Tata Cara Sholat Taubat Lengkap dengan Doa dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penting untuk memahami tata cara sholat taubat, yang merupakan salah satu ibadah yang dapat membantu untuk kembali kepada Allah Swt dengan tulus. Dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim, kesalahan dan dosa tidak dapat terhindarkan.
Salat taubat adalah salat sunah yang dilakukan dengan niat untuk memohon ampun kepada Allah Swt atas segala dosa yang pernah dilakukan.
Salat ini mengandung makna penyesalan, komitmen untuk tidak mengulangi dosa serta ketulusan dalam memohon rahmat Allah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian dan Hukum Salat Taubat
Salat taubat merupakan salat sunah yang dilakukan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
Taubat artinya kembali kepada Allah Swt dengan penyesalan yang mendala disertai keinginan untuk memperbaiki diri.
Salat taubat ini dianjurkan bagi siapa saja yang menyadari kesalahan dan ingin mendekatkan diri kembali kepada Allah.
Waktu Pelaksanaan Salat Taubat
Dikutip dari buku Panduan Sholat Rosulullah 2, Imam Abu Wafa, (2020:21-22), tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan salat taubat tetapi boleh kapan saja, baik di siang hari atau malam hari.
Waktu pelaksanaannya ketika seseorang melakukan perbuatan maksiat, maka sebaiknya segera melakukan salat 2 rakaat.
Tata Cara Sholat Taubat
Dikutip dari buku Panduan Shalat untuk Wanita Panduan Bersuci Untuk Sholat, Ria Khoirunnisa S.Pd, (2015: 70-71), berikut adalah tata cara sholat taubat.
Salat taubat seperti salat fardhu, baik dari bacaan atau dari gerakannya.
Dilakukan secara perorangan atau sendiri.
Melaksanakan salat taubat kapan saja tetapi lebih baik mengerjakan salatnya pada malam hari.
Salat taubat dikerjakan paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak 6 raka’at. Dan di setiap 2 raka’atnya 1 kali salam seperti hadits Nabi mengenai salat sunnah.
Niat salat taubat
Niat dalam hati adalah hal yang sangat penting sebelum memulai salat.
Niat salat taubat: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Niat dalam Bahasa Latin: Ushalli sunnat taubati rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata cara raka’at pertama
Berikut adalah tata cara raka’at pertama salat taubat.
Takbiratul ihram: Membaca niat dalam hati dan mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
Membaca doa iftitah (opsional).
Membaca surat Al-Fatihah.
Membaca surah pendek, seperti surat Al-Ikhlas, Al-Falaq atau An-Naas.
Rukuk sambil membaca tasbih rukuk tiga kali: Subhaana rabbiyal 'adhiimi wa bihamdih.
I’tidal dengan membaca: Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa lakal hamd.
Sujud pertama sambil membaca tasbih sujud tiga kali: Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih.
Duduk di antara dua sujud sambil membaca: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii wa ‘aafinii warzuqnii.
Sujud kedua sambil membaca tasbih sujud tiga kali: Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih.
Tata cara raka’at kedua
Berikut adalah tata cara melaksanakan raka’at kedua salat taubat.
Berdiri untuk raka’at kedua sambil mengucapkan “Allahu Akbar.”
Membaca surat Al-Fatihah.
Membaca surat pendek, disarankan Surah Al-Ikhlas atau lainnya.
Melakukan rukuk dan membaca tasbih rukuk tiga kali.
I’tidal dengan membaca: Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa lakal hamd.
Sujud pertama dengan membaca tasbih sujud tiga kali.
Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa duduk.
Sujud kedua dengan tasbih tiga kali.
Duduk tasyahud akhir dan membaca tasyahud.
Membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw.
Mengucapkan salam untuk mengakhiri sholat.
Setelah selesai melaksanakan salat taubat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa dengan penuh penyesalan. Berikut adalah beberapa doa yang dapat dibaca setelah salat taubat yang termasuk tata cara sholat taubat.
Doa istighfar taubat
Bahasa arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaha alladzi laa ilaaha illaa huwa al-hayyul qayyuum wa atuubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya."
Doa taubat Nabi Adam
Bahasa arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)
Doa memohon pengampunan atas dosa besar dan kecil
Bahasa arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ، أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، عَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
Latin: Allahummaghfirlii dzambii kullahu, diqqahu wa jillahu, awwalahu wa aakhirahu, ‘alaaniyatahu wa sirrahu.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, baik yang kecil maupun yang besar, yang pertama maupun yang terakhir, yang tampak maupun yang tersembunyi."
Keutamaan Salat Taubat
Menjadi salah satu salat yang dianjurkan, salat taubat memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:
1. Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu
Allah Swt adalah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Salat Taubat merupakan jalan untuk memperoleh pengampunan-Nya.
