Sistem Tata Surya: Pengertian Lengkap dengan Anggota Penyusun

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam alam semesta yang sangat luas ini, terdapat berbagai sistem. Salah satunya yang menjadi tempat Bumi berada yang bernama sistem tata surya.
Sistem ini terdiri dari berbagai anggota penyusun. Semua anggota tersebut akan mengelilingi pusatnya berupa bintang yang bernama Matahari.
Pengertian Sistem Tata Surya
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tata surya adalah tatanan yang terdiri atas matahari sebagai pusat peredaran sembilan planet, membentuk suatu fisik karena gravitasi Matahari. Benda-benda yang mengorbit Matahari terdiri dari planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor.
Sistem tata surya sendiri terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu dari awan gas dan debu raksasa yang disebut dengan nebula. Lewat gravitasi, awan tersebut menyusut dan berputar.
Pada bagian tengah awan yang paling padat menjadi bintang atau Matahari. Sedangkan sisanya menjadi planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor.
Anggota Penyusun Tata Surya
Dikutip dari laman kemendikdasmen.go.id, anggota penyusun sistem tata surya adalah.
1. Matahari
Matahari adalah satu-satunya benda di tata surya yang dapat memancarkan cahaya sendiri atau disebut bintang. Cahaya tersebut terbentuk dari gas-gas panas helium dan hidrogen dengan suhu 15 juta °C.
Matahari juga merupakan benda terbesar di sistem tata surya. Hasilnya adalah seluruh benda di tata surya mengelilingi Matahari karena gaya gravitasi yang kuat.
2. Merkurius
Merkurius adalah planet terdekat dengan Matahari dan terkecil dalam sistem tata surya dengan diameter sekitar 4.879 km. Merkurius hampir tanpa atmosfer sehingga langitnya tampak gelap. Jarak Merkurius dari Matahari sekitar 58 juta km, menjadikannya planet terdekat dengan Matahari.
Pada siang hari, Merkurius mencapai 427°C, sementara di malam hari suhunya turun drastis hingga mencapai −184°C. Merkurius bergerak mengelilingi Matahari, hanya dalam waktu 58 hari untuk sekali orbit dengan kala rotasi 59 hari.
3. Venus
Venus yang sering disebut dengan “bintang senja” memiliki atmosfernya yang pekat yang sebagian besar terdiri dari karbon dioksida dan awan putih berupa asam sulfat panas. Dengan diameter hampir sama dengan Bumi, sekitar 12.100 km.
Venus memiliki suhu ekstrim stabil sekitar 482°C, lebih panas daripada Merkurius. Venus memerlukan waktu 225 hari untuk satu kali orbit mengelilingi Matahari, sementara kala rotasinya adalah 243 hari.
4. Bumi
Bumi adalah tempat yang unik karena sebagian besar permukaannya diliputi oleh air. Planet biru ini memiliki diameter sekitar 12.700 km.
Bumi berjarak sekitar 150 juta km dari Matahari yang membutuhkan waktu 1 tahun (365,25 hari) untuk satu kali revolusi. Sementara kala rotasinya adalah 24 jam.
5. Mars
Mars memiliki permukaannya berbatu dengan kandungan besi oksida yang tinggi. Planet merah ini memiliki kutub es dan gunung berapi aktif, salah satunya adalah Gunung Olympus yang besar.
Suhu rata-rata di Mars sekitar −55°C, sedangkan diameter planet ini sekitar 6.800 km. Mars membutuhkan waktu 687 hari untuk satu kali orbit mengelilingi Matahari, dengan kala rotasi sekitar 24,6 jam. Phobos dan Deimos adalah dua satelit Mars yang menemaninya.
6. Jupiter
Jupiter adalah planet terbesar di sistem tata surya dengan diameter sebesar 142.860 km. Revolusinya memakan waktu 12 tahun, sementara kala rotasinya 9,8 jam.
Jupiter memiliki atmosfer yang terdiri dari hidrogen dan helium dengan awan-awan amonia dan kristal es yang berputar dengan cepat, mencapai 200 mil per jam.
Meskipun cincinnya samar, Jupiter memiliki cincin yang terdiri dari kristal halus. Selain itu, planet ini memiliki 63 satelit dan yang paling terkenal adalah Europa, Ganymede, dan Callisto.
7. Saturnus
Saturnus berdiameter 120.000 km dengan atmosfernya dibalut oleh sabuk awan yang mengandung banyak hidrogen dan dapat memantulkan sinar Matahari. Suhu permukaan Saturnus mencapai −170 °C dan jaraknya dari Matahari sekitar 1.428 juta km.
Saturnus dikenal dengan keindahannya karena mempunyai cincin berlapis yang terdiri dari kristal es dengan lebar sekitar 402.000 km dan tebal 15 km. Kala revolusi planet ini 29,5 tahun, sedangkan kala rotasinya 10 jam 36 menit. Saturnus memiliki 62 satelit dan Titan menjadi yang paling terkenal.
8. Uranus
Uranus memiliki sumbu rotasinya sebidang dengan bidang edarnya. Ditemukan oleh William Herschel pada tahun 1781, Uranus memiliki atmosfer yang terdiri dari gas metan dan berselimut kabut tebal.
Dengan diameter 51.118 km, Uranus berjarak sekitar 2.870 juta km dari Matahari. Planet ini membutuhkan waktu 84 tahun untuk satu kali orbit, dengan kala rotasi sekitar 17 jam 14 menit.
Uranus memiliki 27 satelit, termasuk Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Meskipun memiliki cincin, namu karena ukurannya yang tipis membuat cukup sulit diamati.
9. Neptunus
Neptunus adalah planet terjauh dari Matahari dengan jarak sekitar 4.500 juta km. Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun untuk satu kali orbit mengelilingi Matahari.
Dengan diameter 49.600 km, suhu di permukaan Neptunus kira-kira −120°C. Neptunus sering dijuluki planet kembar Uranus karena memiliki banyak kesamaan. Neptunus juga memiliki satelit, di antaranya adalah Triton dan Nereid.
10. Asteroid
Asteroid adalah benda yang mengelilingi matahari dengan revolusi yang sama. Perbedaannya dengan planet, asteroid memiliki ukuran yang relatif kecil dan banyak.
Sabuk asteroid terletak antara garis edar planet Mars dan Jupiter. Hal ini menjadi perbatasan antara planet dalam dan planet luar.
11. Komet
Komet adalah benda yang juga mengelilingi bumi pada orbit yang sangat lonjong. Komet juga disebut dengan bintang berekor sebab seolah-olah memiliki ekor saat bergerak, terutama saat mendekati Matahari.
12. Satelit
Satelit adalah benda langit yang mengelilingi Matahari yang juga mengelilingi planet. Contohnya adalah Bulan yang mengelilingi Bumi dan Matahari.
Hampir semua planet di tata surya memiliki satelit alami, kecuali Merkurius dan Venus. Diameter rata-rata satelit berkisar 1.000 km.
13. Meteor
Meteor adalah benda berukuran kecil yang tidak memiliki lintasan tertentu. Biasanya, meteor hasil dari pecahan asteroid dan terpental ke tempat lain, seperti di Bumi.
Baca Juga: 5 Teori Pembentukan Tata Surya untuk Pelajar
Dari ulasan di atas dapat diketahui pengertian sistem tata surya tentang dan anggota penyusunnya bukan. Dengan begitu, dapat diketahui bahwa langit yang luas tidak hanya Matahari, Bumi, dan Bulan saja, namun benda lain yang tak kalah menakjubkan. (MZM)
