Sekarang Tahun Baru Islam yang ke Berapa? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekarang Tahun Baru Islam yang ke berapa? Informasi yang ditanyakan menjelang pergantian kalender Hijriah yang digunakan umat Islam.
Pergantian tahun dalam penanggalan Islam memiliki kedudukan penting karena berkaitan dengan sejarah perjalanan dakwah Rasulullah saw dan umat Muslim.
Setiap datangnya Muharram, banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan refleksi diri serta memperbanyak amalan kebaikan.
Sekarang Tahun Baru Islam yang ke Berapa dalam Penanggalan Islam?
Sekarang Tahun Baru Islam yang ke berapa? Dikutip dari baznas.go.id, jawabannya adalah Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau tahun ke-1448 dalam kalender Islam yang perhitungannya dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah.
Angka 1448 menunjukkan jumlah tahun yang telah berlalu sejak peristiwa hijrah Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah yang dijadikan sebagai titik awal kalender Islam.
Oleh karena itu, Tahun Baru Islam yang dirayakan pada 2026 merupakan pergantian dari tahun 1447 Hijriah menuju tahun 1448 Hijriah.
Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan secara umum di berbagai negara. Penanggalan Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.
Karena menggunakan siklus lunar, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi.
Perbedaan tersebut menyebabkan tanggal-tanggal penting Islam terus bergeser setiap tahunnya jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Penetapan kalender Hijriah memiliki sejarah panjang dalam peradaban Islam. Sistem penanggalan ini mulai ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
Pada masa itu, wilayah Islam berkembang pesat sehingga diperlukan sistem administrasi yang memiliki acuan waktu yang jelas dan seragam.
Melalui musyawarah bersama para sahabat, diputuskan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah saw menjadi awal perhitungan kalender Islam. Hijrah dipilih karena menjadi titik penting perubahan dalam sejarah Islam.
Peristiwa tersebut menandai lahirnya masyarakat Islam yang lebih kuat dan terorganisasi setelah perpindahan dari Makkah menuju Madinah.
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan mulia yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Banyak ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah Swt, dan menjauhi berbagai perbuatan yang tidak bermanfaat selama bulan Muharram.
Tahun Baru Islam tidak identik dengan pesta atau perayaan meriah seperti pergantian tahun Masehi. Nilai utama yang terkandung dalam momen ini lebih menekankan pada muhasabah atau introspeksi diri.
Setiap pergantian tahun menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kualitas kehidupan serta ibadah.
Banyak masyarakat Muslim mengisi malam 1 Muharram dengan kegiatan keagamaan. Dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, istighfar, dan kajian keislaman menjadi aktivitas yang sering dilakukan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memohon keberkahan sekaligus mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Terdapat pula tradisi yang berkembang di sejumlah daerah, salah satunya meminum susu pada malam 1 Muharram. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk tafa'ul atau harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru.
Warna putih susu dimaknai sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, dan keinginan untuk memulai lembaran baru dengan niat yang baik.
Saat meminum susu, sebagian umat Muslim juga mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah saw.
Doa tersebut berbunyi, "Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu," yang berarti memohon keberkahan dan tambahan kebaikan dari Allah SWT melalui nikmat susu yang dikonsumsi.
Makna hijrah yang menjadi dasar penanggalan Islam juga relevan dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan menuju perilaku yang lebih baik.
Semangat meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan amal saleh menjadi pesan utama yang terus diingat setiap kali Tahun Baru Hijriah tiba.
Sekarang Tahun Baru Islam yang ke berapa? Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diperkirakan dimulai pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pergantian menuju tahun 1448 Hijriah menjadi pengingat akan pentingnya memanfaatkan waktu secara lebih bijaksana dan produktif. (Shofia)
Baca Juga: Kapan 1 Muharram 2026 di Indonesia? Cek Tanggal dan Jadwal Libur Resminya
