Konten dari Pengguna

Sejarah Musik Zaman Yunani Kuno hingga Alat Musik yang Dimainkan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah musik zaman Yunani Kuno hingga alat musik yang dimainkan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah musik zaman Yunani Kuno hingga alat musik yang dimainkan. Foto: Unsplash

Perkembangan musik zaman Yunani Kuno dapat dikatakan berkembang dengan begitu pesat.

Bahkan, pada masa keemasan kebudayaan Yunani Kuno yang terjadi pada tahun 546 hingga 323 SM. Pada waktu itu filsafat kesustraan, seni patung, arsitektur, drama, sains, dan juga musik telah dikenal oleh masyarakat luas.

Lebih lanjut, menurut mitos dari Yunani Kuno, pada saat itu musik dianggap sebagai ciptaan dewa-dewi atau setengah dewa, seperti Appolo, Amphion, dan Orhpeus.

Dewa-dewi tersebut beranggapan bahwa musik memiliki kekuasaan ajaib yang dapat menyempurnakan tubuh dan jiwa manusia, serta membuat mukjizat dalam dunia alamiah.

Oleh karena itu, musik di zaman Yunani Kuno tidak dapat dipisahkan dari upacara-upacara keagamaan. Pada masa itu, dikenal ada sembilan dewi musik, yakni:

  1. Kalliope (Dewi Seni Sastra Syair)

  2. Klio (Dewi Sejarah)

  3. Erato (Dewi Sastra Erotis)

  4. Euterpe (Dewi Sastra Liris)

  5. Thalia (Dewi Ria Jenaka)

  6. Melpomene (Dewi Drama Sedih)

  7. Terpsichore (Dewi Tari)

  8. Polyhymnia (Dewi Seni Musik)

  9. Urania (Dewi Ilmu Bintang)

Alat Musik Zaman Yunani Kuno

Alat musik zaman Yunani Kuno. Foto: Unsplash

Mengutip buku Seni Budaya yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, terdapat beberapa alat musik di zaman Yunani Kuno tersebut.

Alat musik tersebut yakni lyra, alat musik petik sejenis harpa kecil dan kithara, alat musik petik berdawai lima sampai tujuh. Kedua alat musik ini memiliki kaitan erat dengan aliran dari agama Aapollo.

Lalu, ada juga alat musik aulos, sejenis alat musik tiup yang terbuat dari kayu yang terdiri dari dua batang yang memiliki lubang jari. Aulos ini memiliki kaitan erat dengan aliran Dionysus.

Lyra dan kithara biasanya digunakan untuk mengiringi puisi epik dan juga sebagai alat musik solo. Sedangkan aulos biasanya dipakai untuk mengiringi sajian dithyramb.

Tidak hanya itu, aulos juga digunakan untuk sekelompok paduan suara dan musik bagian-bagian lain yang dibtuuhkan dalam drama-drama agung ciptaan Sophocles dan Euripides.

Bukti adanya alat musik lyra dan aulos dalam kebudayaan Yunani Kuni bisa dilihat dari ditemukannya gambar-gambar alat musik itu. Gambar tersebut ditemukan dalam periuk-periuk keramik kuno yang dipertahankan hingga masa kini.

Tokoh-tokoh seni musik yang terkenal di zaman Yunani Kuno, yakni Plato (427 - 247 SM), Aristoteles (384 -322 SM), dan juga Aristexemos (350 - 300 SM).

Sifat-Sifat dari Lagu pada Musik Zaman Yunani Kuno

Masih mengutip sumber yang sama, ada beberapa sifat-sifat dari lagu pada musik zaman Yunani Kuno yang ditemukan, yakni:

  • Monofonis (satu saura) dengan heterofoni pada waktu alat-alat musik mengikuti suara.

  • Sudah dipraktikkannya improvisasi, namun diatur melalui konvensi-konvensi bentuk dan gaya dengan pola melodi yang mendasar.

  • Musik dan teks berhubungan sangat erat dengan melodi dan irama, teks lagu dalam hal ini puisi sangat menentukan bagaimana cara penyusunannya dalam musik.

Lebih lanjut, dalam hal teori musik, zaman Yunan Kuno telah banyak menghasilkan berbagai macam karya-karya yang cukup banyak dan juga monumental.

Bahkan, teori musik yang lahir pada zaman itu measih berpengaruh dan juga menjadi acuan hingga di masa sekarang.

(JA)