Konten dari Pengguna

Tata Cara Haji dan Umroh beserta Pengertian dan Keutamaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Haji dan Umroh, Pexels/Konevi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Haji dan Umroh, Pexels/Konevi

Memahami tata cara haji dan umroh yang sesuai dengan syariat Islam sangat penting bagi para calon jemaah haji. Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan umat Islam yang telah mampu secara mental, fisik, dan finansial.

Tujuan dari ibadah haji itu adalah untuk membersihkan diri dari dosa, mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan merasakan kesatuan umat Islam dari berbagai belahan dunia.

Daftar isi

Pengertian Haji dan Umrah

Ilustrasi Tata Cara Haji dan Umroh, Pexels/Yasir Gürbüz

Dikutip dari jurnal Pendidikan Tata Cara Pelaksanaan Haji dan Umrah Bagi Mahasiswa PGMI Pada Mata Kuliah Fiqih Ibadah, Muhammad Fadhly dkk., secara bahasa haji berarti menuju ke suatu tempat berulang-ulang.

Dapat juga berarti menuju ke suatu tempat yang dimuliakan atau diagungkan oleh suatu kaum peradaban. Ibadah umat Islam menuju ke Baitullah inilah yang disebut dengan haji. Hal ini disebabkan Baitullah adalah tempat yang suci bagi umat Islam.

Menurut istilah, kalangan ahli fiqih mengartikan bahwa haji adalah niatan datang ke Baitullah dengan tujuan untuk menunaikan ritual ibadah tertentu.

Sementara itu, Ibnu Al-Humam mengartikan haji adalah pergi menuju ke Baitul Haram untuk menunaikan aktivitas tertentu pada waktu tertentu.

Para ahli fiqih lainnya berpendapat haji berarti mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan perilaku tertentu pada waktu tertentu.

Umrah menurut bahasa bermakna ziarah dan menurut syara’, umrah berarti menziarahi Kakbah, melakukan tawaf di sekelilingnya, bersai antara Shafa dan Marwah serta mencukur atau menggunting rambut dengan cara tertentu serta dapat dilaksanakan setiap waktu.

Tata Cara Haji dan Umroh

Ilustrasi Tata Cara Haji dan Umroh, Pexels/waqed walid

Tata cara haji dan umroh adalah serangkaian langkah yang harus dijalankan oleh setiap jemaah sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan dalam agama Islam. Berikut adalah tata cara haji dan juga umrah yang dapat dijadikan referensi.

1. Tata Cara Haji

Haji adalah ibadah yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan. Untuk melakukannya dengan sempurna, setiap jemaah perlu memahami tata cara haji sesuai dengan urutan dan ketentuannya.

Dikutip dari situs bpkh.go.id, berikut adalah tata cara haji.

  • Melakukan Ihram

    Melakukan ihram adalah langkah pertama dalam menjalankan ibadah haji, yaitu kesiapan batin dan fisik untuk memulai rangkaian ibadah haji.

    Ihram dilakukan dari miqat, diawali dengan mandi besar, mengenakan pakaian ihram, membaca niat, serta memperbanyak bacaan talbiyah.

    Doa niat ihram dan doa talbiyah sangat dianjurkan dalam tahap ini sebagai bentuk kepasrahan kepada Allah Swt.

  • Wukuf di Arafah

    Wukuf adalah puncak dari ibadah haji yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah. Jemaah berkumpul di Padang Arafah sejak waktu Zuhur hingga matahari terbenam. Wukuf menjadi momentum penting untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah.

  • Mabit di Muzdalifah dan Mina

    Usai wukuf, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk menginap semalam. Di sana, para jemaah menunaikan salat Magrib dan Isya secara jamak dan singkat lalu bermalam hingga fajar.

    Setelah itu, jemaah menuju Mina untuk melakukan lempar jumrah.

  • Melempar Jumrah Aqabah

    Salah satu amalan penting adalah melempar jumrah, dimulai dengan jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah. Jemaah melemparkan tujuh batu kecil ke arah pilar sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan, meneladani tindakan Nabi Ibrahim a.s.

  • Tawaf Ifadah

    Setelah selesai di Mina, jemaah kembali ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran. Tawaf ini termasuk rukun haji yang wajib ditunaikan oleh setiap jemaah.

