Sejarah Hari Asteroid Internasional dan Makna Peringatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Asteroid Internasional diperingati setiap tanggal 30 Juni. Dari sejarah Hari Asteroid Internasional untuk mengenang peristiwa Tunguska yang terjadi di Siberia dan Rusia pada 30 Juni 1908.
Insiden ini dikenal sebagai dampak dari asteroid terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern ketika ledakan besar meratakan jutaan pohon di kawasan hutan Tunguska tanpa meninggalkan kawah tumbukan yang jelas.
Sejarah Hari Asteroid Internasional tentang Peristiwa Tunguska
Mengutip dari situs www.un.org, berikut adalah sejarah Hari Asteroid Internasional dan makna peringatannya.
Pada bulan Desember tahun 2016, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi Resolusi A/RES/71/90 yang menetapkan 30 Juni sebagai Hari Asteroid Internasional.
Penetapan ini bertujuan untuk memperingati peristiwa Tunguska sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh tumbukan asteroid terhadap Bumi.
Hari Asteroid Internasional juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah komunikasi dan mitigasi yang perlu dilakukan apabila suatu saat muncul ancaman nyata dari objek dekat Bumi atau Near Earth Objects (NEO).
Keputusan PBB ini adalah usulan dari Association of Space Explorers (ASE) yang mendapat dukungan dari Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (COPUOS).
Latar belakang peringatan ini tidak lepas dari keberadaan Near Earth Objects (NEO), yaitu asteroid dan komet yang lintasan orbitnya membawa mereka dalam jarak sekitar 1,3 unit astronomi atau kurang lebih 195 juta kilometer dari Matahari. Sebagian di antaranya memiliki lintasan yang sangat dekat dengan orbit Bumi.
Asteroid yang berada di jarak kurang dari 0,05 unit astronomi atau sekitar 7,5 juta kilometer dari orbit Bumi serta berdiameter lebih dari 140 meter dikategorikan sebagai objek yang berpotensi menimbulkan ancaman serius apabila suatu saat bertabrakan dengan planet ini.
Hingga saat ini, NASA melalui Center for Near Earth Object Studies telah mencatat lebih dari 36.000 asteroid dekat Bumi yang berhasil diidentifikasi.
Selain peristiwa Tunguska, dunia juga pernah dikejutkan oleh peristiwa Chelyabinsk pada tanggal 15 Februari 2013.
Saat itu, sebuah asteroid dengan diameter sekitar 18 meter memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 18,6 kilometer per detik sebelum meledak di langit wilayah Chelyabinsk, Rusia.
Ledakan tersebut menghasilkan energi sekitar 440 kiloton TNT yang menjadikannya peristiwa tumbukan paling kuat sejak insiden Tunguska lebih dari satu abad sebelumnya.
Berbagai kejadian ini menunjukkan bahwa ancaman asteroid bukan sekadar teori.
Oleh karena itulah, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) selama bertahun-tahun mendorong kerja sama internasional dalam mendeteksi, memantau, dan menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi bahaya dari objek dekat Bumi.
Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi COPUOS pada tahun 2013, dibentuklah International Asteroid Warning Network (IAWN) dan Space Mission Planning Advisory Group (SMPAG) pada tahun 2014.
IAWN bertugas membangun sistem komunikasi internasional untuk memberikan peringatan dini apabila terdapat asteroid yang berpotensi mengancam Bumi.
Sedangkan SMPAG menjadi forum kerja sama antarlembaga antariksa dunia dalam merancang teknologi dan strategi pertahanan planet, termasuk upaya mengalihkan lintasan asteroid yang berbahaya.
Demikianlah sejarah Hari Asteroid Internasional dan makna peringatannya. Peringatan yang jatuh setiap tanggal 30 Juni ini lahir dari keprihatinan dunia terhadap ancaman tumbukan asteroid. (Dista)
Baca Juga: Bagaimana Ciri-Ciri Asteroid? Ini Jawabannya
