Konten dari Pengguna

Rute LRT Velodrome-Manggarai, Panduan Perjalanan dan Transitnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rute LRT Velodrome-Manggarai. Foto: Unsplash.com/Fadhila Nurhakim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rute LRT Velodrome-Manggarai. Foto: Unsplash.com/Fadhila Nurhakim

Perjalanan menggunakan transportasi rel akan semakin luas setelah rute LRT Velodrome-Manggarai memasuki tahap penyelesaian sesuai rencana pembangunan.

Pengembangan jalur baru menjadi bagian dari upaya memperluas akses perjalanan antarkawasan di Jakarta dengan waktu tempuh yang lebih terukur.

Lintasan tambahan tersebut juga memperkuat hubungan antara jaringan LRT Jakarta dan pusat perpindahan moda di ibu kota.

Rute LRT Velodrome-Manggarai, Layanan Fase 1B

Ilustrasi rute LRT Velodrome-Manggarai. Foto: Unsplash.com/Fadhila Nurhakim

Dikutip dari smartcity.jakarta.go.id, berikut adalah rute LRT Velodrome-Manggarai yang dibangun sebagai perpanjangan layanan LRT Jakarta Fase 1B dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Manggarai dengan panjang lintasan sekitar 6,4 kilometer.

Jalur baru ini melengkapi rute yang telah beroperasi sebelumnya sehingga jangkauan perjalanan menggunakan LRT Jakarta menjadi lebih luas.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Velodrome, kemudian melewati Stasiun Pemuda Barat (Rawamangun), Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, lalu berakhir di Stasiun Manggarai.

Seluruh stasiun tersebut dibangun untuk melayani kawasan permukiman, pusat kegiatan masyarakat, fasilitas pendidikan, hingga area perkantoran yang cukup padat.

Manggarai dipilih sebagai titik akhir fase pembangunan karena memiliki fungsi penting sebagai simpul transportasi. Dari lokasi tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan KRL Commuter Line, MRT Jakarta, maupun TransJakarta.

Integrasi tersebut membuat perpindahan moda menjadi lebih sederhana tanpa harus berpindah ke terminal atau stasiun yang berjauhan.

Pembangunan lintasan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga April 2026, pekerjaan konstruksi telah mencapai sekitar 91,86 persen.

Sebagian besar jalur layang sudah berdiri, sedangkan pemasangan rel pada beberapa segmen telah selesai sehingga memasuki tahapan pengujian operasional.

Salah satu tahapan penting dilakukan melalui uji coba rangkaian kereta di lintasan sepanjang sekitar 3,6 kilometer antara Velodrome dan Pasar Pramuka.

Pengujian tersebut meliputi pemeriksaan rel, sistem kelistrikan, perangkat persinyalan, serta kesiapan kereta sebelum digunakan untuk layanan penumpang.

Selain lintasan rel, pembangunan stasiun juga berlangsung secara bersamaan. Stasiun Rawamangun menjadi salah satu titik dengan progres pembangunan yang telah mendekati penyelesaian, sedangkan Stasiun Manggarai masih menjalani penyelesaian bangunan utama beserta fasilitas pendukung.

Seluruh pekerjaan dilakukan agar setiap stasiun siap melayani arus penumpang saat operasional dimulai.

Jika pembangunan selesai sesuai target pada Agustus 2026, perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh sekitar 28 menit.

Waktu tersebut diperoleh karena penumpang tidak perlu berganti moda selama masih berada dalam jaringan LRT Jakarta menuju Manggarai.

Pengembangan ini juga menjadi langkah awal perluasan jaringan LRT Jakarta. Setelah fase menuju Manggarai selesai, proyek direncanakan berlanjut melalui Fase 1C yang menghubungkan Manggarai dengan Dukuh Atas sepanjang sekitar 2,4 kilometer. Jalur tambahan itu akan memperkuat koneksi langsung menuju MRT Jakarta.

Rencana berikutnya ialah pembangunan Fase 2A dari Kelapa Gading menuju kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Sunter dengan panjang sekitar 8,4 kilometer.

Perluasan tersebut bertujuan meningkatkan jangkauan layanan transportasi rel menuju wilayah utara Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.

LRT Jakarta memiliki perbedaan dengan LRT Jabodebek. LRT Jakarta melayani perjalanan di dalam wilayah DKI Jakarta dan dikelola oleh PT LRT Jakarta.

Sementara itu, LRT Jabodebek melayani lintasan Jakarta, Bogor, Depok, serta Bekasi di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Perbedaan wilayah operasi tersebut penting dipahami saat menentukan jalur perjalanan.

Dari sisi layanan, LRT Jakarta menerapkan tarif flat sebesar Rp5.000 untuk satu kali perjalanan. Pembayaran dapat dilakukan menggunakan berbagai kartu uang elektronik, seperti e-Money, Flazz, TapCash, BRIZZI, JakCard, dan JakLingko.

Jadwal keberangkatan juga dibuat teratur dengan selang waktu sekitar 10 menit pada kondisi operasional normal.

Kereta dilengkapi bangku prioritas bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.

Layar digital di dalam rangkaian menampilkan posisi perjalanan dan nama stasiun berikutnya sehingga penumpang dapat mengetahui lokasi secara lebih mudah.

Saat seluruh proyek selesai, LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari secara bertahap. Kapasitas tersebut diharapkan membantu mengurangi beban lalu lintas sekaligus memperluas penggunaan transportasi publik di Jakarta.

Pengembangan jaringan rel perkotaan terus bergerak menuju sistem transportasi yang saling terhubung di berbagai kawasan ibu kota.

Rute LRT Velodrome-Manggarai menjadi bagian penting dalam memperluas akses perjalanan sekaligus mendukung perpindahan antarmoda dengan waktu tempuh yang lebih efisien. (Shofia)

Baca Juga: Open Top Bus PIK Jakarta, Rute, dan Informasi Menariknya