Striker Prancis Mana yang Memenangi Sepatu Emas 1998? Cek di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Striker Prancis mana yang memenangi Sepatu Emas 1998 menjadi pertanyaan menarik karena turnamen tersebut dipenuhi penyerang tajam dari berbagai negara besar dunia.
Piala Dunia 1998 di Prancis menghadirkan pertandingan penuh tekanan dengan persaingan ketat antarpemain depan sepanjang fase grup hingga babak gugur.
Perjalanan Kroasia sebagai debutan sukses mengubah perhatian publik sepak bola internasional melalui ketajaman lini serang serta performa luar biasa sepanjang kompetisi berlangsung.
Striker Prancis Mana yang Memenangi Sepatu Emas 1998?
Striker Prancis mana yang memenangi Sepatu Emas 1998? Jawaban yang benar adalah tidak ada striker Prancis yang berhasil meraih penghargaan tersebut.
Dikutip dari fifa.com, Sepatu Emas Piala Dunia 1998 justru dimenangkan Davor Suker dari Kroasia setelah mencetak enam gol sepanjang turnamen berlangsung.
Pertanyaan tersebut muncul dalam event trivia A Nation’s Story France di FC Mobile 26. Pada kuis Day 1, pilihan jawaban yang tersedia terdiri atas David Trezeguet, Thierry Henry, Youri Djorkaeff, dan “None”.
Jawaban yang tepat berada pada pilihan “None” karena tidak ada penyerang Prancis yang menjadi top skor Piala Dunia 1998.
Keberhasilan Davor Suker menjadi pencetak gol terbanyak terasa sangat spesial karena Kroasia menjalani debut pertama pada ajang Piala Dunia. Status debutan tidak menghalangi Kroasia tampil mengejutkan hingga berhasil finis di posisi ketiga turnamen.
Suker tampil sangat tajam sejak fase grup. Gol pertamanya lahir saat Kroasia menghadapi Jamaika.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Kroasia. Gol Suker tercipta melalui tendangan rendah yang sempat mengenai pemain lawan sebelum masuk ke gawang.
Pertandingan kedua melawan Jepang kembali memperlihatkan kualitas penyelesaian akhir Suker.
Kroasia kesulitan menembus pertahanan disiplin Jepang sebelum akhirnya Suker mencetak gol kemenangan. Gol tersebut memastikan Kroasia lolos ke fase gugur lebih cepat.
Ketajaman Suker berlanjut pada babak 16 besar saat menghadapi Rumania. Kroasia mendapatkan penalti setelah pelanggaran terhadap Aljosa Asanovic di dalam kotak terlarang.
Suker sempat berhasil mencetak gol penalti pertama, tetapi wasit meminta eksekusi diulang karena ada pemain Kroasia yang masuk terlalu cepat ke area penalti. Suker tetap tenang dan kembali mencetak gol melalui tendangan kedua.
Perempat final menghadirkan salah satu penampilan terbaik Kroasia sepanjang sejarah Piala Dunia. Kroasia menghancurkan Jerman dengan skor 3-0.
Suker mencetak gol terakhir melalui penyelesaian tenang yang melewati sela kaki Andreas Kopke. Gol tersebut terasa istimewa karena menjadi satu-satunya gol Suker menggunakan kaki kanan selama turnamen berlangsung.
Babak semifinal mempertemukan Kroasia melawan tuan rumah Prancis. Suker berhasil membawa Kroasia unggul terlebih dahulu melalui serangan balik cepat dan penyelesaian akurat melewati Fabien Barthez.
Namun, Prancis berhasil membalikkan keadaan melalui dua gol Lilian Thuram. Kekalahan tersebut tidak menghentikan ketajaman Suker.
Pada perebutan tempat ketiga melawan Belanda, Suker kembali mencetak gol penentu kemenangan Kroasia dengan skor 3-1. Gol keenam itu sekaligus memastikan posisi Suker sebagai top skor resmi Piala Dunia 1998.
Sementara itu, lini serang Prancis sebenarnya memiliki beberapa nama besar seperti Thierry Henry, David Trezeguet, dan Youri Djorkaeff. Thierry Henry bahkan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak Prancis dalam turnamen tersebut.
Namun, jumlah gol Henry masih kalah dibandingkan koleksi enam gol milik Suker.
Keberhasilan Suker juga terasa semakin penting karena persaingan penyerang pada Piala Dunia 1998 sangat ketat.
Gabriel Batistuta dari Argentina, Christian Vieri dari Italia, dan Ronaldo dari Brasil sama-sama tampil menonjol sepanjang kompetisi. Suker berhasil melampaui seluruh pesaing tersebut melalui konsistensi mencetak gol di setiap fase penting.
Piala Dunia 1998 akhirnya menjadi bagian besar dalam sejarah sepak bola Kroasia sekaligus mengangkat nama Davor Suker sebagai salah satu striker terbaik era 1990-an.
Ketajaman, insting mencari ruang, dan penyelesaian akhir yang efisien membuat Suker tampil berbeda dibandingkan penyerang lain dalam turnamen itu.
Striker Prancis mana yang memenangi Sepatu Emas 1998 akhirnya terjawab jelas melalui catatan resmi FIFA yang menempatkan Davor Suker sebagai peraih penghargaan tersebut.
Prestasi Kroasia pada turnamen itu masih dikenang sebagai salah satu perjalanan debut terbaik dalam sejarah Piala Dunia. (Khoirul)
Baca Juga: Siapa Kapten Jepang di FIFA World Cup 2010? Ketahui Profilnya di Sini
