Seniman yang Pertama Kali Mencetuskan Ide Softlens

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa seniman yang pertama kali mencetuskan ide softlens menjadi topik penting dalam sejarah perkembangan lensa kontak modern.
Perkembangan softlens tidak hanya mempengaruhi dunia optik tetapi juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi banyak pengguna mata minus.
Seiring waktu, inovasi lensa kontak berkembang pesat, menghadirkan berbagai material dan teknologi yang semakin praktis dan aman.
Seniman yang Pertama Kali Mencetuskan Ide Softlens
Siapa seniman yang pertama kali mencetuskan ide softlens? Mengutip situs visiondirect.co.uk, konsep awal softlens pertama kali dikemukakan oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16.
Dalam catatan dan sketsa yang ia buat pada tahun 1508, Da Vinci menggambarkan bagaimana pembiasan cahaya dapat diperbaiki dengan menggunakan medium cair untuk meningkatkan penglihatan.
Idenya menunjukkan seseorang dapat melihat lebih jelas melalui mangkuk kaca berisi air. Meskipun tidak praktis, konsep dasar ini menjadi fondasi bagi perkembangan contact lens di masa depan.
Gagasan Da Vinci kemudian menginspirasi pemikir lain. Pada abad ke-17, René Descartes meneruskan ide tersebut dengan menciptakan model tabung kecil berisi cairan yang ditempel pada mata.
Desain ini tetap tidak bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi idenya membawa perkembangan lebih dekat kepada bentuk lensa kontak modern.
Pada abad ke-19, Thomas Young dan John Herschel mengambil peran penting.
Young membuat versi eksperimen dari desain Descartes, sementara Herschel mengusulkan pembuatan lensa berdasarkan cetakan permukaan mata, sebuah konsep revolusioner yang kelak menjadi penting dalam pembuatan softlens modern.
Lensa kontak pertama yang benar-benar bisa digunakan manusia dibuat pada akhir abad ke-19 oleh F.A. Mueller dan Adolf E. Fick.
Lensa-lensa awal ini dibuat dari kaca dan menutupi seluruh bagian mata. Meski efektif dalam memperbaiki penglihatan, lensa tersebut tidak nyaman, berat, dan kurang aman karena tidak memungkinkan oksigen masuk ke mata.
Perubahan besar terjadi pada abad ke-20, ketika William Feinbloom memperkenalkan lensa kombinasi plastik dan kaca yang lebih ringan dan lebih nyaman.
Selanjutnya Kevin Touhy menciptakan lensa plastik tipis yang lebih kecil dan memungkinkan oksigen masuk ke mata, sehingga bisa dipakai lebih lama. Popularitas contact lens pun meningkat pesat.
Seiring berjalannya waktu, inovasi lain muncul seperti softlens berkala (disposable) dan softlens warna untuk efek kosmetik yang menarik.
Akan tetapi, ide awal Leonardo da Vinci tetap menjadi fondasi penting bagi semua perkembangan lensa kontak hingga softlens modern.
Leonardo da Vinci (1452–1519) tidak hanya dikenal sebagai pelukis Mona Lisa atau The Last Supper, tetapi juga seorang pemikir multidisiplin yang meneliti anatomi, optik, teknik, dan sains.
Ia lahir sebagai anak dari seorang notaris bernama Ser Piero dan seorang petani bernama Caterina. Meskipun bukan dari keluarga bangsawan, Da Vinci tumbuh menjadi salah satu pemikir paling berpengaruh di dunia.
Pada usia muda, ia belajar di bengkel Andrea del Verrocchio di Florence, tempat ia mengasah keterampilan menggambar, melukis, memahat, serta memahami teknik dan mekanika.
Dalam bidang optik, Leonardo mempelajari bagaimana cahaya memasuki mata dan menghasilkan penglihatan.
Pada tahun 1508, ia membuat sketsa tentang bagaimana penglihatan dapat diperbaiki dengan menggunakan medium air untuk mengubah pembiasan cahaya.
Ide inilah yang kelak menjadi cikal bakal konsep lensa kontak, membuatnya disebut sebagai pencetus gagasan awal softlens, meskipun ia tidak membuat bentuk fisiknya.
Berikut adalah biodata singkatnya:
Nama Lengkap: Leonardo di ser Piero da Vinci
Tanggal Lahir: 15 April 1452
Tempat Lahir: Vinci, Firenze, Italia
Wafat: 2 Mei 1519, Amboise, Prancis
Profesi: Seniman, ilmuwan, insinyur, arsitek, ahli anatomi, matematikawan, penemu, dan polymath Renaissance
Secara keseluruhan, seniman yang pertama kali mencetuskan ide softlens menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dapat mengubah cara manusia melihat dan merasakan dunia. (Khoirul)
Baca Juga: Tanggung Jawab Ilmuwan dan Seniman Menurut Pandangan Islam
