Konten dari Pengguna

Struktur Bakteri: dari Membran Plasma hingga Selubung Sel

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur bakteri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur bakteri. Foto: Unsplash

Bakteri merupakan kelompok mikroorganisme yang bersel tunggal dan biasanya menjadi penyebab mengapa makhluk hidup mengalami gangguan pencernaan.

Tidak hanya bersel tunggal, bakteri juga tidak memiliki membran inti sel. Pertumbuhan bakteri juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mengutip buku Mengenal Dunia Bakteri karya Koes, berikut faktor-faktornya:

  • Sumber energi

  • Sumber karbon

  • Sumber nitrogen

  • Sumber garam-garam anorganik

  • Bakteri tertentu membutuhkan faktor tumbuhan tambahan

Untuk mengetahui keberadaan bakteri, diperlukan beberapa cara identifikasi, yakni morfologi dan fisiologi. Morfologi biasanya meliputi bentuk koloni, struktur koloni, bentuk sel, ukuran sel, dan pewarnaan bakteri. Sementara fisiologi dapat dilakukan dengan melakukan uji biokimia.

Membahas tentang morfologi, kira-kira bagaimana struktur bakteri ketika sudah diamati dengan mikroskop? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini.

Struktur Bakteri dan Fungsinya

Ilustrasi struktur bakteri. Foto: Unsplash

Pada dasarnya, hampir seluruh sel bakteri memiliki lapisan pembungkus sel, yakni dinding sel yang mengandung protein dan polisakarida. Dinding sel berfungsi untuk membungkus dan melindungi protoplasma dari kerusakan akibat faktor fisik.

Dengan mengetahui struktur dari dinding sel, maka akan lebih mudah untuk mendeteksi jenis bakterinya, apakah bakteri gram positif atau justru bakteri gram negatif. Berikut penjelasan mengenai struktur bakteri dan fungsinya.

1. Membran Plasma

Membran plasma merupakan pembungkus sel yang terletak pada bagian dalam lapisan pembungkus sel. Bentuknya kaku dan cukup dekat dengan membran sitoplasma.

Selain itu, membran plasma juga berfungsi untuk menjadi tempat beberapa reaksi seperti reaksi oksidasi dalam respirasi, sekaligus penerima reseptor atau rangsangan dari luar.

2. Dinding Sel

Setiap bakteri memiliki dinding selnya sendiri yang berfungsi untuk melindungi kerusakan sel dari lingkungan bertekanan osmotik rendah dan memelihara bentuk sel.

Keberadaan dinding sel juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Biasanya dinding sel hanya ditemukan pada tumbuhan saja. Tugasnya pun bisa menjadi pembuat jaringan baru bagi tumbuhan.

3. Flagela dan Filamen Axial

Flagela adalah filamen protein uliran (helical) dengan panjang dan diameter yang sama, dimiliki oleh beberapa bakteri patogen untuk bergerak bebas. Flagela sendiri tersusun dari beberapa bagian, yakni:

  • Filamen

  • Hook (sudut)

  • Basal body (bagian dasar)

4. Selubung Sel

Selubung sel adalah bagian dari membran sel, dinding sel, serta protein atau polisakarida dan beberapa bahan pelekat luar. Selain itu, selubung sel bakteri juga mengandung daerah transpor untuk nutrisi dan daerah reseptor untuk virus bakteri dan bakteriosin.

Komponen selubung sel juga dilapisi dengan lapisan pelindung yang tersusun atas beberapa lapis sel yang umum terdapat pada sel bakteri, tersusun dari 20% atau lebih dari berat kering sel.

5. Kapsul

Kapsul adalah selubung pelindung bakteri yang tersusun atas polisakarida. Selubung ini berfungsi sebagai pelindung sel dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan.

6. Pili

Pili adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Pili berfungsi untuk mentransfer molekul DNA dari bakteri yang satu ke bakteri yang lain pada proses konjugasi.

7. Ribosom

Ribosom adalah makromolekul kompleks yang terdiri dari RNA dan protein. Ribosom berfungsi sebagai tempat proses sintesis protein di dalam sel.

8. Nukleoid

Nukleoid adalah area dalam sel prokariotik yang berfungsi sebagai tempat terkandungnya materi genetik (DNA). Nukleoid pada sel bakteri terdiri dari untai ganda molekul DNA yang sangat tipis, panjang, dan melingkar yang tidak dikelilingi oleh membran.

9. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel dan berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme. Cairan ini tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan mineral.

10. Membran Sitoplasma

Membran sitoplasma tersusun atas lapisan lipoprotein (fosfolipid dan protein) yang bersifat permeabel dan berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat-zat di dalam sel bakteri.

11. Plasmid

Plasmid adalah unsur genetik berbentuk cincin yang terletak di luar kromosom dan mampu melakukan replikasi sendiri di dalam sel bakteri. Plasmid berfungsi sebagai alat pertahanan sel terhadap lingkungan yang ekstrem.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bakteri pada Makanan dan Organ yang Membunuh Bakteri

Ciri-Ciri Bakteri

Ilustrasi bakteri. Foto: Unsplash

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya. Dikutip dari Pengelolaan Terpadu Terhadap Patogen Bakteri Tumbuhan oleh Jahira S. Sopialena (2021: 29), adapun ciri-ciri bakteri adalah sebagai berikut.

  • Organisme bersel tunggal (uniseluler).

  • Organisme prokariotik, yaitu inti selnya tidak memiliki membran inti.

  • Ukuran sel berkisar antara 1-5 milimikron.

  • Berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri.

  • Hidupnya ada yang soliter (secara sendiri-sendiri) dan berkoloni (berkelompok), serta ada yang bersimbiosis, parasit, dan saprofitik.

  • Beberapa jenis bakteri berperan penting pada proses penguraian zat-zat organik.

  • Bakteri umumnya tidak memiliki klorofil, kecuali bakterioklorofil dan bakteriopurpurin.

  • Berkembang biak secara vegetatif dengan membelah diri dan generatif (paraseksual) dengan konjugasi, tranformasi, dan transduksi.

  • Bakteri bergerak dengan flagela atau pili.

  • Hidupnya kosmopolit, artinya bakteri dapat hidup dan ditemukan di mana saja. Namun dalam kondisi ekstrem, bakteri akan membentuk endospora, yaitu spora bakteri yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri pada kondisi ekstrem.

(JA & SFR)