Sejarah Hari Batik Nasional, Jejak Warisan Nusantara yang Mendunia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Hari Batik Nasional menjadi penanda penting bagaimana Indonesia menjaga dan merayakan warisan budayanya.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud penghormatan terhadap batik sebagai simbol jati diri bangsa. Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat diajak mengenakan batik sebagai bentuk kebanggaan kolektif atas kekayaan budaya yang telah diakui dunia.
Melalui peringatan tersebut, Indonesia menegaskan bahwa batik bukanlah sekadar kain hias, melainkan identitas dan jati diri kebudayaan yang mendunia.
Awal Mula dan Penetapan Resmi Sejarah Hari Batik Nasional
Peringatan sejarah hari batik nasional dimulai dari sebuah momen penting ketika batik, salah satu warisan budaya bangsa, diakui secara global.
Pada 4 September 2008, pemerintah Indonesia secara resmi mengajukan batik ke UNESCO melalui kementerian yang membidangi urusan kebudayaan. Tujuannya adalah agar batik diakui sebagai Intangible Cultural Heritage oleh dunia internasional.
Setelah melalui proses evaluasi, pada 2 Oktober 2009 Komite Antar-Pemerintah Warisan Budaya Takbenda memutuskan bahwa batik resmi diakui sebagai warisan budaya dunia.
Kemudian pada 17 November 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keppres No. 33 Tahun 2009 yang menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Sejak saat itu, tiap tanggal 2 Oktober dijadikan momentum untuk mengenang dan merayakan makna mendalam batik dalam kehidupan bangsa.
Berdasarkan jurnal jtc.jurnal.unej.ac.id, sejarah batik sendiri terhampar jauh sebelum pengakuan internasional.
Batik telah berkembang sejak era kerajaan kuno, termasuk zaman Majapahit dan Kesultanan Jawa, di mana teknik pewarnaan lilin dan motif simbolik mulai terbentuk.
Pada masa Kerajaan Mataram, batik makin menyebar dan motifnya diperkaya dengan filosofi lokal. Di tengah arus globalisasi, batik terus bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan tren mode dunia tanpa kehilangan akar tradisi.
Pengakuan batik melalui hari batik nasional menjadikannya lebih dari sekadar kain tradisional. Batik menjadi simbol kebanggaan nasional, sekaligus jembatan budaya Nusantara ke dunia internasional.
Di banyak negara, komunitas diaspora Indonesia mengenakan batik dalam kegiatan budaya sebagai penegas identitas. Pelaku industri fashion juga menyerap estetika batik ke koleksi kontemporer, memperluas jangkauan pasar global.
Pengesahan sejarah hari batik nasional mempertegas bahwa warisan budaya Nusantara telah merambah batas negara.
Menjaga batik berarti merawat identitas dan jejak warisan Nusantara yang mendunia agar generasi mendatang tetap mewarisi kain penuh makna dan kebanggaan. (Rahma)
Baca juga: 5 Tema Hari Batik Nasional 2025 dalam Merawat Budaya Bangsa
