Sifat Arbitrer dalam Bahasa Memengaruhi Pembelajaran Bahasa Asing dan Dampaknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana sifat arbitrer dalam bahasa mempengaruhi pembelajaran bahasa asing bagi penutur bahasa lain menjadi salah satu konsep penting dalam kajian linguistik.
Bahasa pada dasarnya merupakan sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Namun, hubungan antara lambang bunyi dan makna tidak bersifat tetap atau alami, melainkan berdasarkan kesepakatan dalam suatu masyarakat bahasa.
Hal ini membuat setiap bahasa memiliki sistem yang berbeda, sehingga mempengaruhi proses pembelajaran bahasa asing.
Bagaimana Sifat Arbitrer dalam Bahasa Mempengaruhi Pembelajaran Bahasa Asing bagi Penutur Bahasa Lain?
Bagaimana sifat arbitrer dalam bahasa mempengaruhi pembelajaran bahasa asing bagi penutur bahasa lain dapat dijelaskan melalui karakteristik bahasa sebagai sistem simbol.
Berdasarkan jurnal journal.aspirasi.or.id, dalam kajian linguistik, bahasa disebut sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer, yaitu tidak memiliki hubungan langsung antara bentuk dan makna, tetapi ditentukan secara konvensional oleh penutur bahasa.
Sifat arbitrer ini menyebabkan setiap bahasa memiliki kosakata yang berbeda untuk menyebut objek yang sama. Akibatnya, proses pembelajaran bahasa asing tidak dapat mengandalkan logika semata.
Penguasaan kosakata menjadi tantangan utama karena setiap kata harus dipelajari dan diingat berdasarkan kesepakatan dalam bahasa tersebut.
Bahasa juga memiliki sifat konvensional, yang berarti penggunaan bahasa bergantung pada kebiasaan yang disepakati dalam suatu komunitas.
Hal ini memperkuat bahwa pembelajaran bahasa asing tidak hanya berkaitan dengan hafalan kata, tetapi juga pemahaman konteks penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sifat arbitrer dalam bahasa mempengaruhi pembelajaran bahasa asing bagi penutur bahasa lain juga terlihat dalam perbedaan sistem bahasa. Setiap bahasa memiliki struktur, bunyi, dan pola yang berbeda.
Sifat arbitrer juga berdampak pada pemahaman makna dalam konteks bahasa tidak hanya terdiri dari kata. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa asing tidak cukup hanya menghafal kata, tetapi juga memahami konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan ini sering menimbulkan kesulitan, terutama dalam pengucapan dan penyusunan kalimat. Kesalahan yang muncul biasanya disebabkan oleh pengaruh bahasa pertama terhadap bahasa yang sedang dipelajari.
Selain kosakata dan struktur, sifat arbitrer juga berpengaruh terhadap pemahaman makna. Bahasa tidak hanya terdiri dari simbol, tetapi juga mengandung makna yang berkembang dalam konteks sosial dan budaya.
Oleh karena itu, pembelajaran bahasa asing membutuhkan pemahaman yang lebih luas, tidak hanya dari segi linguistik, tetapi juga budaya. Dalam kajian linguistik modern, bahasa juga memiliki sifat dinamis dan bervariasi.
Hal ini berarti bahasa terus berkembang sesuai dengan kebutuhan komunikasi manusia. Kondisi tersebut membuat pembelajaran bahasa asing menjadi proses yang berkelanjutan dan tidak terbatas pada aturan yang kaku.
Bagaimana sifat arbitrer dalam bahasa mempengaruhi pembelajaran bahasa asing bagi penutur bahasa lain menunjukkan bahwa bahasa adalah sistem yang kompleks dan berbasis kesepakatan sosial.
Pemahaman terhadap sifat arbitrer membantu dalam memahami kesulitan yang muncul selama proses belajar, sekaligus menjadi dasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. (rahma)
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147 Kurikulum Terbaru
