Suhu Air yang Harus Dicapai dan Dijaga Secara Konstan di Proses Perebusan Telur

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telur rebus adalah makanan favorit banyak orang. Tapi masalahnya, teknik yang kurang tepat membuat telur tidak matang sempurna saat direbus. Berapa suhu air yang harus dicapai dan dijaga secara konstan selama proses perebusan telur rebus?
Sebenarnya, tidak ada satu suhu air yang harus dipertahankan secara konstan sepanjang seluruh proses perebusan telur.
Hal ini karena ada beberapa pendekatan berbeda soal teknik perebusan telur. Teknik penting saat merebus telur adalah membedakan suhu air rebusan dengan suhu ketika protein telur mulai berubah.
Suhu Air yang Harus Dicapai dan Dijaga Secara Konstan Selama Proses Perebusan Telur Rebus
Berapa suhu air yang harus dicapai dan dijaga secara konstan selama proses perebusan telur rebus? Mengutip penjelasan rri.co.id, untuk metode perebusan biasa atau hot start, air dibuat mendidih sekitar 100°C pada tekanan udara normal.
Saat air sudah ada di suhu tersebut, telur kemudian dimasukkan dengan hati-hati ke dalam air. Hal ini tidak berarti suhu 100°C adalah suhu yang harus dijaga agar telur berada pada suhu 100°C selama beberapa menit.
Suhu 100°C merupakan suhu yang dicapai saat air mendidih. Telur sendiri membutuhkan waktu untuk bisa menerima panas dari permukaan menuju bagian tengahnya.
Kurang lebih urutannya yaitu air mendidih dengan suhu 100°C kemudian putih telur memanas. Sedangkan protein putih mulai terdenaturasi sekitar suhu 62°C dan kuning telur mulai mengeras sekitar 70°C.
Jadi, tingkat kematangan telur rebus secara optimal hingga kuning telurnya ditentukan oleh waktu.
Metode hot start bisa dipraktikkan secara sederhana dengan mendidihkan air terlebih dahulu (sekitar 100°C).
Kemudian masukkan telur dan pertahankan kondisi air tetap panas atau mendidih secara lembut hingga waktu yang diinginkan.
Pada suhu 62°C protein putih telur mulai mengalami denaturasi. Kemudian di angka suhu 70°C kuning telur pun mulai mengeras.
Denaturasi artinya struktur protein yang berubah akibat panas. Angka ini adalah suhu perubahan protein telur dan bukan setelan pada suhu kompor.
Misalnya, konsumen ingin putih telur matang tetapi kuning telurnya masih lembut, maka tidak perlu menjaga air tepat pada 62°C. Konsumen dapat menggunakan air mendidih dan mengatur lamanya telur berada di dalam air.
Namun perlu dipahami juga bahwa suhu 100°C dengan durasi waktu 5–6 menit tidak selalu menghasilkan tingkat kematangan telur yang sama.
Ini disebabkan oleh faktor yang memengaruhi perpindahan panas. Termasuk ukuran telur, suhu awal telur dari dalam kulkas atau suhu ruang, jumlah, volume air, dan intensitas didihannya.
Suhu air yang harus dicapai dan dijaga secara konstan selama proses perebusan telur rebus adalah sekitar 100°C pada air mendidih. Prinsipnya adalah suhu tinggi untuk memasak, waktu untuk mengatur kematangan, dan pendinginan untuk menghentikan pemasakan telur. (Win)
Baca juga: Menu Thankyou Tangyuan Kota Jakarta Barat yang Wajib Dicoba
