Konten dari Pengguna

Teknologi Organisasi Apa yang Diterapkan oleh Gojek? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teknologi Organisasi Apa yang Diterapkan oleh Gojek. Unsplash.com/Edi Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teknologi Organisasi Apa yang Diterapkan oleh Gojek. Unsplash.com/Edi Kurniawan

Menurut Thompson teknologi organisasi apa yang diterapkan oleh Gojek? Pertanyaan ini diajukan oleh para pengguna Gojek sebagai super-app. Gojek adalah perusahaan transportasi dengan ekosistem layanan on-demand di Indonesia.

Gojek berfungsi sebagai platform yang menghubungkan jutaan pelanggan di Indonesia. Termasuk driver atau kurir, merchant dengan layanan pembayaran, logistik, pesan-antar makanan, hingga layanan kebutuhan sehari-hari.

Teknologi Organisasi Apa yang Diterapkan oleh Gojek?

Ilustrasi Teknologi Organisasi Apa yang Diterapkan oleh Gojek. Unsplash.com/Afif Ramdhasuma

Menurut Thompson teknologi organisasi apa yang diterapkan oleh Gojek? Model operasional Gojek paling tepat dikaitkan dengan teknologi organisasi tipe “mediating”.

Dikutip dari amsacta.unibo.it, James D. Thompson dalam karyanya mengklasifikasikan teknologi organisasi menjadi tiga tipe utama, yaitu long-linked, mediating, dan intensive.

Tipe long-linked berhubungan dengan proses berantai atau produksi secara berurutan. Kemudian Mediating (perantara) yang menghubungkan dua pihak yang saling membutuhkan. Misalnya pasar, bank, atau platform yang mempertemukan antara penjual dan pembeli.

Kemudian tipe intensive yang melibatkan pengolahan kompleks yang bergantung pada interaksi intens antar tenaga profesional, misalnya rumah sakit.

Berikut ini beberapa penjelasan mengapa Gojek cocok dikategorikan sebagai teknologi mediating menurut kerangka Thompson, yaitu:

1. Gojek Berperan Sebagai Perantara (Mediator atau Marketplace)

Gojek mempertemukan tiga kelompok aktor utama, yaitu pengguna (demand), driver, kurir, atau merchant (supply), dan penyedia layanan digital (GoPay, GoFood, dan GoSend).

Fungsi inti platform ini adalah memfasilitasi transaksi, pencocokan (matching), dan penyelesaian pembayaran antar pihak dengan ciri khas teknologi mediating.

2. Sistem Teknis untuk Bridging Offline dan Online

Tim Ops Platform Gojek membangun infrastruktur yang menyambungkan dunia offline, yaitu driver dan merchant fisik dengan dunia online aplikasi seperti pembayaran digital.

Infrastruktur ini bukanlah lini produksi yang berantai, akan tetapi jaringan perantara yang menghubungkan banyak pihak sekaligus.

3. Skalabilitas dan Standarisasi Layanan

Supaya platform ini berfungsi dengan efektif, Gojek menerapkan protokol, algoritma routing, sistem rating, dan integrasi dengan sistem pembayaran (GoPay).

Standarisasi ini mengurangi terjadinya ketidakpastian antar pihak yang sedang bertransaksi. Karena hal ini adalah karakteristik yang sering muncul pada organisasi berbasis mediating technology.

Teknologi organisasi apa yang diterapkan oleh Gojek? Berdasarkan kerangka James D. Thompson, dapat disimpulkan bahwa Gojek menerapkan teknologi organisasi tipe mediating. Pemahaman ini berguna untuk menganalisis strategi produk dan pengembangan kebijakan di ekosistem platform Gojek. (Aya)

Baca juga: Line Up Spotify Wrapped Live Indonesia 2025 dan Jadwalnya