Tata Cara Menghitung Weton Pernikahan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara menghitung weton pernikahan adalah sebuah tradisi masyarakat Jawa yang sering digunakan untuk mengetahui kecocokan kedua pasangan berdasarkan hari lahir (weton) dari kedua calon pengantin
Mengutip dari Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf, Umi Shofi'atun, (2021:193), weton berarti hari lahir seseorang dengan pasarannya. Maksud dari pasarannya adalah Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon menurut penanggalan Jawa.
Weton bisa juga disebut sebagai kalender masyarakat Jawa atau penanggalan Jawa. Weton adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahannya yang mendapat pengaruhnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Langkah-langkah dan Tata Cara Menghitung Weton Pernikahan dari Kedua Pasangan
Berikut adalah langkah-langkah dan tata cara menghitung weton pernikahan dari kedua pasangan.
1. Tentukan Hari Lahir Kedua Pasangan (Weton)
Weton dihitung berdasarkan kombinasi hari pasaran Jawa seperti (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dan hari dalam seminggu (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu). Setiap hari dan pasaran memiliki nilai weton tertentu.
Inilah nilai harinya.
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Minggu = 5
Inilah nilai pasarannya.
Legi = 5
Pahing = 9
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
2. Hitung Jumlah Weton Kedua Pasangan
Setelah mengetahui hari dan pasaran lahir masing-masing pasangan, hitung jumlah weton dari kedua pasangan dengan cara menjumlahkan nilai hari dan pasarannya.
Contoh :
Jika calon mempelai pria lahir pada hari Senin Pon, maka nilainya : Senin = 4 Pon = 7 Jumlah weton pria = 4 + 7 = 11
Jika calon mempelai wanita lahir pada hari Jumat Kliwon, maka nilainya : Jumat = 6 Kliwon = 8 Jumlah weton wanita = 6 + 8 = 14
3. Jumlahkan Weton Kedua Pasangan
Setelah mengetahui jumlah weton masing-masing, jumlahkan kedua weton tersebut.
Contoh:
Weton pria = 11
Weton wanita = 14
Total = 11 + 14 = 25
4. Cek Ramalan Berdasarkan Total Weton
Berikut adalah makna ramalan weton berdasarkan total jumlah weton dari kedua calon pasangan.
Jumlah 7 - 8: "Padu" Artinya = Pasangan ini cenderung sering bertengkar. Banyak perbedaan pendapat yang dapat menyebabkan konflik dalam rumah tangga.
Jumlah 9 - 10: "Sujanan" Artinya = Rumah tangga akan sering mengalami masalah atau hambatan yang datang dari luar, seperti orang ketiga atau fitnah.
Jumlah 11 - 12: "Pesthi" Artinya = Pernikahan ini akan membawa ketenangan dan kedamaian. Pasangan akan menjalani hidup rukun dan harmonis.
Jumlah 13 - 14: "Tinari" Artinya = Pasangan akan mendapatkan rezeki yang berlimpah dan kehidupan yang penuh kebahagiaan.
Jumlah 15 - 16: "Sengsara" Artinya = Pernikahan ini mungkin akan diwarnai dengan banyak cobaan dan kesulitan, baik dari segi ekonomi maupun emosi.
Jumlah 17 - 18: "Dana" Artinya = Kehidupan rumah tangga cenderung makmur, rezeki yang cukup, dan tidak akan mengalami kekurangan dalam hal materi.
Jumlah 19 - 20: "Lara" Artinya = Pasangan ini akan sering mengalami masalah kesehatan atau ada anggota keluarga yang sering sakit.
Jumlah 21 - 22: "Pati" Artinya = Ini dianggap sebagai ramalan yang paling buruk, karena bisa menunjukkan ancaman perpisahan atau kematian salah satu pasangan.
Jumlah 23 - 25: "Sumur Sinaba" Artinya = Kehidupan rumah tangga akan berjalan dengan stabil dan penuh keberkahan. Pasangan ini saling mendukung dan rezeki pun selalu mengalir.
Jumlah 26 - 30: "Banyu Mili" Artinya = Kehidupan rumah tangga seperti air yang mengalir, lancar, damai, dan penuh dengan kebahagiaan.
Jumlah 31 - 33: "Satria Wibowo" Artinya = Pasangan ini akan dihormati oleh banyak orang, mendapatkan kehormatan, dan mencapai status sosial yang baik.
Jumlah 34 - 36: "Wasesa Segara" Artinya = Rumah tangga akan sejahtera, penuh kebahagiaan, dan disegani oleh masyarakat sekitar.
Jumlah 37 - 40: "Gedong Minep" Artinya = Pasangan akan hidup makmur, namun mereka harus tetap berhati-hati terhadap cobaan atau ujian yang mungkin datang.
Jumlah 41 - 43: "Lebu Ketiup Angin" Artinya = Pasangan ini akan menghadapi banyak tantangan dan rintangan dalam hidup, baik dari segi ekonomi maupun hubungan.
Jumlah 44 - 50: "Geni Atine" Artinya = Hubungan pasangan akan dipenuhi dengan emosi, pertengkaran, dan suasana yang tidak harmonis.
