Rumor iPhone Flip yang Ramai Diperbincangkan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumor iPhone Flip kembali ramai seiring munculnya kabar mengenai rencana Apple menghadirkan iPhone dengan layar yang dapat dilipat.
Perangkat tersebut diperkirakan membawa pendekatan baru dalam lini iPhone dengan desain berbeda dari model konvensional.
Rencana ini muncul setelah Apple cukup lama mengamati perkembangan teknologi foldable yang lebih dulu diterapkan oleh berbagai produsen smartphone.
Rumor iPhone Flip akankah Ada Phone yang Dilipat?
Rumor iPhone Flip mengarah pada kabar mengenai perangkat lipat pertama Apple, meskipun nama Flip belum dikonfirmasi sebagai nama resmi produk.
Dikutip dari mashable.com, perangkat yang paling kuat dirumorkan saat ini justru disebut sebagai iPhone Fold atau iPhone Ultra Fold dengan konsep layar lipat berbentuk seperti buku.
Apple memang belum memiliki produk foldable, berbeda dari sejumlah pesaing yang sudah lebih dulu meluncurkan smartphone dengan layar fleksibel.
Namun, perusahaan tersebut dikenal sering memasuki kategori baru setelah teknologi dianggap matang dan mampu menghadirkan standar penggunaan yang berbeda.
Sejumlah laporan menyebut Apple telah mengembangkan perangkat lipat selama beberapa tahun.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layar, sistem engsel, daya tahan bodi, serta pengalaman penggunaan tetap sesuai dengan standar produk Apple.
Rumor mengenai perangkat lipat Apple semakin kuat setelah muncul dugaan adanya dukungan teknologi foldable dalam sistem operasi terbaru.
Kode pada versi beta iOS 27 disebut memiliki beberapa referensi yang berkaitan dengan perangkat dengan layar yang dapat berubah posisi.
Beberapa kode seperti pengaturan sudut mekanis dan posisi layar terbuka memberikan indikasi bahwa Apple sedang mempersiapkan sistem yang mampu menyesuaikan tampilan berdasarkan kondisi perangkat.
Fitur tersebut diperlukan karena ponsel lipat memiliki cara penggunaan berbeda ketika layar dalam keadaan tertutup maupun terbuka.
Dari sisi desain, perangkat lipat pertama Apple diperkirakan menggunakan model book-style, bukan bentuk flip kecil yang melipat secara vertikal.
Konsep tersebut membuat perangkat memiliki layar luar untuk aktivitas cepat dan layar utama yang lebih luas ketika dibuka sepenuhnya.
Ukuran layar yang dirumorkan mencapai sekitar 5,5 inci pada bagian luar dan sekitar 7,8 inci pada layar bagian dalam.
Ketika dibuka, perangkat tersebut diperkirakan menawarkan ruang tampilan yang mendekati ukuran tablet kecil sehingga dapat digunakan untuk aktivitas multitugas.
Apple juga disebut memberikan perhatian besar pada kualitas layar lipat. Salah satu tantangan terbesar dalam perangkat foldable adalah garis lipatan yang terlihat pada panel.
Apple dikabarkan ingin menghadirkan layar dengan lipatan yang sangat minim agar pengalaman penggunaan terasa lebih mulus.
Bagian engsel menjadi komponen penting dalam pengembangan perangkat tersebut. Apple disebut mempertimbangkan penggunaan material khusus seperti liquid metal untuk meningkatkan kekuatan engsel sekaligus membantu menjaga bentuk perangkat setelah digunakan berulang kali.
Untuk keamanan, perangkat lipat Apple kemungkinan menggunakan Touch ID sebagai pengganti Face ID. Desain yang sangat tipis membuat penempatan komponen Face ID menjadi lebih sulit sehingga sensor sidik jari pada tombol samping dinilai lebih memungkinkan.
Pada sektor performa, perangkat ini diperkirakan menggunakan chip A20 yang dibuat dengan teknologi fabrikasi terbaru.
Chip tersebut dirancang untuk memberikan peningkatan kecepatan sekaligus efisiensi daya, terutama karena perangkat layar lipat membutuhkan pengelolaan energi yang lebih baik.
Konfigurasi kamera yang dirumorkan mencakup empat kamera, yaitu dua kamera belakang, satu kamera depan, serta satu kamera pada bagian dalam perangkat.
Sistem tersebut dirancang agar pengguna tetap dapat mengambil foto maupun melakukan panggilan video dalam berbagai posisi perangkat.
Harga menjadi salah satu faktor yang membuat perangkat lipat Apple diprediksi masuk kategori premium.
Sejumlah analis memperkirakan harga perangkat tersebut berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 dolar AS atau sekitar puluhan juta rupiah ketika dikonversikan.
Harga tinggi tersebut dipengaruhi oleh biaya produksi layar fleksibel, material khusus, teknologi engsel, serta komponen internal yang lebih kompleks dibandingkan iPhone biasa.
Apple juga perlu memastikan perangkat tersebut memiliki tingkat ketahanan tinggi sebelum dipasarkan secara luas.
Perkiraan peluncuran mengarah pada tahun 2026, kemungkinan bersamaan dengan jajaran iPhone generasi terbaru.
Namun, Apple belum memberikan pengumuman resmi sehingga detail mengenai nama, harga final, dan tanggal rilis masih dapat berubah.
Persaingan di pasar ponsel lipat juga menjadi alasan Apple perlu menghadirkan perangkat dengan keunggulan tersendiri.
Produsen seperti Samsung sudah memiliki beberapa generasi ponsel foldable, sehingga Apple harus menawarkan pengalaman berbeda agar dapat menarik pengguna.
Rumor iPhone Flip masih berada dalam tahap spekulasi karena Apple belum mengonfirmasi produk tersebut secara resmi.
Jika benar dirilis, perangkat lipat Apple berpotensi menjadi salah satu langkah terbesar perusahaan dalam memperluas desain iPhone di masa mendatang. (Khoirul)
Baca Juga: iPhone 18 Kapan Rilis di Indonesia? Cari Tahu di Sini
