Siklus Hidrologi: Pengertian, Proses Terjadi, hingga Macam-Macamnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah mendengar istilah siklus hidrologi sebelumnya? Siklus hidrologi sendiri adalah proses yang menjamin ketersediaan air di muka bumi.
Sebelumnya, kata hidrologi diambil dari kata hydros yang berarti air dan logos yang berarti ilmu. Jika dilihat secara umum, hidrologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang air atau ilmu yang mempelajari masalah tentang air.
Mengutip buku Geografi SMA/MA Kelas X (Diknas) yang diterbitkan oleh Grasindo menyebutkan bahwa air yang ada di bumi berjumlah 1,3 hingga 1,4 miliar km3.
Berdasarkan jumlah tersebut, 97,5 berupa air laut dan 2,5% berupa air tawar. Lebih lanjut, air tawar yang berjumlah 2,5% ini teralokasi, yakni 75% berupa es dan salju, dan 24% berupa air permukaan, yaitu air sungai dan juga danau, terakhir 0,3% berupa air tanah dan sisanya berbentuk uap air di udara.
Proses Siklus Hidrologi (Siklus Air)
Siklus hidrologi sering juga disebut sebagai siklus air. Dalam prosesnya, siklus hidrologi ini akan mengalami penguapan.
Lebih jelas, siklus hidrologi adalah saat di mana seluruh air yang ada di permukaan bumi akan menguap ke atmosfer atau angka yang kemudian berubah menjadi awan di langit.
Setelah itu, air yang telah berubah menjadi awan akan kembali lagi dalam bentuk bintik air atau hujan.
Berikut adalah proses-proses yang mengikuti siklus hidrologi, seperti yang dikutip dari Modul Pembelajaran SMA: Geografi karya Agus Pratomo.
Evaporasi adalah proses air berubah dari padat menjadi gas atau uap air di atmosfer.
Transpirasi adalah proses penguapan air ke atmosfer dari daun dan batang tanaman.
Evapotranspirasi adalah gabungan dari evaporasi dan transpirasi tumbuhan yang hidup di permukaan bumi.
Kondensasi adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan.
Presipitas adalah proses ketika titik-titik air, salju dan es di awan ukurannya semakin besar dan menjadi berat, mereka akan menjadi hujan.
Infiltrasi dan perkolasi adalah air hujan yang jatuh ke permukaan bumi khususnya daratan meresap ke dalam tanah dengan cara mengalir secara infiltrasi atau perkolasi melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan.
Surface run off adalah proses dari air yang dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
Macam-Macam Siklus Hidrologi (Siklus Air)
Dalam kehidupan manusia sehari-harinya di permukaan bumi, terdapat setidaknya tiga macam siklus air, yakni:
1. Siklus kecil atau pendek
Siklus ketika air laut mendapat sinar matahari, kemudian mengalami penguapan yang semakin lama semakin banyak. Tidak lama kemudian, terjadi proses kondensasi (pengembunan) dan terbentuk awan yang mengakibatkan turunnya hujan.
2. Siklus sedang
Siklus sedang merupakan proses di mana air laut yang mendapat sinar matahari, kemudian menguap. Uap air tersebut terbawa oleh angin ke daratan.
Karena perubahan suhu udara di atas daratan dingin, maka terjadi proses kondensasi yang membentuk awan dan menimbulkan hujan.
Kemudian, air hujan tersebut mengalir di permukaan bumi, meresap ke dalam tanah, bahkan ada yang masuk ke danau hingga sungai dan laut.
3. Siklus panjang atau besar
Seperti namanya, siklus panjang ini membutuhkan proses yang lebih lama. Siklus ini terjadi karena pengaruh panas sinar matahari yang mengakibatkan air laut semakin lama semakin menguap.
Uap air tersebut terbawa oleh angin jauh ke wilayah daratan. Setelah mengalami pendinginan, uap air tersebut berubah menjadi kristal es sehingga terjadilah hujan salju.
Salju tersebut kemudian mencair dan mengalir pada sungai (gletser), setelah itu akan kembali lagi ke laut.
(JA)
