Konten dari Pengguna

Sekolah Inklusi adalah Sekolah yang Memiliki Shadow Teacher, Ini Penjelasannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sekolah Inklusi adalah Sekolah yang Memiliki Shadow Teacher, Foto:Unsplash/Susan Q Yin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah Inklusi adalah Sekolah yang Memiliki Shadow Teacher, Foto:Unsplash/Susan Q Yin

Sekolah inklusi adalah sekolah yang memiliki shadow teacher merupakan anggapan yang cukup sering muncul ketika membahas pendidikan inklusif.

Untuk memahami pernyataan tersebut, penting mengetahui terlebih dahulu konsep pendidikan inklusif beserta peran shadow teacher dalam mendukung proses belajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).

Dengan memahami keduanya, akan lebih mudah melihat bagaimana layanan pendidikan inklusif diterapkan agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan masing-masing.

Penjelasan Tentang Sekolah Inklusi adalah Sekolah yang Memiliki Shadow Teacher

Ilustrasi Sekolah Inklusi adalah Sekolah yang Memiliki Shadow Teacher, Foto:Unsplash/Kimberly Farmer

Sekolah inklusi adalah sekolah yang memiliki shadow teacher sering dikaitkan dengan keberadaan guru pendamping bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Berdasarkan informasi pkplk.kemendikdasmen.go.id, shadow teacher merupakan pendidik yang bertugas memberikan dukungan secara langsung kepada PDBK selama mengikuti kegiatan belajar di kelas.

Kehadirannya membantu peserta didik mengikuti pembelajaran sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Pendidikan inklusif saat ini terus dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mewujudkan layanan pendidikan yang setara.

Sistem ini memberikan akses kepada seluruh peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas maupun peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa, untuk belajar bersama dalam lingkungan sekolah yang sama.

Selain memberikan kesempatan belajar yang setara, pendidikan inklusif juga bertujuan menumbuhkan sikap saling menerima dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah.

Penyelenggaraan pendidikan inklusif didasarkan pada empat prinsip utama, yaitu menghargai keberagaman, berorientasi pada potensi setiap peserta didik, melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru, orang tua, dan masyarakat.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari reformasi pendidikan yang menolak segala bentuk diskriminasi dan berupaya mengurangi eksklusivitas di dalam maupun di luar lingkungan pendidikan.

Peran shadow teacher tidak hanya membantu memahami materi pelajaran, tetapi juga melatih kemampuan peserta didik untuk mengikuti arahan guru, meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, emosi, kognitif, serta kemampuan motorik selama beraktivitas di kelas.

Dengan pendampingan tersebut, peserta didik dapat mengikuti proses belajar sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Shadow teacher juga berkaitan dengan kompetensi yang harus dimiliki guru pendamping.

Salah satu kemampuan penting adalah komunikasi yang efektif agar mampu menjelaskan materi, memberikan umpan balik atau penguatan positif, serta menjalin koordinasi yang baik dengan guru kelas, terapis, maupun orang tua.

Selain itu, shadow teacher perlu memahami kebutuhan individu setiap peserta didik melalui kemampuan observasi, penilaian, dan penyusunan rencana pembelajaran yang sesuai. Guru pendamping juga harus mampu menyesuaikan metode, media, dan evaluasi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik yang didampingi.

Kemampuan lain yang tidak kalah penting adalah mengelola perilaku. Shadow teacher diharapkan dapat mengidentifikasi perilaku yang menghambat proses belajar, menerapkan strategi yang tepat untuk mengatasinya, serta memberikan penguatan positif agar peserta didik semakin berkembang.

Sekolah inklusi adalah sekolah yang memiliki shadow teacher dapat dipahami sebagai salah satu bentuk dukungan yang sering dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Meskipun demikian, inti dari pendidikan inklusif adalah memberikan akses pendidikan yang setara, menghargai keberagaman, serta memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik melalui kerja sama seluruh pihak yang terlibat, termasuk guru, orang tua, dan tenaga pendukung seperti shadow teacher. (Rahma)

Baca juga: Makalah Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Indonesia Maju dengan Ide-Ide Kreatif