Tahun Baru Islam 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun Baru Islam 2026 berapa Hijriah menjadi pertanyaan yang banyak dicari menjelang pertengahan Juni karena berkaitan dengan pergantian tahun dalam kalender Islam.
Perhitungan kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sehingga tanggal penting keagamaan tidak selalu bertepatan dengan kalender Masehi setiap tahunnya.
Masyarakat Muslim kerap menandai pergantian tahun ini dengan berbagai kegiatan ibadah, doa bersama, serta agenda sosial di lingkungan sekitar.
Tahun Baru Islam 2026 Berapa Hijriah dalam Penanggalam Islam?
Tahun Baru Islam 2026 berapa Hijriah? Dikutip dari kotasemarang.baznas.go.id, jawabannya adalah Tahun Baru Islam 2026 bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal tersebut diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pergantian tahun tersebut menandai berakhirnya tahun 1447 Hijriah dan dimulainya tahun 1448 Hijriah.
Dalam sistem penanggalan Islam, pergantian hari tidak dimulai pada tengah malam sebagaimana kalender Masehi, melainkan sejak matahari terbenam atau masuk waktu Magrib.
Karena itu, malam Tahun Baru Islam 1448 H sudah dimulai sejak Senin petang, 15 Juni 2026.
Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada siklus bulan mengelilingi bumi.
Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan, yaitu Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.
Jumlah hari dalam satu tahun Hijriah umumnya sekitar 354 atau 355 hari, lebih pendek dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 atau 366 hari.
Perbedaan jumlah hari tersebut menyebabkan tanggal-tanggal penting Islam selalu bergeser jika dilihat dalam kalender Masehi. Itulah sebabnya Tahun Baru Islam tidak berlangsung pada tanggal yang sama setiap tahun Masehi.
Penanggalan Hijriah mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Setelah melalui musyawarah para sahabat, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dipilih sebagai titik awal perhitungan kalender Islam.
Peristiwa tersebut dianggap sebagai tonggak penting perkembangan dakwah Islam sehingga dijadikan dasar penamaan kalender Hijriah.
Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan.
Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari perbuatan tercela, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Momentum memasuki 1 Muharram sering dimanfaatkan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun Hijriah dipandang sebagai pengingat bahwa waktu terus berjalan dan usia semakin bertambah.
Karena itu, banyak umat Islam mengisi malam Tahun Baru Islam dengan doa, zikir, membaca Al-Qur'an, kajian keagamaan, dan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah.
Di berbagai daerah Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam juga diramaikan dengan tradisi lokal yang bernuansa religius.
Kegiatan seperti pawai Muharram, santunan anak yatim, pengajian akbar, doa bersama, hingga bakti sosial sering diselenggarakan oleh masjid, lembaga pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan.
Pemerintah juga menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai hari libur nasional pada Selasa, 16 Juni 2026. Tidak terdapat cuti bersama untuk peringatan tersebut.
Meski demikian, terdapat peluang menikmati libur lebih panjang apabila mengambil cuti tahunan pada Senin, 15 Juni 2026. Dengan demikian, rangkaian waktu libur dapat mencakup Sabtu 13 Juni, Minggu 14 Juni, Senin 15 Juni, dan Selasa 16 Juni 2026.
Perlu diketahui bahwa tanggal 1 Muharram 1448 H masih berupa perkiraan berdasarkan kalender yang telah disusun sebelumnya.
Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat dan pemantauan hilal yang dilakukan menjelang akhir bulan Zulhijah 1447 H. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar penentuan awal Muharram secara resmi di Indonesia.
Pergantian menuju tahun 1448 Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender.
Momen ini memiliki nilai historis karena mengingatkan kembali pada semangat hijrah Rasulullah saw yang membawa perubahan besar dalam perjalanan umat Islam.
Tahun Baru Islam 2026 berapa Hijriah? Jawabannya adalah 1 Muharram 1448 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pergantian tahun tersebut menjadi penanda dimulainya bulan Muharram sekaligus awal tahun baru dalam kalender Islam yang digunakan oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia. (Suci)
Baca Juga: Kapan 1 Muharram 2026 di Indonesia? Cek Tanggal dan Jadwal Libur Resminya
