Setelah Bulan Rajab Bulan Apa? Umat Muslim Wajib Tahu

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya, setelah bulan Rajab bulan apa yang akan menyusul dalam penanggalan Hijriah. Pertanyaan ini kerap muncul seiring meningkatnya kesadaran akan datangnya waktu-waktu istimewa dalam Islam.
Pergantian bulan bukan sekadar perubahan kalender, tetapi juga menjadi penanda dimulainya fase baru yang sarat dengan nilai spiritual, persiapan ibadah, dan momentum memperbaiki diri sebelum memasuki bulan-bulan yang lebih utama.
Setelah Bulan Rajab Bulan Apa?
Setelah bulan Rajab bulan apa? Dikutip dari Habis Syawal Bulan Apa, Ini Urutan Bulan Hijriah Lengkap, (2025), dalam situs baznas.go.id, setelah bulan Rajab itu adalah bulan Syaban menurut kalender Hijriah.
Bulan Syaban adalah bulan persiapan menuju Ramadan. Bulan Syaban menempati posisi yang istimewa dalam kehidupan umat Islam di Indonesia.
Mengutip buku Yuk Kenali 3 Peristiwa Penting di Bulan Syaban, oleh UINSGD.AC.ID, dalam situs uinsgd.ac.id, bulan Syaban hadir sebagai penghubung menuju Ramadan dan sering dimaknai sebagai masa mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun mental, sebelum menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, di dalam bulan Syaban terdapat momentum keagamaan yang kerap diperingati secara rutin oleh masyarakat Muslim, yakni malam Nisfu Sya’ban, yang dipandang memiliki nilai dan makna tersendiri dalam tradisi keislaman.
Selain keistimewaan malam Nisfu Syaban, bulan Syaban juga mencatat sejumlah momentum bersejarah yang memiliki makna mendalam dalam perjalanan spiritual umat Islam.
Dalam kitab Ma Dza fi Syaban karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dijelaskan adanya tiga peristiwa utama yang memberikan pengaruh besar terhadap praktik dan kehidupan keagamaan seorang Muslim.
Menurut penjelasan Al-Qurthubi dalam karya tafsirnya Al-Jāmi’ li Aḥkāmil Qur’ān saat menguraikan makna Surah Al-Baqarah ayat 144, dinyatakan bahwa Allah Swt. memberikan perintah kepada Nabi Muhammad saw untuk mengubah arah kiblat.
Perintah ini disampaikan pada malam Selasa di bulan Syaban, yang bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban.
Peristiwa perubahan arah kiblat tersebut merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh Nabi Muhammad saw.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau kerap menengadahkan pandangan ke langit dari hari ke hari, menanti turunnya wahyu dari Allah Swt. terkait penetapan arah kiblat yang baru.
Penantian itu kemudian dijawab melalui turunnya wahyu sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.
Itulah penjelasan tentang bulan setelah bulan Rajab. Jadi, setelah bulan Rajab itu adalah bulan Syaban yang memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. (IF)
Baca juga: Bulan Rajab 2026 sampai Tanggal Berapa? Umat Islam Wajib Tahu
