Konten dari Pengguna

Sistem Pokok Penyebaran Pegunungan yang Bertemu di Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pegunungan di Indonesia. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pegunungan di Indonesia. Foto: iStock

Ada tiga sistem pokok penyebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu Sistem Sunda, Sistem Busur di Tepi Asia, dan Sistem Sirkum Australia.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sistem pokok penyebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, berikut uraian lengkapnya.

Sistem Pokok Penyebaran Pegunungan yang Bertemu di Indonesia

Ilustrasi Sistem Pokok Penyebaran Pegunungan yang Bertemu di Indonesia. Foto: Research Gate

1. Sistem Sunda

Sistem Sunda dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar hingga kepulauan Banda di Maluku. Sistem Sunda ini memiliki panjang kurang lebih 7.000 kilometer yang terdiri dari lima busur pegunungan, antara lain:

  1. Busur Arakan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar).

  2. Busur Andaman Nikobar, berpusat di Mergai.

  3. Busur Sumatra-Jawa, berpusat di Anambas.

  4. Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores.

  5. Busur Banda, berpusat di Banda.

Secara umum, Sistem Sunda dapat dibagi menjadi dua busur, yaitu:

a. Busur Dalam

Jalur pegunungan busur ini bersifat vulkanik yang artinya rangkaian pegunungan lipatan atau bisa juga diartikan sebagai ketampakan dari gunung api.

Jalur yang dilewati busur dalam adalah sepanjang bukit barisan di Pulau Sumatra, seluruh pegunungan yang ada di Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Solor, Pulau Wetar, Kepulauan Banda dan berakhir di Pulau Saparua.

b. Busur Luar

Jalur pegunungan busur ini bersifat non-vulkanik yang artinya tidak menampakkan sifat-sifat gunung api, tetapi hanya rangkaian pegunungan yang berupa lipatan.

Jalur yang dilewati busur luar yaitu mulai dari Pulau Simelue, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai, Pulau Enggano kemudian sebagian tenggelam berada di bawah laut sepanjang bagian selatan Pulau Jawa. Setelah itu, muncul kembali di atas permukaan bumi di Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Pulau Babar, Kepulauan Kai, Pulau Seram dan berakhir di Pulau Buru.

2. Sistem Busur di Tepi Asia

Sistem Busur di Tepi Asia ini dimulai dari semenanjung Kamasyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina sendiri, sistem busur dapat bercabang menjadi tiga, antara lain:

  1. Cabang pertama dari Pulau Luzon melalui pulau Palawan kemudian ke Kalimantan Utara.

  2. Cabang kedua dari Pulau Luzon melalui Pulau Samar kemudian ke Mindanao dan Kepulauan Sulu ke Kalimantan Utara.

  3. Cabang ketiga dari Pulau Samar ke Mindanau, Sangihe, dan ke Sulawesi.

3. Sistem Sirkum Australia

Sistem Sirkum Australia ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru kemudian ke Pulau Papua. Bagian utara dari sistem pegunungan ini dapat bercabang menjadi dua, yaitu:

  1. Cabang pertama, dari ekor Pulau Papua melalui bagian tengah sampai ke Pegunungan Charleslois di sebelah barat.

  2. Cabang kedua, dari Kepulauan Bismark melalui pegunungan di tepi Pulau Papua bagian utara sampai ke Kepala Burung Pulau Papua kemudian menuju ke Halmahera.

Ketiga sistem pegunungan di atas (Sistem Sunda, Sistem Busur di Tepi Asia, dan Sistem Sirkum Australia) bertemu di sekitar Kepulauan Sulu dan Banggai.

Indonesia sendiri merupakan daerah pertemuan antara Sirkum Mediterania dengan Sirkum Pasifik dengan proses pembentukan pegunungan yang masih berlangsung hingga saat ini. Ini yang menyebabkan Indonesia banyak mengalami gempa bumi.

(SFR)