Konten dari Pengguna

Seleksi Guru SILN dan CLC yang Perlu Dipersiapkan Calon Pelamar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seleksi guru SILN dan CLC. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seleksi guru SILN dan CLC. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate

Kesempatan mengajar di luar negeri bagi tenaga pendidik Indonesia kembali dibuka melalui seleksi guru SILN dan CLC.

Program tersebut ditujukan bagi pendidik yang siap menjalankan tugas pendidikan untuk anak-anak Indonesia di lingkungan sekolah maupun pusat pembelajaran di luar negeri.

Persiapan dapat dilakukan dengan memahami jenis satuan pendidikan, cakupan layanan, serta ketentuan yang perlu dipenuhi setelah dinyatakan lulus.

Seleksi Guru SILN dan CLC untuk Mengajar di Luar Negeri

Ilustrasi seleksi guru SILN dan CLC. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Dikutip dari Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud, seleksi guru SILN dan CLC akan segera dibuka untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap Community Learning Center (CLC).

Seleksi tersebut ditujukan bagi putra-putri Indonesia yang siap menjalankan tugas pendidikan di luar negeri sesuai kebutuhan yang ditetapkan pemerintah.

Calon peserta perlu mempersiapkan diri sebelum pendaftaran resmi dimulai.

Rincian formasi, persyaratan, jadwal seleksi, hingga tata cara pendaftaran nantinya perlu dipantau melalui kanal dan laman resmi Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) Kemendikdasmen.

SILN merupakan satuan pendidikan Indonesia yang berada di luar wilayah Indonesia. Sekolah ini melayani anak-anak Indonesia yang tinggal di negara lain dengan penyelenggaraan pendidikan yang tetap berkaitan dengan kurikulum nasional.

Jenjang pendidikan yang diselenggarakan mencakup pendidikan dasar hingga menengah.

Saat ini terdapat 13 SILN yang tersebar di sembilan negara. Lokasinya mencakup Den Haag di Belanda, Kairo di Mesir, Riyadh, Jeddah, dan Makkah di Arab Saudi, Yangon di Myanmar, Bangkok di Thailand, Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Kinabalu di Malaysia, Davao di Filipina, Tokyo di Jepang, serta Singapura.

Sementara itu, CLC merupakan pusat layanan belajar yang berada di kawasan perkebunan atau ladang di Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Layanan tersebut ditujukan terutama untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang tinggal bersama orang tua di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Jumlah CLC mencapai 302 unit, terdiri atas 240 CLC di Sabah dan 62 CLC di Sarawak. Jenjang pendidikan yang diberikan mencakup SD dan SMP, dengan penyelenggaraannya berada di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sebagai sekolah induk.

Anak-anak Indonesia menjadi sasaran utama layanan CLC. Layanan pendidikan juga dapat diberikan kepada anak-anak Filipina yang merupakan anak pekerja perkebunan.

Kondisi tersebut membuat CLC memiliki karakter layanan yang berbeda dari SILN, meskipun keduanya sama-sama menjalankan fungsi pendidikan Indonesia di luar negeri.

Dalam tahapan seleksi, peserta yang dinyatakan lulus ditentukan melalui perolehan nilai tertinggi sesuai jumlah kebutuhan formasi pada setiap jabatan.

Peserta yang masuk dalam batas kebutuhan formasi tersebut kemudian wajib mengikuti proses pemberkasan.

Dokumen pemberkasan yang perlu disiapkan antara lain daftar riwayat hidup perjalanan dinas luar negeri, surat pernyataan kesediaan bertugas, serta surat izin dari orang tua, wali, suami, atau istri.

Paspor hijau dengan masa berlaku sekurang-kurangnya 24 bulan juga menjadi salah satu dokumen yang harus disiapkan.

Selain dokumen tersebut, peserta yang lulus perlu mengunggah surat keterangan sehat dari dokter umum di Puskesmas atau rumah sakit pemerintah.

Surat keterangan bebas NAPZA juga diperlukan bersama hasil pemeriksaan laboratorium yang diterbitkan dalam satu bulan terakhir.

Seleksi guru SILN dan CLC dapat menjadi kesempatan bagi tenaga pendidikan untuk menjalankan tugas di luar negeri sekaligus memperluas layanan pendidikan Indonesia.

Sebelum pendaftaran dibuka, calon peserta dapat mulai menyiapkan dokumen dan memantau pengumuman resmi agar tidak melewatkan tahapan seleksi. (Suc)

Baca Juga: Cara Sanggah Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2026