Sistem Ekonomi Tradisional: Pengertian dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia ekonomi sudah semakin maju seiring berkembangnya zaman. Meski demikian, sejumlah masyarakat masih menjalankan sistem ekonomi tradisional. Bahkan, sistem tersebut dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Itulah mengapa sistem ekonomi ini tetap menjadi pembahasan yang menarik walaupun zaman telah berubah. Contoh pembahasan menariknya adalah pengertian dan ciri-ciri dari sistem ekonomi tersebut.
Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional Lengkap dengan Ciri-Cirinya
Menurut buku Perekonomian Indonesia, Ismail Hasang, S.E., M.Si dan Muhammad Nur, S.E., M.Si (2020: 4), sistem ekonomi tradisional ialah sistem yang diterapkan masyarakat tradisional secara turun temurun dengan mengandalkan alam serta tenaga kerja saja.
Selaras dengan yang telah disebutkan di atas, berbagai daerah Indonesia masih menerapkannya. Misalnya adalah daerah pedesaan atau terpencil. Hal serupa juga terjadi pada negara-negara lain di dunia.
Berbeda dengan ekonomi modern, sistem ini mempunyai ciri-ciri yang khas. Inilah beberapa di antaranya.
1. Bergantung pada Alam
Sistem ekonomi ini masih bergantung pada sumber daya alam. Hal ini terlihat pada kegiatannya, seperti mencari ikan untuk disantap, bertani untuk mendapatkan bahan pangan pokok, dan lain sebagainya. Produksinya pun masih terbatas bagi keluarga.
2. Menggunakan Sistem Barter
Terkadang, masyarakat membutuhkan barang atau jasa lain yang tak dimilikinya. Oleh sebab itu, masyarakat ini menggunakan sistem barter atau pertukaran barang alih-alih menggunakan uang untuk mendapatkannya.
3. Teknologi Sederhana
Teknologi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang atau jasa masih sederhana. Jadi, belum ada teknologi berupa mesin otomatis atau alat canggih lainnya yang digunakan dalam sistem ini.
4. Terikat Adat
Sistem ini terikat oleh adat istiadat. Artinya, masyarakat melakukan semua kegiatannya berdasarkan kebiasaan, norma sosial yang berkembang dan mengakar kuat, serta tradisi yang diturunkan antargenerasi.
5. Hubungan Kekeluargaan
Hubungan sosial kekeluargaan dapat terasa sangat kuat dalam sistem ini. Hal ini terwujud dari sikap gotong royong yang muncul saat melakukan kegiatan ekonomi.
Baca juga: Sistem Ekonomi Pancasila: Pengertian, Ciri, dan Prinsipnya
Sistem ekonomi tradisional memang masih sederhana jika dibandingkan dengan sistem yang lebih modern. Bagaimanapun juga, sistem ini mempunyai peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat di daerah tertentu. (LOV)
