Konten dari Pengguna

Sikap Abdul Malik bin Marwan dalam Membangun Pemerintahannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya. Unsplash/lundres
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya. Unsplash/lundres

Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya terlihat dari ketegasan, visi reformasi, serta upaya menyatukan wilayah kekhalifahan yang sebelumnya mengalami instabilitas politik.

Pada masa pemerintahannya, konsolidasi kekuasaan menjadi prioritas utama agar pemerintahan Bani Umayyah kembali stabil dan terorganisir setelah konflik internal yang berkepanjangan.

Deskripsikan Sikap Abdul Malik bin Marwan dalam Membangun Pemerintahan Sebagai Khalifah Bani Umayyah

ilustrasi Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya. Unsplash/daniela_curly

Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya dapat dipahami melalui langkah politik yang tegas dalam menertibkan berbagai pemberontakan dan memperkuat kembali kontrol pusat.

Sikap ini menunjukkan orientasi kepemimpinan yang berfokus pada stabilitas negara dan penyatuan wilayah Islam di bawah satu komando yang kuat, sebagaimana dijelaskan dalam kajian sejarah Bani Umayyah pada artikel mbstarakan.sch.id.

Salah satu sikap penting adalah visi reformasi administrasi. Abdul Malik bin Marwan melakukan arabisasi sistem pemerintahan dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi negara.

Kebijakan ini memperkuat identitas politik Islam sekaligus menyatukan sistem birokrasi di berbagai wilayah kekuasaan. Selain itu, ia juga memperkenalkan mata uang dinar Islam sebagai bentuk kemandirian ekonomi negara, yang menjadi langkah penting dalam reformasi fiskal.

Khalifah Abdul Malik bin Marwan, memiliki sikap strategis dalam membangun simbol kekuatan negara. Pembangunan Qubbat as-Sakhrah di Yerusalem menjadi salah satu bukti kebijakan monumental yang tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menunjukkan stabilitas politik dan kekuatan pemerintahan pada masa itu.

Sikap disiplin dalam tata kelola pemerintahan juga terlihat dari pembentukan sistem administrasi yang lebih terstruktur. Reformasi diwan dan penataan ulang birokrasi membuat jalannya pemerintahan menjadi lebih efisien dan terkontrol.

Hal ini memperkuat fondasi negara dalam jangka panjang karena setiap kebijakan dapat dijalankan secara seragam di seluruh wilayah kekuasaan. Kebijakan penguatan ekonomi dan pengaturan pajak menunjukkan sikap kehati-hatian dalam menjaga kestabilan keuangan negara.

Sistem yang lebih terorganisir membantu meningkatkan pendapatan negara dan mendukung keberlanjutan pemerintahan. Sikap kepemimpinan Abdul Malik bin Marwan juga ditandai dengan kemampuan mengintegrasikan wilayah yang luas melalui pendekatan politik yang tegas dan reformis.

Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinannya tidak hanya berfokus pada kekuasaan, tetapi juga pada pembangunan sistem pemerintahan yang berkelanjutan.

Deskripsikan sikap Abdul Malik bin Marwan dalam membangun pemerintahannya menunjukkan bahwa keberhasilannya ditopang oleh ketegasan politik, reformasi administrasi, serta kebijakan ekonomi dan simbolik yang memperkuat persatuan dan stabilitas negara secara menyeluruh. (Rahma)

Baca juga: Mengapa Sistem Pemerintahan Presidensial Memiliki Stabiltas Tinggi? Cek di Sini