Konten dari Pengguna

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka untuk Laporan Akhir

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Lum3n
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Lum3n

Dalam dunia akademik, menulis laporan akhir merupakan tahap yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebagai bukti penyelesaian studi. Salah satu bagian yang tidak boleh diabaikan adalah tata cara penulisan daftar pustaka.

Mengutip dari Jurnal Ilmu Perpustakaan, Habib Aulia Rahman, (2019:132), daftar pustaka bertujuan untuk menunjukkan bahwa sebuah tulisan atau karya ilmiah tidak hanya dibuat berdasarkan pemikiran orisinal seorang penulisnya saja, akan tetapi juga mendapat rujukan yang banyak dari berbagai pemikiran orang-orang lainnya.

Penulisan daftar pustaka yang benar tidak hanya membantu meningkatkan kredibilitas laporan akhir, tetapi juga mencegah terjadinya plagiarisme. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami tata cara penyusunan daftar pustaka sesuai dengan standar yang berlaku.

Daftar isi

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka untuk Laporan Akhir yang Mudah

Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Nataliya Vaitkevich

Berikut adalah tata cara penulisan daftar pustaka untuk laporan akhir yang mudah.

Daftar pustaka adalah bagian penting dalam laporan akhir yang berisi daftar referensi atau sumber yang digunakan dalam penelitian. Penyusunan daftar pustaka harus mengikuti aturan tertentu agar informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Format daftar pustaka bergantung pada gaya penulisan yang digunakan, seperti APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), atau IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers).

Namun, dalam konteks laporan akademik di Indonesia, format APA sering digunakan. Daftar pustaka harus disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis dan mengikuti format yang konsisten.

Selain itu, setiap sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka harus sesuai dengan kutipan dalam isi laporan agar tidak terjadi plagiarisme atau ketidaksesuaian referensi.

1. Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Buku merupakan salah satu sumber referensi utama dalam laporan akhir. Format penulisan daftar pustaka untuk buku dalam gaya APA sebagai berikut.

> Nama belakang, Inisial Nama Depan. (Tahun Terbit). Judul Buku. Kota: Penerbit.

Jika buku memiliki dua atau lebih penulis, gunakan tanda "&" di antara nama penulis terakhir. Jika buku merupakan edisi tertentu, cantumkan edisi setelah judul.

Berikut contoh penulisannya.

  1. Buku dengan satu penulis : > Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

  2. Buku dengan dua penulis : > Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

  3. Buku dengan tiga atau lebih penulis : > Kotler, P., Keller, K. L., & Chernev, A. (2022). Marketing Management (16th ed.). Pearson Education.

Jika buku yang digunakan merupakan terjemahan, formatnya menjadi :

> Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul Buku (Nama Penerjemah, Penerj.). Kota: Penerbit.

Contoh: > Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Perilaku Organisasi (T. Nurhadi, Penerj.). Jakarta: Salemba Empat.

2. Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal

Jurnal ilmiah merupakan sumber referensi yang sangat kredibel karena berisi penelitian yang telah melewati proses review.

Format penulisan daftar pustaka untuk jurnal adalah:

> Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. DOI atau URL (jika ada).

Contoh :

  1. Jurnal dengan satu penulis : > Bandura, A. (1989). Social cognitive theory. Annals of Child Development, 6(1), 1-60.

  2. Jurnal dengan lebih dari satu penulis dan memiliki DOI : > Smith, J., & Brown, L. (2021). The impact of digital marketing on consumer behavior. Journal of Marketing Research, 34(2), 45-60. https://doi.org/10.xxxx

Jika jurnal diakses dari internet tanpa DOI, maka URL harus disertakan, misalnya:

> Setiawan, B. (2023). Pengaruh teknologi AI dalam layanan pelanggan. Jurnal Teknologi Informasi, 5(3), 12-25. Diakses dari https://jurnalteknologi.ac.id

3. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Online dan Skripsi

Sumber online seperti artikel website, laporan digital, atau berita dari internet juga sering digunakan dalam laporan akhir. Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua sumber online memiliki kredibilitas yang sama.

Hindari sumber dari blog pribadi atau situs yang tidak memiliki validasi akademik.

a. Sumber dari Website

Format penulisan sumber dari website sebagai berikut. > Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Situs. URL

Contoh : > Haryanto, A. (2023). Panduan lengkap menulis laporan akhir. Kompas.com. https://www.kompas.com/panduan-menulis Jika tidak ada nama penulis, gunakan nama organisasi sebagai pengganti. > Badan Pusat Statistik. (2022). Laporan perkembangan ekonomi Indonesia. bps.go.id. https://www.bps.go.id/laporan-ekonomi

b. Sumber dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Untuk referensi dari skripsi, tesis, atau disertasi, formatnya sebagai berikut.

> Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul Skripsi/Tesis/Disertasi (Jenis Karya Ilmiah, Nama Universitas). URL (jika ada).

