Siapa yang Memegang Prinsip Sagu Sampan dan Sungai di Papua? Ini Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang memegang prinsip sagu sampan dan sungai di Papua? Pertanyaan ini muncul ketika membahas budaya masyarakat adat di Papua yang masih sangat dekat dengan alam.
Di tengah kekayaan tradisi yang dimiliki Papua, terdapat prinsip hidup yang dikenal dengan istilah tiga S, yaitu Sagu, Sampan, dan Sungai.
Prinsip tersebut bukan hanya menggambarkan cara hidup masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam Tradisi, Siapa yang Memegang Prinsip Sagu Sampan dan Sungai di Papua?
Siapa yang memegang prinsip sagu sampan dan sungai di Papua? Dikutip dari Jurnal Pola Dan Struktur Ruang Permukiman Suku Kamoro Di Kampung Hiripau Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika oleh Agustina,dkk prinsip tersebut dipegang oleh Suku Mimika-Kamoro.
Suku yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua, khususnya di kawasan Mimika. Bagi masyarakat Kamoro, sagu, sampan, dan sungai bukan hanya alat penunjang hidup, melainkan bagian dari tradisi dan budaya yang telah melekat sejak zaman leluhur mereka.
Sagu menjadi sumber makanan utama bagi masyarakat Kamoro. Pohon sagu tumbuh melimpah di wilayah rawa dan hutan sekitar permukiman.
Selain digunakan sebagai bahan pangan, sagu juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan berbagai kegiatan adat masyarakat.
Aktivitas mengambil sagu biasanya dilakukan bersama-sama dan menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga maupun kelompok adat.
Masyarakat Kamoro juga sangat bergantung pada sampan sebagai alat transportasi utama. Kondisi geografis Papua yang dipenuhi sungai dan wilayah perairan membuat sampan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Sampan digunakan untuk mencari ikan, berpindah tempat, hingga menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya.
Sungai menjadi pusat kehidupan masyarakat Kamoro. Sungai tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi sumber makanan dan kebutuhan hidup lainnya.
Banyak permukiman masyarakat Kamoro dibangun di dekat sungai agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah dilakukan.
Prinsip Sagu, Sampan, dan Sungai menunjukkan betapa erat hubungan masyarakat Kamoro dengan alam di sekitarnya. Kehidupan yang dijalani masih sangat dipengaruhi oleh hutan, rawa, dan sungai yang menjadi bagian penting dalam budaya mereka.
Siapa yang memegang prinsip sagu sampan dan sungai di Papua pada akhirnya mengarah pada masyarakat Suku Mimika-Kamoro yang hingga kini masih menjaga hubungan erat dengan alam dan tradisi leluhur
Nilai-nilai itu terus dijaga dan diwariskan agar generasi muda tetap mengenal identitas budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. (shr)
Baca juga: Koperasi yang Didirikan Jepang pada Tahun 1942 di Indonesia
