Konten dari Pengguna

Siapa Pemilik Ponpes Al Khoziny? Kenali Sosok Ulama di Baliknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi siapa pemilik ponpes al khoziny. Unsplash/Sulthon El Aziz
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi siapa pemilik ponpes al khoziny. Unsplash/Sulthon El Aziz

Banyak yang bertanya siapa pemilik Ponpes Al Khoziny setelah musibah ambruknya musala pesantren yang menjadi sorotan nasional.

Pertanyaan ini bukan sekadar ingin tahu nama, tetapi juga mencari latar belakang kepemimpinan dan kesinambungan pesantren yang telah berdiri puluhan tahun.

Siapa Pemilik Ponpes Al Khoziny, dari Pendiri hingga Pengasuh

ilustrasi siapa pemilik ponpes al khoziny. Unsplash/Taliwang Mengaji

Siapa pemilik Ponpes Al Khoziny tidak lepas dari sejarah panjang pendirinya, KH Raden Khozin Khoiruddin, yang mendirikan pesantren ini sekitar tahun 1920-an di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah pendiri, kepemimpinan pesantren diteruskan oleh putranya, Moh Abbas.

Kelak, estafet kepemimpinan diserahkan ke KH Abdul Mujib, yaitu cucu pendiri Ponpes yang dikenal gigih dan visioner dalam mengembangkan pesantren.

Konsep kepemimpinan pesantren di Indonesia senantiasa menempatkan ulama/kiai sebagai figur utama.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan di ejournal.alqolam.ac.id, dalam tradisi pesantren, kiai menempati posisi utama yang memiliki kewenangan penuh serta menjadi pusat arah kebijakan dan perubahan.

Kepemilikan pesantren umumnya bersifat pribadi atau keluarga, bukan milik bersama. Aspek keturunan juga berperan penting, karena kepemimpinan pesantren sering diwariskan kepada anaknya.

Ikatan keluarga juga membuat Ponpes Al Khoziny memiliki hubungan historis dengan tokoh pendiri NU melalui garis ibu pendiri yaitu ibu KH Abdul Mujib adalah saudara sepupu KH Wahab Hasbullah.

Saat ini, tugas kepemimpinan pesantren diemban oleh KH R. Abdus Salam Mujib, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo. KH Abdus Salam Mujib menjalankan peran sebagai pengasuh sekaligus pemilik de facto pesantren tersebut.

Ponpes Al Khoziny bukanlah lembaga baru. Nama “Al Khoziny” sendiri diambil dari nama pendirinya, KH Raden Khozin Khoiruddin. Pesantren ini juga dikenal sebagai Pesantren Buduran karena berada di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Seiring waktu, Ponpes Al Khoziny berkembang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama tradisional, tetapi juga mengadopsi kurikulum formal untuk santri.

Keberadaan pesantren ini menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan Islam di Jawa Timur, terutama karena pengaruh tokoh NU dalam jaringan ulama lokal.

Jadi, siapa pemilik Ponpes Al Khoziny saat ini adalah KH R. Abdus Salam Mujib, pewaris garis kepemimpinan pesantren yang dimulai oleh KH Raden Khozin Khoiruddin dan dilanjutkan oleh Moh Abbas serta KH Abdul Mujib.

Kepemimpinan yang diwariskan ini menunjukkan kesinambungan nilai dan visi keagamaan yang dijaga dalam satu keluarga ulama. (Rahma)

Baca juga: Tema Hari Santri Nasional 2025 dan Filosofi Logonya