Sasaran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia GATI

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sasaran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia GATI adalah topik yang menunjukkan pentingnya keterlibatan ayah dalam dinamika keluarga masa kini.
Pembangunan kualitas keluarga membutuhkan kesadaran mendalam tentang peran setiap anggota dalam menciptakan lingkungan yang penuh kehangatan.
Nilai pengasuhan yang kuat tumbuh ketika peran ayah mendapat ruang untuk berkembang secara lebih seimbang dan berkelanjutan.
Sasaran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia GATI
Sasaran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia GATI adalah kelompok keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memperkuat peran ayah sebagai figur pengasuh, pendidik, dan pelindung dalam proses tumbuh kembang anak.
Mengutip situs kampungkb.bkkbn.go.id, program ini pertama kali diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada 21 April 2025.
Kehadirannya berangkat dari kesadaran nasional mengenai minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan harian, sehingga dibutuhkan langkah terarah untuk memperkuat partisipasi ayah sejak fase awal perkembangan anak hingga masa remaja.
GATI menempatkan peran ayah sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter, keamanan emosional, dan kualitas hubungan keluarga, sehingga setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu diarahkan untuk memperkuat pemahaman tersebut secara menyeluruh.
Sasaran utama program ini adalah keluarga yang memiliki balita, karena masa pertumbuhan dini merupakan fase paling berpengaruh terhadap perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak.
Pada fase ini, kehadiran ayah berperan besar dalam membentuk rasa aman, pola interaksi sehat, serta dukungan yang menyeluruh bagi proses belajar anak.
GATI menggarisbawahi pentingnya peran ayah dalam membangun ikatan emosional sejak awal agar anak tumbuh sebagai pribadi yang stabil dan percaya diri.
Oleh sebab itu, program kegiatan seperti sesi kasih sayang di kampung KB diarahkan untuk membantu ayah memahami pola pengasuhan positif, komunikasi empatik, dan strategi sederhana dalam mendampingi balita.
Selain keluarga yang memiliki anak usia dini, program ini juga menyasar lingkungan pendidikan dan komunitas masyarakat melalui berbagai wadah pendukung.
Program seperti Desa atau Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) di Kampung KB menjadi ruang pemberdayaan ayah agar lebih terlibat dalam kegiatan keluarga dan sosial.
Program Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA) dirancang untuk memperkuat kehadiran ayah dalam kehidupan sekolah anak, sehingga proses belajar tidak hanya bergantung pada peran ibu atau pendidik formal.
Komunitas KOMPAK TENAN juga menyediakan ruang berbagi pengalaman dan penguatan emosi bagi para ayah yang ingin meningkatkan kapasitas pengasuhan.
Program GATI turut menyasar pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan atau memasuki tahap awal berkeluarga melalui layanan konseling seperti Siapnikah dan Satyagatra.
Dengan pendekatan ini, pemahaman mengenai kesetaraan peran pengasuhan tidak hanya muncul setelah memiliki anak, tetapi ditanamkan sejak awal perjalanan berumah tangga.
Inisiatif ini memperkuat pola asuh berkeadilan gender serta membantu membangun fondasi keluarga yang sehat dan harmonis.
Sasaran yang luas menunjukkan bahwa GATI tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia, tetapi mencakup berbagai lingkup keluarga dan masyarakat agar peran ayah mendapatkan penguatan yang konsisten dan berkelanjutan.
Pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan ini memperkuat lingkungan tumbuh kembang anak dengan menempatkan figur ayah sebagai bagian penting dalam dinamika keluarga.
Sebagai penutup, kesadaran mengenai sasaran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia GATI menjadi dorongan kuat untuk membangun keluarga yang lebih responsif, harmonis, dan penuh dukungan emosional. (Khoirul)
Baca Juga: Kapan Internet Rakyat Bisa Digunakan? Ini Penjelasan Lengkapnya
