Konten dari Pengguna

Sinopsis Empat Musim Pertiwi tentang Kepulangan dan Luka Masa Lalu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sinopsis Empat Musim Pertiwi. Foto: Unsplash.com/Kevin Woblick
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sinopsis Empat Musim Pertiwi. Foto: Unsplash.com/Kevin Woblick

Film terbaru Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi, mulai diperkenalkan ke publik. Sinopsis Empat Musim Pertiwi turut dirilis untuk memperkenalkan kisah utamanya.

Film yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Putri Marino dipercaya memerankan Pertiwi, lalu ada Christine Hakim yang berperan sebagai Mak Ira dan Arya Saloka sebagai Bisma.

Sinopsis Empat Musim Pertiwi

Ilustrasi nonton film Empat Musim Pertiwi. Foto: Unsplash.com/JESHOOTS.COM

Dikutip dari rri.co.id, sinopsis Empat Musim Pertiwi berawal dari keputusan Pertiwi untuk kembali ke desa yang telah ditinggalkannya selama dua puluh tahun.

Pulang setelah waktu yang begitu panjang ternyata tidak membuatnya bisa langsung kembali menjalani kehidupan seperti dulu.

Sikap orang-orang di kampung halaman justru menunjukkan bahwa ada bagian dari masa lalu Pertiwi yang masih menyisakan persoalan.

Pertiwi datang dengan maksud yang berbeda dari sekadar mengunjungi tempat asalnya. Ia sadar bahwa perjalanan pulang akan membawanya kembali pada kejadian yang pernah mengubah hidupnya hingga berakhir di penjara.

Kali ini, Pertiwi memilih menghadapi bagian hidup tersebut dan mencari penyelesaian atas sesuatu yang selama ini belum tuntas.

Situasi di desa membuat langkah Pertiwi tidak mudah. Keluarganya bahkan belum dapat menerima kepulangannya, sementara warga masih mengingat peristiwa yang berkaitan dengan masa lalunya.

Di tengah penolakan tersebut, Mak Ira dan Bisma menjadi dua sosok yang tetap menyambut Pertiwi.

Kisahnya kemudian bergerak mengikuti perjalanan batin Pertiwi dalam menghadapi kehidupan yang telah berubah.

Jarak waktu selama 20 tahun membuat kepulangannya tidak hanya mempertemukan Pertiwi dengan tempat lama, tetapi juga dengan orang-orang dan keadaan yang tidak lagi sama. Setiap langkah membawa konsekuensi dari masa lalu yang sebelumnya ia tinggalkan.

Pemilihan judul Empat Musim Pertiwi berkaitan dengan tahapan kehidupan yang dilalui karakter utama.

Perjalanan tersebut mencakup masa ketika kehidupannya berada dalam kondisi gelap, kepulangan yang membuka kembali luka lama, rangkaian persoalan yang harus dihadapi, hingga upaya Pertiwi menemukan jalan untuk melanjutkan hidup.

Selain Putri Marino, Christine Hakim, serta Arya Saloka, film Empat Musim Pertiwi ini turut dibintangi Dwika Pradnyana, Hana Malasan, dan Hanna Aretha.

Kamila Andini bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis, sedangkan Ifa Isfansyah menjadi produser untuk produksi Forka Films.

Sinopsis Empat Musim Pertiwi secara keseluruhan memperlihatkan kisah tentang seseorang yang memilih kembali untuk menyelesaikan persoalan yang pernah membawanya ke titik tergelap dalam hidup. (Khoirul)

Baca Juga: Film Lagi Probation Kapan Tayang? Ini Jadwal dan Informasinya