2. Menumbuhkan Ketenangan Hati
Taubat yang tulus dapat memberikan ketenangan jiwa dan mengangkat beban dari hati.
3. Memperbaiki Hubungan dengan Allah
Salat taubat menjadi cara untuk memperbaiki hubungan antara manusia dengan Tuhannya, meningkatkan ketaqwaan, dan menghilangkan dosa.
Adab dan Etika dalam Bertaubat
Dalam melaksanakan taubat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar taubat diterima, antara lain:
1. Menyesali Perbuatan Dosa
Penyesalan adalah inti dari taubat.
2. Berjanji untuk Tidak Mengulang Dosa Tersebut
Taubat yang sungguh-sungguh mengharuskan komitmen untuk tidak kembali kepada perbuatan dosa yang sama.
3. Memperbanyak Istighfar
Memohon ampunan secara terus-menerus kepada Allah.
4. Mengikuti Taubat dengan Amal Sholeh
Memperbanyak amal ibadah setelah bertaubat menandakan kesungguhan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
Syarat Diterimanya Taubat
Dalam Islam, taubat memiliki beberapa syarat agar diterima oleh Allah Swt. Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi:
1. Ikhlas
Taubat harus dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt, bukan karena faktor duniawi atau tekanan dari orang lain.
2. Penyesalan yang Mendalam
Taubat yang benar adalah yang diiringi dengan penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
3. Meninggalkan Perbuatan Dosa
Saat seseorang bertaubat, ia harus segera meninggalkan perbuatan dosanya dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
4. Berkomitmen untuk Tidak Mengulangi
Taubat yang tulus melibatkan komitmen untuk tidak mengulangi dosa yang sama.
5. Jika Terkait dengan Orang Lain, Harus Mengembalikan Haknya
Jika dosa yang dilakukan melibatkan hak orang lain, seperti mengambil harta atau menyakiti, maka harus meminta maaf atau mengembalikan haknya sebagai bentuk penyesalan.
Keutamaan Istighfar dalam Taubat
Istighfar adalah amalan utama dalam proses taubat. Memohon ampunan (istighfar) dilakukan dengan mengucapkan kalimat seperti Astaghfirullahal ‘adzim (Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung).
Dengan memperbanyak istighfar, seseorang menunjukkan kesadaran akan kelemahan dan kekurangan dirinya sebagai hamba.
Dampak Positif Taubat dalam Kehidupan
Proses taubat tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga dapat membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa dampak positif dari taubat antara lain:
1. Mendapatkan Kedamaian Hati
Setelah bertaubat, seseorang cenderung merasa lebih tenang dan damai karena ia telah melepaskan beban dosa dari hatinya.
2. Meningkatkan Hubungan dengan Allah
Taubat yang tulus akan meningkatkan hubungan seseorang dengan Allah, sehingga doa-doa dan permohonan lebih mudah dikabulkan.
3. Perubahan Sikap dan Karakter
Seseorang yang bertaubat akan berusaha untuk memperbaiki diri, menjadi lebih baik dalam berperilaku, dan meningkatkan amal kebaikan.
4. Mendapatkan Dukungan dari Masyarakat
Orang yang bertaubat biasanya mendapatkan dukungan dari komunitas dan keluarga yang dapat membantu proses perubahan ke arah yang lebih baik.
Kisah-Kisah Inspiratif tentang Taubat
Seringkali kisah-kisah orang yang bertaubat dapat memberikan inspirasi dan motivasi. Beberapa kisah inspiratif tentang taubat yang terkenal, antara lain:
1. Kisah Abdullah bin Mas'ud
Seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang bertaubat setelah menyadari kesalahannya dan menjadi salah satu pengajar yang hebat dalam Islam.
2. Kisah Umar bin Khattab
Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai penentang Nabi. Namun setelah bertaubat dan memeluk Islam, ia menjadi salah satu khalifah terbaik yang pernah ada.
3. Kisah Penjahat yang Menjadi Ahli Ibadah
Banyak cerita tentang orang-orang yang dulunya terjerumus dalam kemaksiatan tetapi setelah menyadari kesalahan dan bertaubat berubah menjadi ahli ibadah dan dikenal karena kebaikannya.
Salat taubat bukan hanya sekadar ritual tetapi merupakan wujud cinta dan harapan kepada Allah Swt untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan.
Dengan mengikuti tata cara sholat taubat dan doa yang benar serta memenuhi syarat-syarat taubat yang telah disebutkan, seseorang dapat mengharapkan pengampunan dari-Nya. (Mey)
Baca juga: Niat Sholat Sunnah Sebelum Isya, Bacaan Lengkap, dan Tata Caranya