Makna dari Weton Pernikahan Kedua Pasangan
Weton memiliki makna penting karena dipercaya dapat memberikan gambaran atau ramalan tentang sifat, nasib, kecocokan pernikahan, hingga hari-hari baik dalam kehidupan seseorang. Makna weton sering digunakan dalam beberapa konteks, seperti:
1. Ramalan Karakter Seseorang
Berdasarkan weton, orang Jawa percaya bahwa hari lahir seseorang mempengaruhi karakter dan kepribadian. Misalnya, orang yang lahir di hari tertentu dianggap memiliki sifat yang lebih tenang, keras kepala, bijaksana, atau penuh kasih.
2. Penentuan Hari Baik untuk Pernikahan
Weton pernikahan dipakai untuk menghitung kecocokan dan menentukan hari yang baik untuk melangsungkan acara pernikahan.
Tradisi ini menggabungkan weton calon pengantin untuk menemukan hari yang paling cocok dan harmonis bagi mereka, serta menghindari hari yang dianggap membawa kesialan.
3. Ramalan Nasib
Weton juga dipercaya bisa meramalkan nasib atau peruntungan seseorang, termasuk dalam hal rezeki, jodoh, dan karier.
Orang tua di Jawa sering kali menggunakan weton untuk mengetahui masa depan anak-anaknya, apakah akan memiliki hidup yang sukses atau menghadapi banyak tantangan.
4. Cocok atau Tidak Cocoknya Hubungan (Jodoh)
Pasangan yang ingin menikah sering kali dihitung wetonnya untuk mengetahui apakah hubungan mereka akan berjalan harmonis atau tidak.
Jika hasil hitungan weton dianggap kurang baik, pasangan mungkin disarankan untuk melakukan ritual tertentu sebagai penangkal.
5. Menentukan Hari Baik untuk Acara Penting
Selain untuk pernikahan, weton juga sering digunakan untuk menentukan hari baik dalam membuat acara-acara penting lainnya, seperti pindah rumah, memulai usaha, atau upacara tradisional.
Meskipun weton memiliki pengaruh kuat dalam tradisi Jawa, tidak semua orang percaya dan menjadikannya sebagai satu-satunya acuan dalam kehidupan, dan banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari budaya yang menghormati nilai-nilai leluhur.
Poin Penting Mengenai Weton
Berikut adalah poin-poin penting mengenai weton kehidupan.
1. Hari Pasaran
Hari pasaran dalam weton terdiri dari lima hari, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Setiap hari pasaran memiliki nilai tertentu dan dianggap mempengaruhi watak dan peruntungan seseorang.
2. Perhitungan Neptu
Setiap hari dalam kalender Masehi dan pasaran memiliki nilai (neptu) tertentu. Misalnya, hari Minggu bernilai 5, hari Senin bernilai 4, Legi bernilai 5, Pahing bernilai 9, dan seterusnya. Nilai-nilai ini dijumlahkan untuk mendapatkan angka weton seseorang.
3. Kecocokan Jodoh
Weton sering digunakan untuk menilai kecocokan jodoh dalam pernikahan. Orang Jawa percaya bahwa kombinasi tertentu dapat membawa keberuntungan atau kesulitan dalam rumah tangga.
4. Pengaruh terhadap Kepribadian
Menurut kepercayaan tradisional, hari kelahiran dan pasaran seseorang dapat menunjukkan karakter, bakat, dan jalan hidup mereka. Misalnya, seseorang yang lahir pada weton tertentu mungkin dianggap lebih berani, bijaksana, atau temperamental.
5. Ritual dan Perayaan
Beberapa masyarakat Jawa masih melakukan ritual tertentu berdasarkan weton, seperti acara slametan atau selamatan pada hari-hari khusus untuk memohon perlindungan dan berkah dari para leluhur.
6. Tradisi Spiritualitas
Weton juga dianggap sebagai bagian dari tradisi spiritual Jawa, digunakan dalam berbagai upacara adat untuk menentukan hari baik atau buruk untuk memulai aktivitas penting seperti pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha.
Setelah mengetahui tata cara menghitung weton pernikahan dan total weton dari kedua pasangan, hasil ini bisa menjadi panduan dalam tradisi Jawa untuk mengetahui prediksi kehidupan pernikahan, namun maknanya bersifat tradisional dan budaya.
Penting untuk diingat bahwa meskipun weton dapat memberikan wawasan tambahan, cinta, komunikasi, dan pengertian antara pasangan tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan hubungan yang harmonis.
Semoga pengetahuan tentang weton ini dapat menjadi alat bantu untuk membangun kehidupan berkeluarga yang bahagia dan sejahtera.
Meskipun banyak yang masih menggunakan weton pernikahan, sebagian orang melihatnya sebagai warisan budaya, dan keputusan pernikahan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor modern seperti kepribadian dan kompatibilitas sosial. (DDC)
Baca Juga: Cara Menghitung Pajak PPN dan PPh untuk Transaksi Jual Beli
