Konten dari Pengguna

Tasamuh: Definisi, Manfaat, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
6 Juni 2024 18:26 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tasamuh adalah salah satu sifat terpuji dalam ajaran agama Islam. Sifat ini penting dimiliki oleh setiap umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Agar bisa lebih memahami sifat ini, maka penting untuk tahu definisi, manfaat, serta contohnya terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
Memiliki sifat terpuji adalah hal yang baik dalam hidup. Dengan adanya sifat terpuji, maka seseorang bisa saling menghargai dan menjalani kehidupan dengan baik. Apalagi sifat terpuji ini termasuk ke dalam ajaran agama Islam yang patut untuk diikuti.
Selain itu, masih ada sifat terpuji lainnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diketahui terdapat tiga prinsip lainnya yang termasuk ke dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana dikutip dari situs nu.or.id, yaitu at-tawassuth, at-tawazun, dan al’i’tidal.

4 Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jamaah

Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Unsplash/MasjiMadrosah Sunnah
Sebelum membahas mengenai definisi tasamuh, maka ada baiknya mengetahui tentang ajaran Ahlussunnah wal Jamaah terlebih dahulu. Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau yang disingkat Aswaja adalah paham keagamaan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.
ADVERTISEMENT
Nilai Aswaja ini juga menjadi pedoman dalam perjalanan kehidupan organisasi Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi Islam yang ada di Indonesia. Aswaja menurut Nahdlatul Ulama merupakan dasar dan paham keagamaan yang berisi sebagai berikut:

1. Sikap Tasamuh

Sikap tasamuh termasuk ke dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang berarti bersikap toleran. Ajaran ini berarti memiliki makna bahwa hidup harus saling bertoleransi, menghargai, lapang dada, dan bersikap terbuka dalam menghadapi perbedaan.

2. Sikap Tasawuth

Sikap tasawuth merupakan sikap yang berada di tengah-tengah di antara pemikiran yang ekstrem atau bisa disebut dengan berperilaku moderat. Hal ini bisa diartikan sebagai bersikap adil dan bertindak lurus dalam kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari sikap tasawuth ini juga bisa dikatakan sebagai sikap yang netral. Sikap ini menjunjung tinggi nilai keadilan, terutama di tengah kehidupan bersama dengan banyak orang.
ADVERTISEMENT

3. Sikap Tawazun

Selanjutnya ada sikap tawazun yang berarti bertindak seimbang. Seimbang di sini berarti menyeimbangkan kehidupan di dunia dan di akhirat nanti. Selain itu, menyeimbangkan segala aspek sesuatu dalam kehidupan juga termasuk ke dalam sikap tawazun.
Memiliki sikap ini berarti mampu menyeimbangkan diri untuk kebutuhan dalam hidup, baik hidup di dunia mau pun di akhirat. Dengan adanya sikap ini seseorang dapat hidup dengan imbang dan mempersiapkan diri dengan baik.

4. Sikap I’tidal

Terakhir ada sikap i’tidal yang berarti tegak lurus. Dalam hal ini sikap i’tidal berarti adil dan konsisten pada hal-hal yang lurus, benar, dan tepat. Dapat dikatakan bahwa sikap ini berpihak kepada kebenaran dan menjaga keadilan dalam hidup.
Contoh nyata dari memiliki sikap i’tidal adalah menjaga kehidupan bermasyarakat dengan seadil-adilnya. Hal ini berarti tidak condong ke suatu hal dan mampu bersikap adil kepada sesama.
ADVERTISEMENT

