Konten dari Pengguna

Surat Al-Isra' Ayat 32: Arab, Latin, Terjemahan, dan Tafsirannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat Al-Isra' ayat 32. Foto: Unsplash/The Dancing Rain
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat Al-Isra' ayat 32. Foto: Unsplash/The Dancing Rain

Al-Quran surat Al-Isra’ ayat 32 seringkali menjadi dalil yang dipakai umat Islam untuk mengingatkan larangan mendekati zina, atau yang dikenal dengan berpacaran. Namun, lebih dari itu, salah satu surat dalam Al-Quran ini memiliki makna yang lebih mendalam.

Al-Quran merupakan sumber ajaran Islam yang pertama dan yang paling utama menurut kepercayaan dalam agama Islam. Sehingga, mempelajari kandungan ayatnya menjadi penting bagi umat (Daulay et.al., Pengenalan Al-Quran: 472).

Kitab suci Al-Quran meliputi banyak isi yang bermanfaat, yaitu 30 juz dengan 114 surat dan memiliki lebih dari 6.200 ayat. Semua ayat dalam Al-Quran sejatinya merupakan pedoman bagi umat Islam, sehingga perlu untuk dibaca dan dimaknai.

Daftar isi

Surat Al-Isra’ Ayat 32

Surat Al-Isra’ merupakan surat ke 17 dalam Al-Quran dengan total ayat di dalamnya yaitu berjumlah 111 ayat. Berikut merupakan teks surat Al-Isra’ ayat 32 dalam bahasa Arab, latin, terjemahan, serta tafsir ayatnya menurut beberapa sumber:

Teks Arab, Latin, serta Terjemahan QS. Al-Isra’ Ayat 3

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ۝٣٢

Latin: Wa laa taqrabuz-zina innahu kaana faahisyah, wa saa’a sabiilaa

Terjemahan: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.” (uran.nu.or.id)

Photo by GR Stocks on Unsplash

Kumpulan Tafsir QS. Al-Isra’ Ayat 32

1. Tafsir Wajiz

Dikutip dari laman quran.nu.or.id, terdapat tafsir wajiz mengenai QS. Al-Isra’ ayat 32, di mana tafsirnya dibagi pada tiga bagian ayat tersebut. Kitab tafsir ini merupakan karya Ibnu Athiyyah. Berikut tafsir wajiz dari QS. Al-Isra’ ayat 32:

  • Dan janganlah kamu mendekati zina.” Bagian ini ditafsirkan mengenai hal apa saja yang termasuk mendekati zina, yaitu “dengan melakukan perbuatan yang dapat merangsang atau menjerumuskan kepada perbuatan zina.”

  • Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.” Lalu dilengkapi dengan tafsir akibat dari perbuatan keji tersebut, yaitu “yang mendatangkan penyakit dan merusak keturunan.”

  • dan suatu jalan yang buruk.” Kata jalan yang buruk pada bagian ini ditafsirkan menjadi, jalan “yang menyebabkan pelakunya disiksa dalam neraka.”

2. Tafsir Tahlili

Masih dikutip dari laman quran.nu.or.id, tafsir tahlili merupakan metode penafsiran yang berusaha menjelaskan Al-Quran dengan menguraikan berbagai seginya dan menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh Al-Quran (journal.uin-alauddin.ac.id).

Dalam tafsir ini, Allah Swt. melarang hamba-Nya mendekati perbuatan zina. Di mana maksudnya adalah Allah melarang hamba-Nya melakukan perbuatan yang membawa pada perzinaan. Perbuatan-perbuatan tersebut di antaranya, yaitu:

Pergaulan bebas tanpa kontrol antara laki-laki dan perempuan, membaca bacaan yang merangsang, menonton tayangan sinetron dan film yang mengumbar sensualitas perempuan, serta merebaknya pornografi dan pornoaksi.

Semua itu merupakan hal yang benar-benar menjadikan situasi lebih kondusif dan memungkinkan pada terjadinya perzinaan. Larangan melakukan zina diungkapkan dengan larangan mendekati zina untuk memberikan kesan tegas.

