Tanggal Berapa Galungan 2024? Ini Penjelasannya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
1 Mei 2024 18:44 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Tanggal Berapa Galungan 2024. Pexels.com/Titah Anamika
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanggal Berapa Galungan 2024. Pexels.com/Titah Anamika
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tahun ini, umat Hindu memiliki beberapa perayaan besar dan bisa disaksikan langsung sekaligus diabadikan oleh para wisatawan. Salah satunya yang paling dikenal oleh masyarakat luas, yaitu Hari Raya Galungan. Lantas, tanggal berapa Galungan 2024?
ADVERTISEMENT
Hari Raya Galungan identik dengan perayaan besar bagi umat Hindu di Bali. Biasanya, masyarakat Bali mengisinya dengan kegiatan sembahyang Galungan. Prosesi dan tradisi perayaan ini biasanya sudah dimulai sejak di hari ke-35 sebelum Galungan.
Jadwal Hari Raya Galungan menjadi hal menarik untuk diketahui oleh wisatawan, karena setiap masyarakat Bali akan merayakannya dengan meriah. Sehingga, sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja.

Pengertian Galungan

Ilustrasi Tanggal Berapa Galungan 2024. Pixabay.com/raw_image6.
Dikutip laman resmi kemenkeu.go.id, Hari Raya Galungan merupakan hari raya keagamaan umat Hindu untuk memperingati terciptanya alam semesta dan seluruh isinya. Selain itu, untuk merayakan juga kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan).
Hari Raya Galungan diperingati di Bali dan dihitung berdasarkan wuku, tepatnya pada Budha Kliwon Dungulan atau (Rabu Wuku Kliwon Dungulan). Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno (bertarung). Galungan juga disebut sebagai dulungan (menang).
ADVERTISEMENT
Tujuan umat Hindu merayakan hari Raya Galungan ini adalah untuk menunjukkan rasa syukur atas tercipatanya alam semesta beserta kehidupan untuk manusia. Perayaan ini menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pendirian serta pikiran yang terang untuk dharma dalam hidup.
Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan ini dengan melakukan persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara. Biasanya, masyarakat akan memasang Penjor (hiasan bambu) di tepi jalan dan akan mensucikan diri sebelum berkunjung ke rumah saudara.

Tanggal Berapa Galungan 2024?

Ilustrasi Tanggal Berapa Galungan 2024. Pixabay.com/alitdesign.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2023 tentang Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2024, Hari Raya Galungan diperingati dua kali pada hari Rabu, 28 Februari 2024 dan Rabu, 25 September 2024.
ADVERTISEMENT
Hari Raya Galungan ini datangnya setiap 6 bulan sekali kalender Bali, seperti diketahui penanggalan atau kalender Bali setiap bulannya berjumlah 35 hari, sehingga Galungan datangnya setiap 210 hari sekali tepatnya pada hari Rabu (Budha) Kliwon Wuku Dungulan.

Rangakaian Acara Galungan

Ilustrasi Tanggal Berapa Galungan 2024. Pexels.com/alleksana
Momen Hari Raya Galungan bukanlah perayaan yang selesai dalam satu hari, melainkan hampir 1 bulan setelahnya. Mengutip dari laman bulelengkab.go.id, berikut uraian rangkaian acara Hari Raya Galungan secara lengkap.

1. Tumpek Wariga

Tumpek Wariga merupakan hari untuk memberi penghormatan kepada alam, khususnya tumbuh-tumbuhan. Perayaan ini juga merupakan penjabaran dari salah satu inti konsep Tri Hita Karana, yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
Tumpek Wariga ini diperingati pada 25 hari sebelum Galungan. Pada saat ini, umat Hindu akan mempersembahkan sesaji berupa Bubuh (bubur) Sumsum kepada Sang Hyang Sangkara.
ADVERTISEMENT

2. Sugihan Jawa

Sugihan Jawa atau Sugihan Jaba merupakan sebuah kegiatan rohani dalam rangka penyucian segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung). Sugihan Jawa merupakan pesucian dewa semua bhatara.
Prosesi perayaan ini diperingati setiap hari Kamis Wage wuku Sungsang. Pada hari tersebut, upacara yang dilaksanakan umat Hindu disebut Mererebu atau Mererebon.

3. Sugihan Bali

Sugihan Bali merupakan upacara yang bertujuan untuk menyucikan diri sendiri (Bhuana Alit) atau mikrokosmos (manusia) secara sekala dan niskala, sehingga bersih dari dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya atau pembersihan lahir dan bathin.
Pembersihan tersebut dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Prosesi ini dilaksanakan setiap Jumat Kliwon wuku Sungsang dalam rangka menyucikan diri sendiri sebelum hari Galungan.
ADVERTISEMENT

4. Penyekeban

Hari Penyekeban memiliki makna filosofis "nyekeb indriya" yang artinya mengekang diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama. Pelaksanaannya Hari Penyekeban ini dirayakan setiap Minggu Pahing wuku Dungulan.