Contoh : > Sutrisno, B. (2022). Analisis Efisiensi Jaringan Telekomunikasi Berbasis IoT (Skripsi, Politeknik Negeri Malang). Jika skripsi atau tesis diakses dari repositori universitas, sertakan tautannya. > Wijaya, R. (2021). Implementasi Machine Learning dalam Deteksi Kejahatan Siber (Tesis, Universitas Indonesia). https://repository.ui.ac.id/handle/12345

Prinsip Dasar Penulisan Daftar Pustaka untuk Laporan Akhir

Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Picjumbocc

Berikut adalah prinsip dasar dalam penulisan daftar pustaka untuk laporan akhir.

  1. Urutan nama penulis: Nama penulis harus ditulis dengan format Nama Belakang, Inisial Nama Depan. Jika ada lebih dari satu penulis, penulis kedua dan seterusnya ditulis dengan format normal.

  2. Urutan informasi: Informasi dalam daftar pustaka disusun berdasarkan jenis sumbernya, seperti buku, jurnal, atau sumber online.

  3. Penggunaan huruf miring (italic): Judul buku dan jurnal ditulis dengan huruf miring untuk membedakannya dari bagian lain.

  4. Penyusunan alfabetis: Daftar pustaka harus disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama. Konsistensi format: Semua referensi dalam daftar pustaka harus mengikuti format yang sama agar lebih rapi dan mudah dipahami.

Pentingnya Menulis Daftar Pustaka dengan Benar

Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Lukas

Daftar pustaka bukan hanya sekadar daftar referensi yang digunakan dalam laporan akhir, tetapi juga memiliki beberapa fungsi penting, sebagai berikut.

  1. Menunjukkan kredibilitas penelitian: Dengan mencantumkan sumber yang valid, pembaca dapat menelusuri kembali referensi yang digunakan sehingga laporan akhir lebih dapat dipercaya.

  2. Menghargai karya orang lain: Penulisan daftar pustaka yang benar merupakan bentuk penghargaan terhadap penulis asli yang karyanya dijadikan referensi.

  3. Mencegah plagiarisme: Plagiarisme adalah tindakan tidak etis yang dapat merugikan penulis asli maupun penulis laporan akhir. Dengan mencantumkan sumber yang digunakan, mahasiswa dapat menghindari tuduhan plagiarisme.

  4. Memudahkan pembaca dalam menelusuri referensi: Jika pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang sumber yang dikutip, daftar pustaka memudahkan mereka untuk mencari referensi asli.

Kesalahan Umum dalam Penulisan Daftar Pustaka

Ilustrasi Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka. Pexels/Tima Miroshnichenko

Dalam menyusun daftar pustaka, biasanya terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan, di antaranya:

  1. Format yang tidak konsisten: Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah penggunaan format yang tidak konsisten dalam daftar pustaka. Misalnya, ada yang menggunakan gaya APA untuk satu referensi, tetapi menggunakan format IEEE atau MLA untuk referensi lainnya. Hal ini membuat daftar pustaka terlihat berantakan dan tidak profesional.

  2. Tidak menyusun secara alfabetis: Daftar pustaka harus disusun berdasarkan abjad nama belakang penulis pertama. Namun, masih banyak yang menyusun daftar pustaka secara acak, berdasarkan urutan penggunaan dalam laporan, atau bahkan berdasarkan jenis sumber.

  3. Tidak mencantumkan semua sumber yang dikutip: Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengutip referensi dalam teks tetapi tidak mencantumkannya dalam daftar pustaka. Hal ini dapat dianggap sebagai bentuk plagiarisme karena tidak memberikan kredit kepada sumber asli.

  4. Menyertakan sumber yang tidak dikutip dalam laporan: Sebaliknya, ada juga kesalahan di mana mahasiswa mencantumkan sumber dalam daftar pustaka, tetapi sumber tersebut tidak pernah dikutip atau digunakan dalam laporan akhir. Biasanya, ini terjadi karena mahasiswa menambahkan referensi untuk meningkatkan jumlah daftar pustaka tanpa benar-benar membaca atau menggunakannya dalam penelitian.

  5. Kesalahan dalam penulisan nama penulis: Kesalahan lain yang sering terjadi adalah dalam menulis nama penulis, terutama jika memiliki lebih dari satu nama. Dalam format APA, nama belakang harus ditulis terlebih dahulu, diikuti oleh inisial nama depan. Namun, banyak yang menulis nama penulis secara terbalik atau bahkan menyingkatnya secara tidak sesuai aturan.

  6. Kesalahan dalam penulisan tahun terbit: Beberapa mahasiswa mencantumkan tahun terbit yang salah atau tidak menyertakan tahun sama sekali. Padahal, tahun terbit sangat penting karena menunjukkan relevansi sumber yang digunakan.

Penulisan daftar pustaka dalam laporan akhir bukan sekadar formalitas, melainkan bagian krusial yang menunjukkan kualitas akademik sebuah penelitian. Selain itu, pencantuman daftar pustaka yang benar juga mencerminkan sikap akademik yang jujur dan profesional.

Dengan mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka sesuai dengan standar yang berlaku, mahasiswa dapat memastikan bahwa sumber referensi yang digunakan telah terverifikasi dan relevan dengan topik yang dibahas. (Dista)

Baca Juga: Cara Membuat Abstrak untuk Laporan Akhir beserta Contohnya