Definisi Tasamuh

Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Pexels/RDNE Stock project
Tasamuh atau yang disebut juga dengan al-tasamuh termasuk ke dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Al-tasamuh berarti memiliki sikap yang toleran atau sikap tenggang rasa antar sesama manusia dalam masyarakat.
Dikutip dari buku Konsep Pendidikan Sosial Berbasis Tauhid Dalam Perspektif Al-Qur’an, Muhammad Khoiruddin, (2023:275), tasamuh berasal dari bahasa Arab yang berarti toleransi dan memiliki arti bermurah hati. Kata lain dari istilah ini adalah ‘tasahhul yang artinya bermudah-mudahan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata toleransi mempunyai arti sebagai suatu sikap menghargai pendirian orang lain. Mulai dari pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, mau pun kelakukan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian diri sendiri.
Istilah ini juga bisa dimaknai dengan mengacu pada sikap menerima atau memberi secara ikhlas dalam suatu hubungan. Pada dasarnya sikap bertasamuh dalam Islam mengandung konsep yang rahmatan lil ‘alamin, seperti kasih sayang, keselamatan, keadilan, dan kebaikan.
ADVERTISEMENT
Kemudian bertasamuh ini berarti sabar dalam menghadapi keyakinan orang lain, pendapat orang lain, dan hal lainnya yang bertentangan dengan keyakinan diri sendiri. Sehingga memiliki sikap ini dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk diterapkan.
Sikap bertasamuh ini juga berarti menghargai dan menghormati orang lain yang memiliki prinsip hidup berbeda. Walau begitu, hal ini bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut. Hal ini sesuai firman Allah Swt. yaitu:
فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
Arti: “Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut.” (QS. Thaha: 44) (dikutip dari situs resmi nu.or.id)
Firman Allah tersebut berbicara mengenai perintah Allah kepada Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS agar bisa berkata dan bersikap baik kepada Fir’aun. Al-Hafizh Ibnu Katsir (701-774 H/1302-1373 M) yang menjabarkan ayat ini mengatakan,
ADVERTISEMENT
"Sesungguhnya dakwah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS kepada Fir'aun adalah menggunakan perkataan yang penuh belas kasih, lembut, mudah dan ramah. Hal itu dilakukan supaya lebih menyentuh hati, lebih dapat diterima dan lebih berfaedah". (Tafsir al-Qur'anil 'Azhim, juz III hal 206).
Hal ini termasuk ke dalam sikap bertasamuh karena tetap menghargai keyakinan orang lain dengan bersikap lemah lembut. Sehingga patut diteladani dan dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Swt. juga mengajarkan manusia untuk saling bertoleransi dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi yang diajarkan adalah dengan saling mengenal sesama manusia, saling bersikap adil, tolong-menolong, serta tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

8 Manfaat Tasamuh dalam Kehidupan

Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Pexels/Thirdman
Sebagai salah satu sikap terpuji dalam Islam, bertasamuh juga memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh orang yang melakukannya. Manfaat ini menjadi bukti bahwa mengamalkan sikap baik akan mendatangkan kebaikan, baik untuk diri sendiri dan orang lain.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, Harjan Syuhada, (2021:172), ada beberapa dampak positif dari bertasamuh. Adapun dampak positif tersebut antara lain sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
Berbagai dampak positif yang ada pada sikap bertasamuh ini menjadi bukti bahwa menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari akan membawa banyak nilai baik dalam hidup. Apalagi dalam hidup yang terdapat banyak perbedaan di dalam masyarakat.
Dampak baik yang didapat tersebut juga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga membawa keuntungan bagi orang lain. Sehingga bertasamuh ini bisa mendatangkan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

10 Contoh Bertasamuh dalam Kehidupan Sehari-hari

Tasamuh, foto hanya ilustrasi: Pexels/Monstera Production
Setelah mengetahui definisi dari bertasamuh serta manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat, maka penting juga untuk tahu contoh bertasamuh ini dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bertasamuh berarti bertoleransi.
Bertasamuh dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa contoh. Adapun bentuk-bentuk perilaku yang menggambarkan sikap bertasamuh adalah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Itulah definisi dari tasamuh beserta manfaat dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari yang bisa diikuti oleh umat Islam. Dengan meneladani sikap ini dalam kehidupan bermasyarakat, maka akan mendatangkan berbagai kebaikan dan menjaga kehidupan yang lebih harmonis. (PRI)