Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Rakyat Bagus Kuning yang Berasal dari Sumatra Selatan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita rakyat Bagus Kuning. Sumber: Pixabay/MythologyArt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita rakyat Bagus Kuning. Sumber: Pixabay/MythologyArt

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sekali cerita rakyat dari berbagai daerah, seperti cerita rakyat Bagus Kuning yang berasal dari Sumatra Selatan. Cerita tersebut berkisah tentang seorang wanita sakti dengan kemampuan dan kesaktian cukup tinggi.

Cerita rakyat tidak hanya menjadi hiburan semata tetapi juga sarana pendidikan moral, pelestarian nilai-nilai budaya, serta penghubung antar generasi. Ini membuat cerita rakyat menjadi warisan budaya bukan benda yang penting bagi identitas bangsa Indonesia.

Cerita Rakyat Bagus Kuning, Kekayaan Budaya Indonesia

Ilustrasi cerita rakyat Bagus Kuning. Sumber: Pixabay/MythologyArt

Dikutip dalam Buku Ajar Sastra Lama: Cerita Rakyat oleh Masni Dewi, S.Pd., M.Pd., dkk (2024:1) cerita rakyat menjadi bagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat yang penyampaiannya secara turun temurun dari seseorang kepada orang lain.

Salah satu cerita rakyat yang menarik untuk diketahui yaitu cerita rakyat Bagus Kuning. Cerita yang berasal dari daerah Sumatra Selatan ini menceritakan Ratu Bagus Kuning yang diyakini merupakan murid dari salah satu Wali Songo yang suci dan memiliki kesaktian tinggi.

Singkat cerita, baru saja sampai di wilayah Sumatera Selatan, niat baik Bagus Kuning dalam menyebarkan agama Islam dihalangi oleh 11 orang pendekar. Bagus Kuning kemudian menantang para pendekar tersebut untuk bertarung melawan dirinya dan akhirnya menang.

Para pendekar tersebut akhrinya memeluk agama Islam dan kemudian memutuskan untuk menjadi pengikut Bagus Kuning. Perjalanan Bagus Kuning berlanjut dan sempat beristirahat sejenak di dekat lokasi tempat dirinya menyebarkan ajaran Islam.

Tanpa Bagus Kuning sadari, ternyata dirinya bersama rombongan beristirahat di wilayah kerajaan siluman kera. Kedatangan Bagus Kuning dan rombongan membuat para siluman kera terganggu. Akhirnya para siluman kera mengganggu rombongan tersebut.

Bagus Kuning kemudian mencoba memberikan penjelasan kepada siluman kera bahwa dirinya dan rombongan hanya beristirahat sejenak di wilayah tersebut. Namun, para siluman tidak menggubris ucapan Bagus Kuning.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa perlu melibatkan kelompok masing-masing untuk saling bertarung, akhirnya Bagus Kuning menantang raja siluman kera untuk berhadapan langsung dengan dirinya. Raja siluman kera pun menyanggupi tantangan itu.

Dengan kesaktian yang dimiliki Bagus Kuning, pertarungan sengit itu dimenangkan olehnya. Raja siluman mengakui kekalahannya dan memberikan kerajaannya. Akhirnya, Bagus Kuning menyandang gelar ratu dan memimpin wilayah tersebut hingga akhir hayatnya.

Berdasarkan keyakinan masyarakat Sumatra Selatan, makam Bagus Kuning ada di daerah Plaju, Palembang. Ada kera berkeliaran di sekitar makam. Kera-kera ini diyakini sebagai keturunan dari raja siluman kera yang bertugas menjaga makam Ratu Bagus Kuning.

Itulah sinopsis cerita rakyat Bagus Kuning yang bisa digunakan bahan cerita kepada si kecil. Cerita tersebut hingga kini diwariskan turun-temurun sebagai kisah teladan tentang keberanian, keteguhan hati, dan iman yang kuat dalam menjalankan kebenaran. (MRZ)

Baca juga: Tema Cerita yang Terdapat Pada Cerita Rakyat Jaka Tingkir