Hal itu menggambarkan tentang mendekati zina saja sudah dilarang, maka melakukan zina lebih dilarang lagi dan sanksinya amat berat.

Dengan pengungkapan seperti ini, seseorang akan memahami bahwa larangan melakukan zina adalah larangan keras. Sehingga, larangan tersebut benar-benar harus dijauhi.

Adapun yang dimaksud dengan perbuatan zina, ialah hubungan kelamin yang dilakukan oleh pria dan wanita di luar pernikahan, baik pria atau wanita itu sudah melakukan hubungan kelamin sah atau belum. Dan bukan karena sebab kekeliruan.

Selanjutnya, Allah memberikan alasan mengapa zina dilarang. Alasan tersebut tercantum pada akhir ayatnya, yaitu karena zina benar-benar perbuatan yang keji, yang mengakibatkan kerusakan. Berikut merupakan di antara kerusakan tersebut:

  • Merusak garis keturunan: zina mengakibatkan seseorang menjadi ragu terhadap nasab anaknya, apakah anak itu merupakan anak kandungnya dengan pasangan sah atau anak yang merupakan hasil perzinaan.

  • Menimbulkan kegoncangan dan kegelisahan dalam masyarakat: orang yang berlaku zina menandakan bahwa ia tidak mampu memelihara kehormatannya dan itu dipandang buruk oleh masyarakat, sehingga tak jarang banyak terjadi kegaduhan.

  • Merusak ketenangan hidup berumah tangga: perbuatan zina dipandang buruk di mata masyarakat, sehingga kehidupan rumah tangga tak akan mampu memiliki kedamaian. Belum lagi kepercayaan pasangan akan rusak.

  • Merebaknya perzinaan di masyarakat dan menyebabkan tersebarnya penyakit kelamin: banyak penyakit yang dapat menyerang akibat perbuatan zina, di antaranya yaitu sifilis dan AIDS atau HIV.

Pada intinya, zina merupakan perbuatan yang keji dan merugikan, yang jika perbuatan tersebut dibiarkan merajalela di tengah-tengah masyarakat, artinya manusia sama derajatnya dengan binatang.

Ayat ini mengandung larangan berbuat zina dan isyarat akan perilaku orang-orang Arab Jahiliyah yang berlaku boros pada saat itu. Ayat ini juga menegaskan bahwa perzinaan merupakan penyebab keborosan sehingga harus dihindari.

Photo by Madrosah Sunnah on Unsplash

3. Tafsir Fi Zilal Al-Quran

Tafsir Fi Zilal merupakan kitab tafsir karya Asy Syahid Sayyid Quthb. Berikut merupakan tafsir QS. Al-Isra’ ayat 32 tafsir Fi Zilal (Shofiyah, Larangan Mendekati Zina: Studi Tafsir Alquran Surat Al-Isra’ Ayat 32 Menurut Para Mufassir, hal. 32 – 33):

  • Perzinaan sama dengan pembunuhan, dalam artian zina merupakan sebuah perbuatan yang menumpahkan materi asal mula kehidupan pada yang bukan tempatnya. Biasanya orang akan memilih membunuh janin untuk membersihkan diri dari zina.

  • Apabila janin tersebut tetap dalam keadaan hidup, maka kehidupannya tidak akan mudah, karena akan dipandang secara hina, tidak layak, serta sia-sia dalam lingkup masyarakat.

  • Pembunuhan dalam bentuk lain dapat dilihat dalam sebuah komunitas yang di dalamnya banyak terjadi perzinaan. Hal tersebut akan menimbulkan kerancuan keturunan dan hubungan darah, serta hilangnya kehormatan seseorang.

  • Perzinaan juga akan mempermudah terpenuhinya hawa nafsu, sehingga nilai rumah tangga antara suami dan istri sudah tidak dipandang lagi, dan ini merupakan bentuk pembunuhan pola kemasyarakatan dalam bentuk perzinaan.

  • Selanjutnya, perbuatan zina juga akan menghancurkan suatu bangsa apabila dibiarkan merajalela. Suatu negara yang terlihat seperti negara adidaya tapi membebaskan perzinaan, diketahui memiliki dominan masyarakat yang kekurangan moral.

