan di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kondisi tersebut berdampak pada arus kendaraan dan menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama bagi pengguna jalan yang melintas menuju arah Depok.

Rekayasa Lalu Lintas Lenteng Agung akibat Kerusakan Jalan

Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas, Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan/kumparanNEWS

Mengutip Instagram resmi kumparan (@kumparancom), rekayasa lalu lintas di kawasan Lenteng Agung diterapkan setelah terjadinya jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, tepatnya dekat Gang Empang, Jakarta Selatan.

Kerusakan yang diduga disebabkan oleh gangguan saluran air di bawah badan jalan tersebut membuat dua lajur tidak dapat digunakan dan memicu kemacetan menuju arah Universitas Indonesia (UI), Depok, dan sekitarnya.

Berikut rekayasa lalu lintas terbaru yang diberlakukan selama proses perbaikan berlangsung:

1. Kendaraan roda dua masih dapat melintas

Pengendara sepeda motor tetap diperbolehkan melewati jalan raya Lenteng Agung melalui lajur paling kanan yang masih dapat digunakan.

2. Pengalihan arus untuk sepeda motor dilakukan secara situasional

Jika kondisi lalu lintas padat, kendaraan roda dua dapat diarahkan melalui Jalan Gardu, Jalan H. Shibi IV, Jalan H. Shibi II, Jalan H. Shibi, kemudian keluar menuju Jalan Akses UI.

3. Kendaraan roda empat menuju UI dan Depok dialihkan ke jalur alternatif

Pengendara mobil yang hendak menuju Universitas Indonesia atau Depok diarahkan untuk putar balik di Perlintasan Kereta Api Universitas Pancasila (JPL 23).

Setelah itu perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Kahfi II, Jalan Tanah Baru, hingga menuju wilayah Depok dan Sawangan.

4. Kendaraan dengan muatan berat tidak diizinkan melintas di area tersebut

Truk dan kendaraan besar dialihkan sejak Simpang Jalan TB Simatupang. Pengendara dapat menggunakan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari), Jalan Raya Bogor, atau Jalan Tol Jagorawi sebagai jalur alternatif.

Selain penerapan rekayasa lalu lintas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan sekitar 20 petugas di lapangan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan dan mengarahkan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.

Sementara itu, proses perbaikan jalan amblas hingga 31 Mei 2026 telah mencapai sekitar 70 persen. Sebanyak sembilan unit box culvert sudah terpasang dan satu unit terakhir masih dalam tahap pengerjaan.

Faktanya, pekerjaan belum selesai karena masih ada proses pengecoran, pembersihan area, serta penyesuaian terhadap utilitas kabel milik PLN yang berada di lokasi.

Cuaca hujan yang sempat terjadi juga menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses penanganan karena meningkatkan debit air dari Danau Universitas Indonesia yang mengalir melalui saluran di bawah jalan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan guna menghindari kemacetan.

Demikianlah informasi terbaru mengenai rekayasa lalu lintas di Lenteng Agung akibat jalan amblas. Selama proses perbaikan belum selesai sepenuhnya, pengguna jalan disarankan menyesuaikan rute perjalanan agar aktivitas tetap berjalan lebih lancar. (Fikah)

Baca juga: Kendala yang Dihadapi Pemerintah Daerah dalam Melaksanakan Otonomi Daerah