Sejarah Tahun Baru Masehi, Kisah di Balik Perayaan Pergantian Tahun

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah tahun baru Masehi menjadi informasi yang bisa diketahui untuk diketahui guna menambah wawasan. Sebab, ada kisah menarik dibalik perayaan pergantian tahun baru yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Januari.
Tahun baru merupakan pergantian tahun sekaligus perayaan hari pertama dalam penanggalan Masehi. Tanggal 1 Januari menjadi tanda dari dimulainya tahun baru dan banyak orang yang merayakan pergantian tahun tersebut.
Sejarah Tahun Baru Masehi yang Jatuh pada Tanggal 1 Januari
Selalu diperingati setiap tanggal 1 Januari, ada sejarah tahun baru Masehi yang menarik untuk diketahui. Dikutip dari situs pendidikan-matematika.fmipa.unesa.ac.id, awal mula pergantian tahun tertua dalam sejarah tidak dilakukan pada bulan Januari.
Saat itu, yakni sekitar 4.000 tahun yang lalu, bangsa Babilonia kuno merayakan tahun baru pada bulan pertama di musim semi. Perayaan yang jatuh sekitar akhir Maret tersebut dilakukan melalui festival bernama Akitu.
Festival Akitu berlangsung selama 11 hari dan terkait dengan siklus pertanian dan pelantikan raja baru.
Bagi masyarakat Babilonia, pergantian tahun merupakan kelahiran kembali alam usai musim dingin. Lalu, di era Romawi, perayaan tahun baru mulai berubah menjadi pada tanggal 1 Januari.
Pada masa tersebut, Kalender Romawi hanya memiliki 10 bulan yang terdiri atas 304 hari dan dimulai pada bulan Martius atau Maret. Namun, Raja Numa Pompilius sebagai raja kedua Roma, menambahkan bulan Januarius dan Februarius.
Kemudian, pada tahun 46 SM, Kaisar Julius Caesar memperkenalkan Kalender Julian dan menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun.
Hal ini dilakukan untuk menghormati Janus, yang merupakan dewa Romawi bermuka dua dengan satu wajah menatap ke masa lalu, dan wajah lainnya menatap masa depan.
Sosok Janus dianggap sempurna untuk menggambarkan simbol pergantian tahun. Akhirnya sejak saat itu, tahun baru diperingati setiap tanggal 1 Januari.
Meski pergantian tahun tetap dilaksanakan setiap 1 Januari, tetapi kalender yang kini digunakan bukanlah kalender Julian. Sebab, perhitungannya masih sedikit meleset dalam menyelaraskan kalender tersebut dengan siklus alami bumi mengelilingi matahari.
Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII menghadirkan Kalender Gregorian dengan aturan matematika yang lebih ketat untuk tahun kabisat. Jika sebelumnya Kalender Julian menganggap 1 tahun adalah 365,25 hari, maka Kalender Gregorian menjadi 365,2425 yang mendekati angka astronomis sebenarnya.
Itu dia sejarah tahun baru Masehi yang menarik untuk diketahui. Dengan mengetahui informasi tersebut, maka dapat menambah wawasan mengenai penetapan tanggal untuk pergantian tahun baru. (Prima)
Baca juga: Jakarta Light Festival 2025 New Year Edition di Kota Tua