  • Kitab suci Al-Quran telah melarang walau hanya mendekati perbuatan zina, agar manusia senantiasa berhati-hati dan memiliki antisipasi yang lebih besar, karena zina berasal dari dorongan hawa nafsu yang tergolong sangat kuat.

4. Tafsir Al-Misbah

Dalam tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, terdapat beberapa sudut pandang mengenai penafsiran dalam QS. Al-Isra’ ayat 32. Berikut merupakan beberapa penggalan yang menjadi inti pembahasan tafsir tersebut:

  • Ketakutan terhadap pemerkosaan dan perzinaan merupakan faktor penyebab orang tua membunuh anak-anak perempuannya. Sehingga QS. Al-Isra’ ayat 32 mengantar lebih jauh untuk menghindari perbuatan zina dan pembunuhan.

  • Al-Biqa’i menuliskan bahwa dalam membunuh anak terdapat unsur dari kekikiran dan dalam perzinaan terdapat unsur dari pemborosan, sehingga ayat ini berlanjut pada larangan berzina.

  • Para ulama menggaris bawahi, bahwa membunuh anak akibat takut miskin adalah prasangka buruk terhadap Allah. Sedangkan, membunuh anak karena takut berzina merupakan upaya membinasakan keturunan.

  • Ayat ini menegaskan bahwa, “dan janganlah kamu mendekati zina,” yaitu dengan melakukan hal-hal walau dalam bentuk mengkhayalkannya, sehingga menyebabkan seseorang terjerumus pada perbuatan buruk tersebut.

  • “Sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang amat keji dan melampaui batas dalam ukuran apapun dan merupakan suatu jalan yang burut,” dalam menyalurkan kebutuhan biologis.

5. Tafsir Al-Aisar

Tafsir Al-Aisar merupakan kitab tafsir yang tersusun secara ringkas dan menekankan pada penafsiran manhaj salaf dalam aqidah, asma dan sifat Allah Swt. Berikut merupakan isi tafsir Al-Aisar (Nirwana, Majalah Tabligh Edisi No. 1:

  • Dan janganlah engkau mendekati zina.” Yakni dengan melakukan hal-hal yang menjerumuskan ke dalam perbuatan zina. Hal ini juga merupakan larangan untuk melakukan zina secara tidak langsung, karena dosa zina lebih berat.

  • Perilaku yang amat sangat buruk dan seburuk-buruknya jalan.” Di antara yang Allah tetapkan dan wasiatkan adalah larangan untuk mendekati zina, walau sekedar mendekati dan belum melakukannya. Zina dalam hukum Allah adalah sebuah perbuatan keji, kelakuan yang sangat buruk dan tidak bisa diterima oleh tabiat, akal, dan syariat. Jalan yang mengantarkan pada zina adalah seburuk-buruknya jalan yang memberikan efek negatif dan merusak. Kerusakan tersebut di antaranya adalah merusak kehormatan kaum mukminin hingga balasan neraka Jahanam untuk dibakar dengan panas api di dalamnya, serta menetap di sana untuk waktu yang lama.

  • Hikmah dari ayat ini yaitu, haram untuk hamba Allah melakukan hal yang dapat mengantar kepada zina, di antaranya 1) memandang dengan syahwat; 2) berbicara dengan perempuan asing, apalagi menyentuhnya; 3) membuat regulasi-regulasi kebolehan berkhalwat, bahkan kebolehan zina atas dasar suka sama suka. Hal itu semakin menegaskan bahwa keharaman mendekati zina adalah mutlak, terlebih melakukan zina yang sesungguhnya.

Demikian ulasan terkait Al-Quran surat Al-Isra’ ayat 32, dari tulisan bahasa Arab, latin, hingga tafsir ayatnya yang dapat pembaca simak. Dengan ulasan tersebut, sudah sepatutnya umat lebih sadar dan mampu mengaplikasikan kebaikannya dalam kehidupan.

Baca juga: 7 Hadis tentang Zina yang Wajib Dipahami Seorang Muslim