Konten dari Pengguna

Sumber Energi yang Tidak Dapat Diperbarui, dari Minyak Bumi hingga Nuklir

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi, yang melimpah ruah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi, yang melimpah ruah. Foto: Pixabay

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber energi, yang tersebar di setiap daerahnya. Kekayaan sumber energi yang terdapat di Indonesia, meliputi energi yang berasal dari migas (minyak bumi dan gas) serta non migas.

Mengutip dalam buku Energi di Sekitarku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, energi merupakan sebuah kemampuan atau usaha dalam melakukan sesuatu. Adapun macam-macam energi dan contoh pemanfaatannya, adalah sebagai berikut.

1. Energi dari minyak bumi

  • Minyak tanah: bahan bakar kompor

  • Bensin: bahan bakar kendaraan, seperti motor dan mobil

  • Solar: bahan bakar mobil dan mesin yang digunakan dalam proses produksi.

2. Energi dari non minyak bumi

  • Cahaya matahari: menjemur pakaian

  • Angin: menggerakkan perahu layar para nelayan dan kincir angin

  • Air: sumber energi utama dalam PLTA

  • Bahan bakar bio, yang berasal dari tumbuhan kelapa sawit, jarak, dan bunga matahari, serta kotoran hewan.

Sumber energi dibedakan menjadi dua berdasarkan sumbernya, yaitu dapat diperbarui dan tidak. Foto: Pixabay

Sementara itu, dalam buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 karya Christiana Umi, disebutkan bahwa sumber energi terbagi menjadi dua kategori, antara lain:

  1. Sumber energi yang dapat diperbarui, yaitu sumber energi yang tidak akan habis meskipun digunakan secara terus menerus.

  2. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui, adalah sumber energi yang dapat habis dan membutuhkan ratusan tahun lamanya untuk dapat digunakan lagi.

Pembahasan berikut ini akan menjelaskan secara singkat tentang sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi ini harus diperhatikan dalam penggunaannya agar tidak mengalami kelangkaan.

Sumber Energi yang Tidak Dapat Diperbarui

Mengutip dalam buku Mesin Konversi Energi oleh Astu Pudjanarsa dan Djati Nursuhud, sumber energi yang tidak dapat diperbarui adalah sumber energi yang dapat habis, sulit untuk didapatkan dalam waktu singkat, serta membutuhkan waktu lama mengolahnya.

Sumber energi yang tidak dapat diperbarui pada umumnya merupakan sumber energi konvensional, yang mana berbentuk energi tambang atau energi fosil, yang berasal dari perut bumi.

Dikutip dalam sumber yang sama, contoh sumber energi yang tidak dapat diperbarui, di antaranya adalah sebagai berikut.

Salah satu contoh sumber energi yang tidak dapat diperbarui adalah minyak bumi. Foto: Pixabay

1. Minyak bumi

Minyak bumi adalah zat cair licin dan mudah terbakar, yang terjadi sebagian besar karena hidrokarbon. Jenis sumber energi ini berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup di laut, jutaan tahun yang lalu.

Fosil tersebut mengendap dan mendapatkan tekanan dari lempengan bumi, sehingga secara alami akan larut dan berubah menjadi minyak bumi, yang kemudian dimanfaatkan manusia untuk kebutuhannya.

2. Batubara

Batubara dibentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terkubur di dasar rawa, kurang lebih jutaan tahun lamanya. Pada awalnya sisa tumbuhan tersebut berubah menjadi bahan padat, yang disebut gambut akibat tekanan dan pemanasan dari lapisan bagian atas.

Setelah melalui proses tersebut, gambut akan berubah menjadi batubara, yang merupakan batuan sedimen yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen.

3. Nuklir

Nuklir adalah sumber energi yang mengandung risiko bahaya radiasi yang tinggi. Sumber energi ini merupakan sumber energi hasil tambang lain, yang dapat dibudidayakan melalui proses fisi dan fusi.

Selain berbahaya dan mematikan, pengelolaan nuklir juga memakan biaya yang cukup besar, sehingga modal investasi bagi negara yang ingin membudidayakan nuklir harus bernilai tinggi jumlahnya.

(HDP)