5. Penyajan

Penyajan diambil dari istilah kata Saja dalam bahasa Bali yang artinya benar dan serius. Menurut kepercayaan umat Hindu, pada hari ini, Sang Bhuta Dungulan akan menggoda umat untuk menguji pengendalian diri seseorang saat menjelang Galungan.
Hari Penyajan Galungan ini jatuh pada hari senin pon wuku dunggulan, atau 2 hari sebelum hari raya Galungan. Biasanya pada hari Penyajaan ini, para umat hindu di Bali melakukan persiapan pembuatan jajan.
Umumnya, umat Hindu akan menyiapkan berbagai sarana pemujaan dari bahan janur, slepan, bambu, dan membuat kue atau jaja yang akan dipakai saat Galungan nantinya. Salah satu jajan yang dibuat adalah jaje uli yang berbahan dasar ketan.
ADVERTISEMENT

6. Penampahan

Penampahan Galungan berisi tradisi pemotongan hewan, seperti babi atau ayam. Mengutip dari buku Dimensi Tradisional dan Spritual Agama Hindu, prosesi tersebut adalah bentuk filosofi dari mematikan sifat kebinatangan dalam tubuh manusia.
Hari Penampahan Galungan jatuh sehari sebelum Galungan, tepatnya pada hari Selasa Wage wuku Dungulan. Pada hari tersebut, umat Hindu akan disibukkan dengan pembuatan penjor sebagai ungkapan syukur terhadap anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

7. Hari Raya Galungan

Pagi Hari Raya Galungan, umat Hindu umumnya akan melakukan sembahyang di rumah masing-masing lalu menuju Pura terdekat dari rumah dan berbagai tindakan simbolis untuk membersihkan dan menyucikan lingkungan rumah.
Tradisi yang sering dilakukan saat Galungan yaitu tradisi Pulang Kampung.

8. Umanis Galungan

Pada hari Umanis Galungan, umat Hindu akan melakukan persembahyangan dan Dharma Santi lalu mengunjungi sanak saudara untuk bersilahturahmi. Di hari ini, anak-anak melakukan tradisi ngelawang yaitu menarikan barong dan gambelan dari pintu rumah.
ADVERTISEMENT
Selain itu, beberapa orang juga melakukan melukat (pembersihan diri) dengan mengunjungi tempat wisata untuk berekreasi bersama teman maupun keluarga.
Umanis Galungan ini ersamaan Dengan Tahun Khabisat Dan Warga Silaturahmi Dengan Keluarga. Umanis Galungan jatuh tanggal 29 Pebruari 2024 bertepatan dengan tahun khabisat. Hari Umanis jatuh pada hari Kamis Umanis wuku Dungulan.

9. Pemaridan Guru

Hari Pemaridan Guru adalah hari untuk nyurud/ngelungsur waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Guru. Prosesi ini dilakukan pada hari Sabtu Pon wuku Galungan.

10. Ulihan

Ulihan berasal dari kata mulih, yang artinya kembali. Filosofi yang terkandung dalam nama ini adalah proses kembalinya Ida Bhatara Guru ke alam niskala atau sunia setelah meninggalkan berkah dan anugerah di bumi.
ADVERTISEMENT
Saat acara Galungan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya turun ke dunia untuk menyaksikan, memberikati, serta memberi anugerah kepada umat sedharma atas berbagai pemujaan dan haturan yang disampaikan dengan tulus dan ikhlas.
Pada umumnya, Ulihan jatuh pada Redite (Minggu) Wage, wuku Kuningan atau biasanya sekitar enam hari sebelum Hari Raya Kuningan. Jadi, bisa dibilang hari Ulihan masuk ke dalam hari raya di antara Galungan dan Kuningan.

11. Pemacekan Agung

Pemacekan berasal dari kata ‘Pacek’ yang artinya adalah ‘Tapa’, sedangkan ‘Agung’ memiliki arti ‘Kuat’. Pemacekan Agung merupakan hari pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Prameswara dengan niat menghaturkan yadnya untuk memohon keselamatan.
Sementara itu, artinya yadnya di sini adalah korban suci atau persembahan yang dilakukan dengan sadar, tulus ikhlas dan bertanggung jawab dengan dilandasi Sraddha Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala ciptaan-Nya.
ADVERTISEMENT
Tujuan Pemacekan Agung agar Sang Bhuta Galungan (nafsu untuk menang dengan berbagai dalih dan cara yang tidak sesuai dengan norma maupun etika agama) dengan para pengikutnya kembali ke asalnya. Hari ini dirayakan pada Senin Kliwon wuku Kuningan.

12. Hari Kuningan

Umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan dengan cara memasang simbol senjata Dewa Wisnu (tamiang), simbol senjata Dewa Mahadewa (kolem), dan simbol kantong perbekalan Dewata (endong) di pelinggih, bale, dan pelangkiran.
Kuningan bisa diartikan sebagai tercapainya peningkatan spiritual dan kemakmuran dengan berintrospeksi diri, mengingat Sang Pencipta dan alam agar jauh dari mara bahaya.

13. Pegat Wakan

Hari Pegat Wekan ini menjadi runtutan terakhir dari rangkaian perayaan Galungan. Tradisi ini dilaksanakan dengan cara melakukan persembahyangan dan mencabut penjor. Penjor tersebut dibakar dan abunya ditanam di pekarangan rumah.
ADVERTISEMENT
Hari perayaan ini dilaksanakan tepatnya pada Rabu Kliwon wuku Pahang, sebulan setelah Hari Raya Galungan.
Demikian jawaban mengenai tanggal berapa Galungan 2024 beserta informasi lainnya secara lengkap. (APR)