Konten dari Pengguna

Siapa yang Mencetak Hattrick di Semifinal Piala Dunia 1958? Cek di Sini

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958. Foto: Unsplash.com/Emilio Garcia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958. Foto: Unsplash.com/Emilio Garcia

Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958? Prestasi individu dalam turnamen sepak bola internasional sering meninggalkan jejak panjang yang terus dikenang sepanjang perkembangan sejarah olahraga modern dunia.

Catatan gol luar biasa pada ajang Piala Dunia biasanya sulit dilampaui karena persaingan ketat berlangsung sejak fase grup hingga pertandingan akhir.

Siapa yang Mencetak Hattrick untuk Prancis Melawan Jerman di Semifinal Piala Dunia 1958? Cek di Sini

Ilustrasi Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958. Foto: Unsplash.com/Vladislav Igumnov

Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958? Dikutip dari olympics.com, pemain yang mencetak hattrick untuk Prancis saat menghadapi Jerman Barat pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958 adalah Just Fontaine.

Penyerang legendaris Prancis tersebut bahkan tidak hanya mencetak tiga gol, melainkan empat gol dalam kemenangan 6-3 atas Jerman Barat di Swedia.

Pertandingan tersebut berlangsung pada 28 Juni 1958 dan menjadi salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Just Fontaine tampil sangat tajam sejak menit awal pertandingan.

Dua gol berhasil dicetak pada babak pertama untuk membawa Prancis unggul sekaligus menyamai rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia milik Sandor Kocsis dari Hungaria.

Gol ketiga Fontaine lahir pada menit ke-78. Momen tersebut membuat namanya resmi masuk sejarah sepak bola dunia karena berhasil melampaui rekor sebelumnya. Fontaine tidak berhenti sampai di situ.

Menjelang pertandingan berakhir, satu gol tambahan kembali tercipta sehingga total golnya pada turnamen mencapai 13 gol.

Catatan 13 gol itu masih bertahan sebagai rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia hingga sekarang. Tidak ada pemain lain yang mampu melewati jumlah tersebut meskipun banyak penyerang besar tampil setelah era Fontaine.

Rekor tersebut menjadi semakin istimewa karena dicapai hanya dalam enam pertandingan.

Perjalanan Fontaine pada Piala Dunia 1958 memang luar biasa sejak laga pembuka. Penyerang kelahiran Marrakesh, Maroko, itu langsung mencetak hattrick ketika Prancis mengalahkan Paraguay 7-3 pada pertandingan pertama fase grup.

Penampilan tersebut membuat namanya mulai mendapat perhatian besar di Eropa.

Pada pertandingan kedua melawan Yugoslavia, Fontaine kembali menunjukkan ketajaman dengan mencetak dua gol.

Salah satu gol lahir pada menit akhir untuk menyamakan kedudukan sebelum Yugoslavia kembali unggul beberapa menit kemudian. Meski kalah 3-2, performa Fontaine tetap menjadi sorotan utama.

Laga terakhir fase grup menghadirkan kemenangan 2-1 atas Skotlandia. Fontaine kembali mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Prancis lolos ke babak gugur.

Produktivitas golnya membuat lini serang Prancis menjadi salah satu yang paling berbahaya sepanjang turnamen.

Babak perempat final mempertemukan Prancis dengan Irlandia Utara. Fontaine mencetak dua gol tambahan dalam kemenangan 4-0. Jumlah golnya terus bertambah dan membuat peluang memecahkan rekor semakin terbuka lebar.

Langkah Prancis akhirnya terhenti pada semifinal setelah kalah 5-2 dari Brasil yang kemudian menjadi juara dunia.

Fontaine tetap mencetak satu gol pada pertandingan tersebut, sedangkan Brasil mendapat inspirasi besar dari Pelé yang masih berusia 17 tahun dan mencetak hattrick.

Meskipun gagal mencapai final, perebutan tempat ketiga justru menjadi panggung terbesar Fontaine.

Empat gol ke gawang Jerman Barat bukan hanya mengantarkan Prancis finis di posisi ketiga, tetapi juga menciptakan sejarah yang belum tergantikan selama puluhan tahun.

Kehebatan Fontaine semakin menarik karena sepanjang turnamen tidak menggunakan sepatu pribadinya sendiri. Fontaine meminjam sepatu milik rekan setim bernama Stéphane Bruey.

Kisah tersebut menjadi bagian unik dalam sejarah Piala Dunia karena rekor besar lahir dari kondisi sederhana.

Karier Fontaine bersama tim nasional Prancis sebenarnya berlangsung cukup singkat akibat cedera serius. Fontaine pensiun dari sepak bola profesional pada usia relatif muda.

Meski begitu, catatan 30 gol dalam 21 pertandingan internasional menunjukkan kualitas luar biasa sebagai penyerang tajam.

Setelah pensiun sebagai pemain, Fontaine melanjutkan perjalanan di dunia sepak bola sebagai pelatih.

Fontaine sempat menangani tim nasional Prancis pada 1967 dan beberapa klub penting, termasuk Paris Saint-Germain serta Toulouse. Pengaruhnya dalam sepak bola Prancis tetap terasa hingga bertahun-tahun kemudian.

Rekor gol Fontaine pada Piala Dunia 1958 masih dianggap salah satu pencapaian individu terbesar dalam sejarah olahraga.

Siapa yang mencetak hattrick untuk Prancis melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 1958 akhirnya selalu mengarah pada nama Just Fontaine dengan penampilan legendaris empat golnya di Swedia. (Khoirul)

Baca Juga: Cerita Bangsa Prancis FC Mobile Lengkap dan Cara Menyelesaikannya