Sejarah dan Tema Hari Buku Sedunia 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah dan tema Hari Buku Sedunia 2026 menarik untuk diketahui, terutama bagi pencinta literasi. Peringatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam meningkatkan minat baca.
Hari Buku Sedunia diperingati setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada penulis, penerbit, dan pembaca di seluruh dunia. Tema yang diangkat biasanya mencerminkan isu literasi global.
Sejarah dan Tema Hari Buku Sedunia 2026
Mengutip dari situs rri.co.id, berikut ini sejarah dan tema Hari Buku Sedunia 2026 lengkap dengan penjelasannya.
Peringatan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap tanggal 23 April sebagai bentuk penghargaan terhadap buku, penulis, serta pentingnya hak cipta dalam dunia penerbitan.
Momentum ini juga menjadi ajakan global untuk meningkatkan minat baca di tengah perkembangan era digital. Sejarah Hari Buku Sedunia bermula dari Spanyol pada tahun 1923.
Ide ini dicetuskan oleh seorang penulis bernama Vicente Clavel Andres untuk menghormati karya Miguel de Cervantes. Awalnya, peringatan dilakukan pada 7 Oktober, namun kemudian dipindahkan menjadi 23 April.
Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan wafatnya beberapa tokoh sastra di dunia seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega.
Kemudian UNESCO secara resmi menetapkan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia pada tahun 1995. Tujuannya adalah untuk mendorong budaya membaca, mendukung industri penerbitan, serta melindungi karya intelektual para penulis.
Untuk tahun 2026, tema Hari Buku Sedunia secara umum masih mengusung semangat literasi global, yaitu mendorong akses membaca untuk semua kalangan dan memperkuat peran buku sebagai jembatan pengetahuan lintas generasi.
Selain itu, perayaan ini juga sering disertai dengan penunjukan “Ibu Kota Buku Dunia” yang bertugas mempromosikan budaya membaca di berbagai negara.
Hari Buku Sedunia bukan sekadar perayaan, melainkan gerakan global yang menekankan pentingnya buku sebagai sumber ilmu dan inspirasi. Buku mampu membuka wawasan, memperluas perspektif, serta menjadi sarana pembelajaran sepanjang hayat.
Sejarah dan tema Hari Buku Sedunia 2026 menunjukkan bahwa peringatan ini memiliki makna yang mendalam. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa budaya membaca perlu terus dijaga dan dikembangkan di tengah arus globalisasi. (Dista)
Baca Juga: 20 Rekomendasi Buku Filsafat 2024 untuk Pemula