  • Sai antara Shafa dan Marwah

    Setelah tawaf ifadah, jemaah melaksanakan sai, yakni berjalan bolak-balik tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah. Amalan ini mengenang perjuangan Hajar dalam mencari air untuk putranya, Ismail a.s.

  • Melempar Tiga Jumrah

    Pada hari-hari Tasyrik (11–13 Zulhijah), jemaah kembali melempar tiga jumrah: Ula, Wustha, dan Aqabah. Setiap jumrah dilempar dengan tujuh batu kecil, dilakukan sebagai bagian dari wajib haji yang tidak boleh ditinggalkan.

  • Memotong atau Mencukur Rambut (Tahallul)

    Setelah selesai melempar jumrah, jemaah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul atau pelepasan sebagian larangan ihram. Ini menjadi simbol penyucian diri setelah menyelesaikan sebagian besar rangkaian haji.

  • Tawaf Wada (Perpisahan)

    Sebelum meninggalkan kota suci Mekah, jemaah diwajibkan melaksanakan tawaf wada sebagai tanda perpisahan dengan Kakbah. Tawaf ini menjadi bentuk penghormatan terakhir sebelum kembali ke tanah air.

  • Tahallul Akhir

    Langkah terakhir adalah tahallul akhir, di mana jemaah sepenuhnya keluar dari status ihram dan dapat kembali menjalani kehidupan seperti biasa. Ini menandakan seluruh rangkaian ibadah haji telah selesai dijalankan.

2. Tata Cara Umrah

Sebelum melaksanakan ibadah umrah, diwajibkan bagi umat Islam untuk mempelajari segala informasi hingga tata cara pelaksanaan ibadahnya.

Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Wajib dan Sunnah Haji & Umrah, H. Halik Lubis, (2019: 71-76), berikut adalah tata cara umrah.

  • Jemaah Berangkat Menuju Miqat

    Miqat adalah tempat dimulainya ihram atau berniat umrah. Jemaah mandi sebagaimana orang dewasa mandi junub jika mampu dikerjakan dan tidak lupa memakai wewangian terbaik pada badan hingga pakaian.

  • Memakai Pakaian Ihram

    Termasuk tata cara haji dan umroh, untuk pria, pakaian ihramnya adalah 2 helai kain putih yang salah satunya dijadikan sarung.

    Untuk wanita tetap menggunakan kerudung atau jilbab panjang. Wanita diperbolehkan menggunakan pakaian apapun asal tidak mempertontonkan perhiasan sekaligus tidak menyerupai kain pakaian laki-laki.

  • Melakukan Ihram dengan Menghadap Kiblat

    Jemaah melakukan ihram dengan menghadap kiblat sambil mengucapkan ‘Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu melaksanakan umrah’. Jika situasinya memungkinkan, jemaah melakukan salat sunat ihram 2 rakaat.

  • Membaca Talbyiah hingga Tiba di Mekah Berulang Kali

    Talbiyah dibaca dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan sebagai bentuk jawaban atas panggilan Allah Swt untuk datang ke Baitullah.

    Talbiyah dibaca berulang kali sepanjang perjalanan menuju Mekah, baik ketika sedang duduk, berjalan atau berada di kendaraan.

  • Wajib Menghindari Segala Larangan setelah Melakukan Ihram

    Larangan-larangan tersebut seperti memakai pakaian berjahit, memakai pakaian yang telah dicelup za’faran dan wars atau jenis tumbuhan berbau haram. Selain itu, dilarang memotong dan mencukur kuku hingga rambut, memotong kuku, dan sebagainya.

  • Teruskan Perjalanan Menuju Mekah dengan Membaca Talbiyah Sebanyak-banyaknya

    Talbiyah dibaca berulang-ulang dengan suara yang jelas, khususnya oleh laki-laki dan cukup didengar sendiri bagi perempuan. Jemaah yang hendak masuk ke Masjidil Haram wajib membaca doa masuk masjid.

  • Melakukan Tawaf di Kakbah

    Jemaah melakukan tawaf sebanyak 7 putaran di Kakbah. Hal ini dimulai dan berakhir di Hajar Aswad. Teruskan berputar dengan memperbanyak zikir dan doa.

