Konten dari Pengguna

Syarat Sah Shalat Jumat, Penjelasan, Dalil, dan Hukumnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi syarat sah salat jumat. Pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi syarat sah salat jumat. Pexels.com/Pixabay

Salat Jumat adalah ibadah salat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah oleh umat Muslim setiap hari Jumat, menggantikan salat Zuhur. Di dalamnya terdapat syarat sah shalat jumat yang wajib dipenuhi.

Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap, Moh Rifai, 2017, salat jumat terdiri dari dua rakaat, didahului oleh dua khutbah yang berisi nasihat agama, ajakan kebaikan, dan pengingat tentang nilai-nilai Islam.

Salat Jumat wajib bagi laki-laki Muslim yang sudah baligh dan memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti tidak dalam perjalanan jauh (musafir). Pelaksanaannya biasanya dilakukan di masjid atau tempat-tempat yang telah ditentukan.

Daftar isi

Rukun Salat Jumat

Ilustrasi syarat sah salat Jumat. Pexels.com/Rayn-L

Rukun salat Jumat adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar salat Jumat sah. Berikut adalah rukun-rukun salat Jumat:

  1. Dilaksanakan di waktu Zuhur: Salat Jumat hanya sah jika dilakukan pada waktu Zuhur, yaitu antara tergelincirnya matahari hingga masuk waktu Asar.

  2. Didahului dua khutbah: Sebelum salat Jumat, khatib harus menyampaikan dua khutbah yang merupakan bagian penting dari ibadah salat Jumat.

  3. Khatib harus berdiri saat menyampaikan khutbah: Pada kedua khutbah, khatib harus berdiri jika mampu.

  4. Duduk di antara dua khutbah: Khatib harus duduk sejenak antara khutbah pertama dan khutbah kedua.

  5. Dilaksanakan secara berjamaah: Salat Jumat harus dilakukan secara berjamaah, minimal ada 40 orang laki-laki mukallaf (berakal, baligh, Muslim).

  6. Khutbah harus mengandung pujian kepada Allah: Khatib harus memuji Allah dalam khutbah, biasanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah” atau ungkapan pujian lainnya.

  7. Salawat kepada Nabi Muhammad saw: Khatib harus membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw dalam khutbahnya.

  8. Memberikan wasiat atau nasihat untuk bertakwa: Khatib harus menyampaikan nasihat atau wasiat agar para jamaah bertakwa kepada Allah.

  9. Membaca ayat Al-Qur'an: Khatib harus menyertakan minimal satu ayat Al-Qur'an dalam khutbahnya.

  10. Berdoa untuk kaum Muslimin: Dalam khutbah kedua, khatib harus berdoa untuk kebaikan seluruh umat Islam.

Rukun-rukun ini wajib dipenuhi agar salat Jumat dianggap sah menurut hukum Islam.

Syarat Sah Shalat Jumat

Ilustrasi syarat sah salat jumat. Pexels.com/Chattrapal-(Shitij)-Singh

Syarat sah shalat Jumat harus dipenuhi agar sah secara syariat. Berikut ini adalah syarat-syarat sahnya:

  1. Islam: Salat Jumat hanya diwajibkan dan sah bagi orang yang beragama Islam.

  2. Baligh: Salat Jumat diwajibkan bagi laki-laki yang telah mencapai usia baligh (dewasa menurut Islam).

  3. Berakal: Orang yang salat Jumat harus memiliki akal sehat. Salat tidak diwajibkan bagi orang yang hilang akal seperti gila atau mabuk.

  4. Laki-laki: Salat Jumat diwajibkan bagi laki-laki. Wanita tidak diwajibkan, tetapi jika melaksanakan, salatnya tetap sah.

  5. Merdeka: Pada zaman dahulu, hamba sahaya tidak diwajibkan melaksanakan salat Jumat, namun dalam konteks saat ini, syarat ini tidak relevan lagi.

  6. Mukim (tidak sedang bepergian jauh): Salat Jumat diwajibkan bagi orang yang menetap di tempatnya. Orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) tidak diwajibkan melaksanakan salat Jumat, tetapi tetap wajib salat Zuhur.

  7. Sehat: Orang yang sakit berat dan tidak mampu menghadiri salat Jumat diberi keringanan untuk tidak melaksanakannya, namun tetap wajib salat Zuhur.

  8. Dilaksanakan pada waktu Zuhur: Salat Jumat harus dilaksanakan tepat pada waktu Zuhur. Jika dilaksanakan sebelum atau setelah waktu Zuhur, maka salat Jumat tidak sah.

  9. Dikerjakan secara berjamaah: Salat Jumat tidak sah jika dilakukan sendirian. Harus dilaksanakan dalam bentuk berjamaah dengan minimal 40 orang laki-laki menurut sebagian ulama, meskipun ada pendapat lain yang lebih longgar.

  10. Adanya khutbah: Khutbah harus disampaikan sebelum salat Jumat sebagai bagian dari syarat sah. Tanpa khutbah, salat Jumat tidak sah.

Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, salat Jumat menjadi tidak sah dan harus diganti dengan salat Zuhur.

