Sadari Mulai Sekarang! Inilah Syarat Kemasan Makanan yang Baik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemasan makanan merupakan salah satu komponen yang tidak terlepaskan dari suatu produk. Berbagai jenis kemasan makanan dibentuk sedemikian rupa untuk menarik hati calon pelanggan.
Namun, memilih kemasan makanan tidak boleh asal. Hal ini untuk menjaga kualitas makanan agar tetap terjaga. Oleh karena itu, syarat kemasan makanan yang baik perlu diterapkan. Fungsinya, untuk menjaga kandungan makanan agar tidak terkontaminasi senyawa kimia berbahaya.
Seperti yang kita ketahui bersama, makanan merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Kandungan yang terdapat di dalamnya, membantu metabolisme tubuh bekerja secara maksimal tanpa gangguan apa pun.
Kemajuan teknologi memberikan efektivitas dalam pengemasan makanan. Inilah mengapa banyak kita temukan berbagai jenis kemasan dengan berbagai jenis bahan. Mulai dari gelas, plastik, kertas, dan lain sebagainya. Ragam jenis kemasan makanan tersebut ditujukan untuk kemudahan distribusi dan ketahanan produk.
Mengutip laman pom.go.id, di samping banyaknya jenis kemasan makanan, banyak pula risiko dari bahan kemasan yang harus diwaspadai. Berikut ulasan selengkapnya.
Pengaruh Negatif Kemasan Berbahan Kimia
Untuk menjaga ketahanan makanan dan minuman serta kemudahan distribusi, plastik menjadi kemasan alternatif teratas yang dipilih. Padahal, plastik mengandung senyawa polimer, filler, plasticizer, retar dan nyala, antioksidan, lubrikan, penstablil panas dan pigmen warna.
Risiko yang ditimbulkan oleh senyawa-senyawa tersebut melalui migrasi senyawa kimia toksik dari plastik ke makanan bersuhu tinggi. Biasanya, perpindahan senyawa tersebut terjadi pada suhu lebih dari 60 derajat celcius dengan kontak selama 30 menit.
Migrasi senyawa kimia ke makanan menyebabkan penurunan kualitas dan keselamatan pangan. Untuk jangka waktu pendek, kondisi ini mungkin tidak akan disadari. Namun, efek jangka panjang yang akan ditemui bisa berdampak fatal pada kesehatan organ tubuh. Mulai dari keracunan akibat akumulasi bahan toksik hingga berbagai jenis gangguan kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, pemilihan kemasan makanan tidak boleh sembarangan. Perlu adanya pertimbangan lebih spesifik untuk menjaga ketahanan makanan agar tetap aman dan baik kualitasnya.
Syarat Kemasan Makanan yang Baik
Permasalahan kemasan makanan di masyarakat merupakan sebuah persoalan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Perlu perhatian khusus agar risiko kontaminasi bahan kimia berbahaya pada makanan bisa diminimalisir sedini mungkin.
Mengutip laman pom.go.id, berikut syarat kemasan makanan yang baik sesuai anjuran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM):
Kemasan tidak bersifat toksik dan beresidu terhadap pangan-minuman.
Kemasan harus mampu menjaga bentuk, rasa, kehigienisan, dan gizi bahan pangan.
Senyawa bahan toksik kemasan tidak boleh bermigrasi ke dalam bahan pangan terkemas.
Bentuk, ukuran, dan jenis kemasan memberikan efektivitas.
Bahan kemasan tidak mencemari lingkungan hidup. Secara ringkas syarat kemasan harus mampu melindungi pangan secara fisik, kimia, dan biologis. Beberapa bahan kemasan karena pengaruh suhu dan waktu kontak terhadap jenis bahan pangan tertentu, menimbulkan efek toksik bagi tubuh manusia.
Mengemas makanan untuk tujuan efektivitas dan kemudahan distribusi memanglah sebuah keharusan. Namun, mempertimbangkan bahan baku kemasan makanan merupakan hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.
Dengan memahami syarat kemasan makanan yang baik, semoga menambah kesadaran akan penggunaan kemasan makanan yang ada di sekitar kita.
(ANM)