    Setelah selesai melakukan tawaf, jemaah dianjurkan untuk melaksanakan salat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

  • Melakukan Sai

    Jemaah berjalan menuju Bukit Shafa sambil membaca doa dan ketika sampai di sana, jemaah menghadap kiblat dan membaca Allahu Akbar 3 kali dan dilanjutkan dengan membaca doa. Setelahnya dilanjutkan dengan berjalan menuju Bukit Marwah.

    Perjalanan dari Shafa ke Marwah hitungannya satu putaran dan begitu juga sebaliknya.

  • Tahallul

    Untuk menyempurnakan ibadah sai, maka jemaah laki-laki boleh mencukur rata semua rambut di kepala atau boleh juga dipendekkan. Untuk wanita cukup dengan memotong beberapa helai.

Keutamaan Haji dan Umrah

Ilustrasi Tata Cara Haji dan Umroh, Pexels/KOFS 24

Di balik setiap langkah dan doa yang dilantunkan di Tanah Suci terdapat berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya.

Dikutip dari buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh, Dr. H. Johari, MA dan Dr. H. Johar Arifin, Lc, MA, (2019:15), berikut adalah berbagai keutamaan haji dan umrah.

1. Haji dan Umrah Merupakan Jihad

Bagi umat Islam, khususnya wanita dan mereka yang tidak bisa berjihad di medan perang, ibadah haji dan umrah merupakan bentuk jihad tersendiri.

Rasulullah saw bersabda kepada Aisyah r.a., “Sesungguhnya jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur.” (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa perjuangan fisik dan spiritual dalam haji dan umrah memiliki nilai besar di sisi Allah Swt.

2. Haji dan Umrah Dapat Melebur Dosa-Dosa yang telah Dilakukan

Ibadah haji dan umrah memiliki keutamaan besar dalam hal pengampunan dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Antara umrah yang satu ke umrah yang berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Artinya, ibadah ini dapat menjadi jalan penghapusan dosa, asalkan dijalankan dengan ikhlas dan benar.

3. Orang yang Melaksanakan Haji dan Umrah Akan Menjadi Tamu Allah

Orang yang menunaikan haji dan umrah disebut sebagai tamu Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang menunaikan haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah mengabulkan; jika mereka memohon ampun, Allah mengampuni.” (HR. Ibnu Majah).

Status ini menunjukkan kemuliaan dan kehormatan luar biasa bagi mereka yang datang ke Tanah Suci.

4. Doa-Doanya Dikabulkan Allah Swt

Selama berada di Tanah Suci, terutama di tempat-tempat mustajab seperti Arafah, Muzdalifah, dan Kakbah, doa-doa jemaah haji dan umrah sangat mudah dikabulkan. Hal ini karena mereka dalam keadaan suci dan menjadi tamu istimewa Allah Swt.

5. Orang yang Haji dan Umrah akan Memperoleh Pertolongan dari Allah Swt

Allah Swt memberikan pertolongan dan kemudahan kepada hamba-Nya yang ikhlas menunaikan haji dan umrah.

Perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan ini menunjukkan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada-Nya sehingga Allah Swt menjanjikan keberkahan dan bantuan dalam kehidupan mereka.

6. Pengeluaran Biaya Haji adalah Nafkah di Jalan Allah Swt

Setiap biaya yang dikeluarkan untuk menunaikan haji dan umrah dinilai sebagai infak di jalan Allah Swt.

Pengorbanan finansial ini bukan pengeluaran sia-sia, melainkan amal yang dicatat sebagai bentuk kesungguhan dan akan diganti oleh Allah dengan pahala dan rezeki yang lebih luas.

7. Orang yang Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah akan Memperoleh Ampunan Allah Swt

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan haji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan bahwa orang yang melaksanakan haji dengan benar akan mendapatkan ampunan total dari Allah Swt.

Dengan melaksanakan tata cara haji dan umroh yang benar, jemaah akan mampu menjalankan ibadah haji yang sesuai dengan ajaran Islam. (Mey)

Baca juga: 65 Doa Ulang Tahun Anak Perempuan yang Penuh Cinta dan Harapan