Dalil Tentang Salat Jumat

Ilustrasi syarat sah salat Jumat. Pexels.com/RDNE-Stock-project

Berikut adalah beberapa dalil dan hadis yang menjadi pedoman tentang salat Jumat:

1. Al-Qur'an

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِذَا  نُوْدِيَ  لِلصَّلٰوةِ  مِنْ  يَّوْمِ  الْجُمُعَةِ  فَا سْعَوْا  اِلٰى  ذِكْرِ  اللّٰهِ  وَذَرُوا  الْبَيْعَ  ۗ ذٰ  لِكُمْ  خَيْرٌ  لَّـكُمْ  اِنْ كُنْتُمْ  تَعْلَمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 9)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  وَاَ قَا مُوا  الصَّلٰوةَ  وَاٰ تَوُا  الزَّكٰوةَ  لَهُمْ  اَجْرُهُمْ  عِنْدَ  رَبِّهِمْ  ۚ وَلَا  خَوْفٌ  عَلَيْهِمْ  وَلَا  هُمْ  يَحْزَنُوْنَ

"Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 277)

2. Hadis

Hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

"Hendaklah kalian bersegera untuk salat Jumat. Sesungguhnya, salat Jumat itu adalah salah satu dari salat yang wajib bagi kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw bersabda:

"Seseorang yang meninggalkan tiga kali Jumat secara berturut-turut tanpa alasan, maka Allah akan menutup hatinya." (HR. Abu Dawood dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat, lalu pergi ke masjid, lalu salat yang wajib, lalu mendengarkan khutbah, lalu diam dan tidak berbicara, maka itu adalah penghapus dosa antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis dan ayat ini menunjukkan betapa pentingnya salat Jumat dalam Islam, serta anjuran untuk melaksanakan salat ini dengan penuh perhatian dan kekhusyukan.

Sejarah Salat Jumat

Ilustrasi syarat sah salat jumat. Pexels.com/David-McEachan

Sejarah awal salat Jumat pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam saat masih di Makkah, namun lebih resmi dilakukan setelah hijrah ke Madinah.

Sebelum Nabi berhijrah, kaum muslimin tidak memiliki tempat berkumpul yang tetap, sehingga belum memungkinkan untuk mendirikan salat Jumat secara rutin dan berjamaah.

Setelah tiba di Madinah, salat Jumat pertama kali dilaksanakan di sebuah masjid di wilayah Bani Salim bin Auf di Madinah, yang kemudian dikenal sebagai Masjid Jumat.

Dalam sejarahnya, salah seorang sahabat yang bernama Mus'ab bin Umair, yang diutus Nabi ke Madinah sebelum hijrah, sempat memimpin salat Jumat bersama para penduduk muslim di sana.

Salat Jumat diperintahkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an, Surah Al-Jumu'ah (62:9-10), yang memerintahkan kaum muslimin untuk meninggalkan jual beli dan segera mendirikan salat ketika azan Jumat dikumandangkan.

Hal ini mempertegas pentingnya salat Jumat sebagai bentuk ibadah wajib bagi umat Islam, khususnya laki-laki dewasa.

Sejak masa Nabi hingga kini, salat Jumat menjadi sarana utama untuk menyampaikan khutbah yang berisi nasihat, pengajaran agama, serta informasi penting bagi umat Islam.

Hikmah Salat Jumat

Ilustrasi syarat sah salat Jumat. Pexels.com/BECCA-SIEGEL

Melaksanakan salat Jumat memiliki banyak hikmah dan manfaat, baik dari segi spiritual, sosial, maupun psikologis. Berikut ada beberapa hikmah dari salat Jumat:

1. Kewajiban dan Penghormatan

Salat Jumat adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam setiap minggu, yang menegaskan kepatuhan dan pengabdian kepada Allah. Ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap hari Jumat sebagai hari yang istimewa (Sayyidul ayyam) dalam Islam.

2. Penguatan Iman

Melalui khutbah Jumat, jamaah mendapatkan nasihat dan pengajaran yang dapat meningkatkan iman dan pemahaman tentang agama, serta membantu memperkuat hubungan dengan Allah.

3. Kesempatan untuk Berdoa Bersama

Salat Jumat menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan memohon ampunan Allah secara bersama-sama dengan umat Muslim lainnya, yang memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan.

4. Pembersihan Dosa

Salat Jumat dianggap sebagai sarana pembersihan dosa. Hadis Nabi saw menyebutkan bahwa salat Jumat dapat menghapus dosa antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya, selama seseorang menghindari perbuatan dosa dan maksiat.

5. Kesempatan Sosial

Salat Jumat juga menjadi ajang berkumpulnya komunitas Muslim, mempererat hubungan sosial, dan meningkatkan rasa solidaritas di antara umat Islam.

6. Mengingatkan Kembali Prioritas

Dengan meninggalkan aktivitas duniawi seperti jual beli dan pekerjaan saat salat Jumat, umat Islam diingatkan untuk memprioritaskan ibadah dan kehidupan spiritual di atas urusan duniawi.

7. Menumbuhkan Kesadaran Sosial

Melalui khutbah Jumat, seseorang bisa mendapatkan pemahaman tentang berbagai isu sosial dan moral yang sedang terjadi, serta mendapatkan motivasi untuk berkontribusi pada kebaikan masyarakat.

Secara keseluruhan, salat Jumat memiliki banyak manfaat yang mendukung kesejahteraan secara spiritual, sosial, dan psikologis seorang Muslim. Sehingga, syarat sah shalat Jumat wajib dipenuhi untuk mendapat semua hikmah tersebut. (Zen)

Baca juga: Tata Cara Wudu yang Benar sesuai Syariat Islam